Plot Summary

Review Film: Jason Statham, Safe (2012)

Safe

Jason Statham. Aksi-aksi filmnya selalu suka, sejak lihat peran doski sebagai supir dan pengantar panggilan di sekuel The Transporter (2002). Beberapa filmnya yang tidak terlalu kece juga tetap ditonton walau telat banget sih biasanya. Kali ini mau review filmnya yang berjudul Safe (2012).

***

Sinopsis

Alur kisahnya cepat, berpindah dari satu scene ke scene lainnya namun saling terhubung.

Dikisahkan seorang anak kecil bernama Ah Mei (Catherine Chan), sangat kuat ingatannya dalam angka-angka layaknya sebuah computer yang bisa memuat sebanyaknya angka. Di sekolahnya ia termasuk anak yang dengan mudah menjelaskan penghitungan tanpa salah. Hingga gurunya mengusulkan agar Mei dimasukkan ke sekolah khusus.

Mei yang berusia 11 tahun ini, dengan sangat terpaksa akhirnya bekerja untuk komplotan Triad China, bos Han Jiao (James Hong) yang menculiknya sepulang sekolah. Ia diharuskan bekerja jika tidak ingin melihat ibunya yang sakit-sakitan mati. Tugasnya hanya menghapal angka-angka saja.

Han Jiao (James Hong, left) and Mei (Catherine Chan, right) in SAFE.
Credit om google

Perkenalan singkat terjadi pada Mei dengan Luke Wright (Jason Statham), mantan polisi elit yang hidupnya menjadi kacau dan berakhir dengan tinggal di rumah penampungan sementara bagi tuna wisma. Mereka bertemu di stasiun kereta saat Mei tengah menghindar dari kejaran sekelompok penjahat mafia Rusia yang akan menculik karena ingatan jeniusnya yang mampu menyimpan angka-angka di otaknya.

Bukan sembarang angka, karena terkait dengan sejumlah kode di beberapa brankas yang menjadi incaran dari komplotan ayah angkatnya Mei, serta pihak polisi yang berperan –as you know– juga mafia Rusia.

Tidak langsung mempercayai Luke, Mei tentu saja kembali lari. Berjalan diantara pejalan kaki luar stasiun kereta, polisi mendapatinnya. Bukan Jason Statham jika tidak dapat membaca karakter lawan. Ia menolong Mei, berkelahi dengan para polisi berkedok itu, melewati lawan mafia lainnya lalu bersembunyi di sebuah hotel ternama. Aman namun ternyata tidak.

Sayangnya keberadaan mereka tetap diketahui ayah angkatnya, Chin Quang, karena Mei masih menyimpan telpon selularnya yang telah diberi alat pelacak.

Bersama NYPD
Credit om google

Aksi baku tembak mulai memasuki adegan seru disini dan alur kembali cepat. Muntahan peluru, aksi Luke yang menekankan perannya sangat dominan. Demikian pula ketika ia memegang kendali atas teman-teman polisi NYPDnya di scene membuka brankas uang 30 juta dollar. Tembak-menembak dan melumpuhkan polisi-polisi korup, menegaskan posisi Luke.

Selanjutnya bagaimana? Coba ditonton saja film berdurasi 1,5 jam yang disutradarai Boaz Yakin ini yah..

Cek Review Film lain:Β Trial by Fire

***

Ketika menjadi tuna wisma
Credit om google

Peran dan Pelajaran

Seperti biasa, Jason Statham berperan sesuai dengan aksinya yang sudah dihapal. Berikut dengan aksen-aksennya yang bikin saya membesarkan volume. Takjub sih dengar scene pembicaraan via telpon dengan anak mafia Rusia itu.

Perannya yang tanggap, juga selalu terlihat ditiap film-filmnya. Kadang agak bosan juga karena ketahuan ia akan bagaimana. Agak bisa menangkap alur ceritanya ketika saya menonton film Safe πŸ™‚ Tapi yang tidak disangka, Jason Statham bisa menjadi tuna wisma? Big question for me. Desperated banget ngeliatnya. Hhahahaaa

Hem, kalimat yang disuka adalah sewaktu Statham berusaha menyelamatkan Mei dari Alex, bahwa ia memilihnya karena kehidupan.

β€œLife..” Luke said.

Ya mungkin, Jason Statham yang berperan sebagai Luke, tidak bisa menyelamatkan istri dan keluarganya. Begitu melihat Mei, ia merasa harus menyelamatkannya demi masa depan Mei.

Catherine Chan meski masih terbilang kaku dengan perannya, menurut saya ia memposisikan diri sebagai anak yang berusaha untuk tidak peduli. Walau sebenarnya ia pun takut dan tidak tega melihat orang-orang yang dibunuh karena bisnis yang merugi. Pengalaman akan memberikan dampak pada kehidupan seseorang, mungkin benar.

Jika pada akhirnya Catherine sebagai pemeran Ah Mei membuat dirinya berperan kaku, tidak terlalu emosional, berwajah flat, bisa dijadikan alasan agar sebagai seorang anak yang terpaksa mengikuti rules kehidupan orang dewasa yang menculiknya dengan ancaman, ia memproteksi diri.

Rasa tidak aman saat bertemu Luke yang sebenarnya bermaksud baik saat di kereta, tidak serta merta ia terima bantuannya. Menggubris ucapan Luke saja pun, tidak. Setelah melalui beberapa aksi dan pertolongan dari Luke, barulah Mei ikut tanpa paksaan.

Pun di scene Alex akan bertarung fisik untuk ditukar dengan uang, Mei akhirnya menolong Luke. Perjuangan Luke menolong Mei, bukan sekadar karena apa yang Mei miliki pada kemampuannya, tetapi menghargai hidup seorang anak, mungkin yang membuat Mei akhirnya tahu harus berbuat apa.

Hidup bukan selalu melulu berbicara mengenai materi. Jauh dari itu, keterikatan bathin, membuat Mei memilih Luke sebagai teman, ketimbang menjadi ayah angkatnya.

Jadi, apa yang akan membuatmu merasa hidup saat ini? (jie)

Scene Statham bersama Chan
Credit om google

***

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Review Film: Jason Statham, Safe (2012)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s