simple CULLINARY, wisata kota

Hangatnya Wedang Malon dan Kuliner Sate Krembis si Pemalas Mandi dari Kampung Malon

Wedang Malon penghangat tubuh.
Doc @disgiovery

Belum lengkap kalau ke Kampung Malon, Gunung Pati, Semarang, ngga mencicipi minuman penghangat tubuh, Wedang Malon. Lebih kurang lagi kalau kesana juga ngga mencoba kuliner sederhana yang mengenyangkan, Sate Krembis. Wah, lapar parah. Ