NANJAK penuh rasa

Mendaki Lima Gunung di Bandung Selatan

Mendaki gunung kemudian bermalam dengan tenda di puncaknya, pasti asik. Bagaimana jika naik turun beberapa gunung dalam sehari? Yuk!

Bersama teman JGB dan teman Banjaran.
Doc pribadi

***

Gaya mendaki yang semakin banyak dilakukan kelompok pecinta alam itu kini tengah hits. Pasalnya, banyak pendaki mengakui, naik turun gunung dalam sekali perjalanan tidak sekadar mengandalkan fisik. Urusan mental pun menjadi ukuran terdepan. Bukan soal pernah atau jago tidaknya mendaki, tetapi bagaimana menghadapi perjalanan panjang dalam seharian.

Banjaran, wilayah di Bandung Selatan, tergolong tempat yang memungkinkan kita bisa mendaki beberapa gunung dalam sehari. Artinya, kita bisa mencapai beberapa puncak sekaligus. Apalagi dataran tinggi Banjaran pun dipenuhi ‘gunung-gunung’ dengan ketinggian rata-rata di atas 700-1.000 meter di atas permukaan laut.

Ciri lainnya, jalur trekking puncak-puncak di Banjaran itu rata-rata pendek, hanya ‘maknyoos’ karena hampir seluruhnya berupa tanjakan.

Bagaimana, sudah siap mendaki? Berikut adalah lima gunung yang bisa didaki dalam satu hari.

Mang Ading dan Dadan, teman JGB.
Doc pribadi, taken by teman mendaki.

Gunung Koromong, 996 mdpl

Pemandangan Bandung waktu malam yang penuh cahaya begitu indah dilihat dari ketinggian 996 meter di atas permukaan laut ini. Mendaki puncak Koromong, bila dilakukan malam hari, terasa sejuk.

Hutan bambu menuju Koromong.
Doc pribadi

Bersiaplah dengan lotion anti-nyamuk, karena sepanjang perjalanan nyamuk selalu berseliweran di dekat kita. Lama pendakian ke puncak kurang lebih dua jam. Pemandangan matahari terbit pun terlihat bagus dari gunung ini, karena di sekelilingnya, kita akan melihat jajaran gunung-gunung indah lainnya.

Jangan berharap akan menjumpai jalan landai, karena sejak kaki kita melangkah dari kaki gunung, kita akan dihadapkan pada sekian banyak tanjakan kecil. Selanjutnya, ya nanjak terus hingga puncak. Ditemani pohon bambu hampir di sepanjang jalan, melalui kebun warga, serta tak jarang sesekali akan menjumpai penduduk yang lalu lalang mengambil hasil alam di atas gunung.

Bersiaplah merasakan terik matahari bila pendakian dimulai pukul 09.00 pagi. Itu pula yang saya rasakan saat pendakian terakhir puncak ini. Ampun!

Gunung Gajah Gambung, 925 mdpl

Apa ya?
Doc pribadi

Selepas Gunung Koromong, kita akan menuruni gunung. Kemudian jalan akan menanjak. Karena kami menjelajah tanpa kompas ataupun GPS, tidak ada penunjuk khusus yang bisa dijadikan patokan pada ketinggian berapa kami berada.

Jalur jalan yang kami lalui penuh tumbuhan serupa buah strawberry berukuran lebih besar. Puncak Gunung Gajah Gambung ini dipenuhi hamparan ilalang. Di kejauhan akan terlihat jajaran gunung lain, sekitar 45 menit perjalanan dari Koromong.

Menurut Uus, penduduk lokal yang akrab dengan dataran tinggi Banjaran, Gunung Gajah Gambung berada di ketinggian 925 mdpl.

Gunung di Bandung, baca: Gunung Patuha
Pemandangan gunung-gunung yang kami lalui sebelumnya.
Doc pribadi

Gunung Pamoyanan, 750 mdpl

Untuk mencapai puncak Pamoyanan, kita harus menerabas jalur yang masih tertutup serta sangat jarang disambangi pendaki. Setelah itu jalur ilalanglah yang harus kita lalui.

Kita bisa berteduh sementara, saat menjumpai dataran yang dipenuhi pohon bambu. Tapi tidak bisa beristirahat lama, banyak nyamuk.

Dari puncak Gajah Gambung ke puncak Pamoyanan atau tempat berjemur ini tak memerlukan waktu lama. Hanya sekitar 30 menit pendakian. Jalanan juga mulai bersahabat karena tak terlalu banyak tanjakan.

Baca juga: Gunung Malabar

Gunung Pasir Ipis, 750 mdpl

Istirahat di Pasir Ipis.
Doc pribadi, taken by Taufik.

Puncak Pasir Ipis adalah tempat rehat sebelum mencapai puncak Gunung Geulis. Dari tempat berdiri ini, kita bisa melihat bentang alam yang indah, diselingi rasa syukur. Pasalnya, jajaran puncak-puncak yang sudah kita daki sebelumnya, terlihat jelas.

Menuju Pasir Ipis, jalan akan mulai mendaki lagi. Tanjakan tajam sekitar 10 menit akan ditemui selepas ‘bonus’ landai. Di sini ada pohon buah jambu klutuk yang bisa dipanjat diambil buahnya jika beruntung. Lumayan, segar!

Gunung Cadas Palintang, 850 mdpl

Inilah puncak terakhir yang didaki. Luas area di puncaknya tidak terlalu besar.

Puncaknya itu sebuah batuan coklat kehitaman, panjang dengan sedikit corak putih. Karena Cadas Palintang merupakan gunung terakhir yang kami daki sebagai penutup, suasana alam di sana kami nikmati cukup lama.

Kami pun bisa melihat kota  Banjaran dari atasnya, sambil membayangkan masih jauhnya perjalanan untuk turun ke bawah dan mencapainya. (jie)

*info ketinggian gunung diperoleh dari Mang Uus, tetua basecamp Nurwana di Banjaran.

***

Tulisan ini sudah pernah dimuat di media online sportourism.id
Editor: DSY
❤ miss u miss u ❤
Doc pribadi, taken by Ceuhay
Iklan

14 tanggapan untuk “Mendaki Lima Gunung di Bandung Selatan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s