Pets Lover

Sugar Glider, Penidur Mini dari Papua

Sumber google

Pernah nonton kartun marsupilami? Hewan berwarna kuning bertotol hitam yang bisa melompat-lompat jauh menggunakan ekornya sebagai alat lompatan. Terkadang juga menggunakan ekornya untuk berayun dari satu pohon ke pohon lainnya. Lalu hubungannya dengan Sugar Glider apa?

***

Marsupilami di Film Kartun?

Sumber google

Sepintas, kedua hewan tersebut terlihat sama. Meski warnanya yang tidak sama, mata beloknya (besar), ekor panjang dan melompat (terbang) ke pohon lain yang membuatnya sedikit mirip. Hanya besarnya saja yang saya kurang tahu hewan marsupilami di film kartun itu.

Sugar Glider (SG) atau Petaurus Breviceps, disebut juga wupih sirsik, hewan omnivora, arboreal, dan nocturnal. Hewan ini termasuk dalam infrakelas Marsupialia. Mungkin itu yang membuat saya jadi teringat akan film kartun marsupilami.

Hewan mamalia ini ukurannya mini. Umur setahun saja, ukurannya sebesar telapak tangan saya. Gemas banget ngelus dan melukinnya 😅💗

Iya, saya tahu, karena dua minggu belakangan, Sugar Glider itu, akrab bermain tiap hari ketika kami membuka booth gabungan komunitas di Pantai Ancol, Mall ABC, Jakarta. Dia selalu muncul sore hari bersama pemiliknya, bang Ivan (Team Hore Indonesia) yang secara tidak langsung, memberikan terapi pada saya yang takut pada hewan berbulu. Haaaa??
_

Tentang SG

Tidur terus kalau datang. Hhahaha lucu! ❤
Doc pribadi

Wupih sirsik sebutan lain dari Sugar Glider, merupakan satwa endemik dari daratan utama Australia, pulau Papua dan pulau-pulau tertentu di Indonesia. Hewan ini telah didatangkan ke pulau Tasmania, dengan perkiraan pada tahun 1830-an (Wikipwedia).

Hewan dilindungi yang hidup di alam liar secara berkelompok. Di Indonesia, Sugar Glider terdapat di bagian timur. DIantaranya Papua, Halmahera dan Maluku.

Kalau beli langsung di sana, bisa murah, 3.500 rupiah saja per hewannya. Itu pun harus membeli banyak. Kalau sudah keluar pulau, harganya bisa melambung tinggi, 1K. Ya pikir saja, biaya ke sana sudah berapa? Belum makannya si SG. Perawatan selama di jalan, etc. Ya kan?

Termasuk hewan nocturnal. Karena aktif di malam hari, sebaiknya berikan kandang luas untuknya bermain. Kadang juga dia barking (menggeram/menggonggong) di malam hari. Sabar yah kalau memeliharanya.

Bentuk SG yang mini, bisa dengan mudah jika dibawa kemana-mana oleh pemiliknya. Bang Ivan, si pemilik Papua lucu ini, kerap membawanya dalam kantung (saku) celana. Tidak repot, karena SG akan dengan mudah beradaptasi. Kebanyakan ia akan langsung tertidur jika merasa nyaman dengan aroma yang sudah ia kenali sejak lama.

Flyin away?
Sumber google

Si mini SG ini, agak sedikit mirip tupai (bajing). Mungkin karena kemampuan terbangnya, beberapa menyebutnya dengan tupai terbang. Tapi bukan sih, nanti saya diprotes massa kalau salah info nih 😀

Memiliki kantung kecil di perutnya, SG betina akan menjaga anaknya (SG baby joey) selama 2 bulan dalam kantungnya. Mirip kangguru? Yeap.

Sugar Glider (SG) mampu hidup 10-20 tahun. Bisa jadi #travelsoul nih asal dirawat dengan baik. Karena ia termasuk hewan yang juga bersosialisasi loh. Idealnya, berinteraksi dengan SG baby joey adalah 2-3 minggu setelah baby keluar dari kantung induknya. Makanan pun masih tergantung pada induknya. Sama seperti bayi manusia, masih suka mimik ASI. Hheheheh

_

Pee and Pup

Nyaman banget si Papua lucu ini. Gemas!
Doc pribadi.

Kata bang Ivan pemiliknya, kalau masih anakan, pipisnya masih bau. Nah, si Papua yang bersama saya ini, usianya sudah 1 tahun. Pipisnya sudah ngga bau. Tetap saja harus diperhatikan waktu pee dan pupnya (buang air dan kotoran).

Agak sedikit susah sih, tahu jam buang airnya. Karena SG bukan hewan yang bisa dipantau jadwal pipis dan buang airnya. Kalau hasil baca dan ngobrol, kisaran waktunya, 4-5 jam sekali, SG akan buang air.

Tiap ketemu saya kemarin, Papua lucu selalu pipis. Dia menandai wilayahnya, dan menghapal saya.

Saya pun menghapalnya, karena ia kerap mengendus aroma tubuh dan mencari tempat aman untuk tidur. Makanya tiap datang dan ketemu, langsung loncat dan betah. Tidur terus kalau siang, di tempat-tempat tertentu yang saya juga hapal jadinya.

_

Gigitan SG

Sekali saya digigit karena mungkin Papua lucu ini merasa kurang nyaman. Dua anak kecil yang selalu ada dan dekat saya, sibuk mengerubuti ingin memegang dan memeluk. Alhasil, ketika mengangkatnya karena permintaan kedua anak kecil tersebut, jari telunjuk kanan saya digigit.

Saya yang kena gigitannya? Kesal kali yah? Deuh.. tetap kudu hati-hati euy punya hewan peliharaan. Saya takut hewan berbulu. Ehh, malah menggigit, piye? Tahan, Jiiiieeeee…. belajar 😅

_

SG doyan buah.
Sumber google

Makanan SG

Hewan aktif dengan metabolisme tinggi ini perlu protein cukup untuk tenaganya. Kalau kekurangan protein, pertumbuhannya juga lambat.

SG juga harus mengkonsumsi makanan cukup kalsium.

Sangat suka makan buah, sayur juga bubur bayi. Selain itu, SG juga mengkonsumsi serangga, seperti ulat gemuk. Itu kata bang Ivan.

Keberadaannya sering ditemukan di pohon eukaliptus dan akasia. Karena selain makanan yang disebutkan di atas, Sugar Glider juga suka memakan getah dari kedua pohon itu.

Ehh, makanannya juga bisa divariasi dengan madu, karena SG suka dengan makanan manis 🍯💕❤

_

Fact About SG

Menurut sumber di google:

  1. SG akan memakan baby joey jika dirasa, ia tak pantas menjaganya, atau baby cacat.
  2. Meskipun suka makanan bergula, jangan terlalu sering memberinya makanan manis. Sedikit rendah gula, akan lebih baik.
  3. Berilah air minum bersih.
  4. SG tidak bias berenang.
  5. Ketika selesai mandi, jangan mengeringkannya dengan hair dryer karena akan merusak bulu dan membuat telinga SG sakit juga kepanasan.

Menurut cerita bang Ivan, di tempat asalnya, SG ternyata juga dikonsumsi. Dagingnya katanya enak. Makanya para pecinta SG merasa lebih baik memeliharanya. Aakkkk… kasihan deuh -_-

_

Takut atau Phobia?

Sumber google

Takut sama semua hewan berbulu. Hahahahhha.. bukan tidak beralasan sih. Kenapa?

Ceritanya dari kecil sampai entah kapan, saya selalu saja ditakut-takutin sama kucing. Hewan berbulu yang menjadi kesayangan Nabi Muhammad SAW. Diusilin sepanjang ada kesempatan!

Geli!
Takut!

Di masa kecil saya, selalu dikejar anak-anak kucing sampai naik ke atas meja makan. Huaaaa… Takut!

Diloncatin anak kucing sampai manjat pagar. Dilemparin kucing gendut kek Garfield sampai nangis dan pingsan, juga pernah.

Terus? Dikerjain suruh pegang tengkuk kucing sampai keder, merinding, pun iya. Dikurung ngga boleh pulang sehabis tanding volleyball sampai mewek, juga sudah. Alasannya, harus elus kucing dulu sebelum pulang. Deuh. Ahh.. banyak deh. Dan separuhnya adalah kerjaan adik saya yang punya hobi pelihara kucing. 😰😩 .

Bukan cuma adik, teman-teman yang mengetahui ketakutan saya terhadap hewan berbulu ini, menjadi ajang keusilan yang tidak akan dilewati mereka. Padahal selain nangis, pingsan pun pernah. Tetap saja mereka tega mengganggu saya. Ahhh takut! Jahat ihh kalian…
*sembunyi dalam kresek 😦

Booth gabungan komunitas di Pantai Ancol, Mall ABC ini, mempertemukan saya dengan hewan lucu berbulu karpet halus. Sugar Glider, si Papua lucu.

Bang Ivan, pemilik SG yang mengajarkan saya berani memegang si Papua lucu.
Doc Ali, Komunitas ASJ.

Tadinya juga ngga berani pegang, apalagi elus-elus. Hiiiyyy… ngga deh. Tapi bang Ivan, lihatin bulunya yang seperti karpet. Dan ia mengelus-elus dengan santai.

Entah yaaa… saya hanya memperhatikan saja awalnya, cukup lama. Lalu bertanya ragu, “Tulang tengkuknya, berasa ngga kalau dipegang?”

“Ngga, Jie. Coba deh. Ngga kerasa tulang tengkuknya. Soalnya bulu sekitar tengkuknya lebat. Ini bulunya halus, beda dengan musang, kucing atau hewan berbulu lain yang Ejie takut. Coba elus sedikit. Nanti diajarin pindahin ke Ejie biar berani,” kata bang Ivan.

Sedikit, sedikit, sedikit. Akhirnya jadi kebanyakan, aahahahha….. Tiap hari saya didatangin, ditempelin, dipipisin. Baru datang, loncat ke saya. Deuh jadi berasa dikangenin, kan?

Terima kasih yah bang Ivan @teamhore_indonesia yang selalu datang bawa si Papua lucu. Jadi terapi ini buat saya belajar berani pegang hewan berbulu. Etapi, masih tetap takut dong pegang kucing, kelinci, mandala musangnya Wulan atau takut anjing. Gimana atuh? (jie)

***

 

 

 

Iklan

18 tanggapan untuk “Sugar Glider, Penidur Mini dari Papua”

  1. Saya sudah 4 th kak ejie memelihara SG. Sampai berkmbang biak. Fakta nya lagi Pejantan akan mengawini anak atau keturunannya sndri dan Bgtu strusnya…

  2. Lucu dan pinter banget kelakuannya. Dulu pernah main SG punya teman. Berasa pengen punya , cuman lupa kenapa ga jadi punya.

  3. Membayangkan kalau sedang berada dalam kantong celana tiba-tiba Sugar Glider yang lucu ini pipis dan pup. Hahaha..Mesti bawa salinan kalau gitu ya. Atau mereka dikasih pampers khusus saat dibawa jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s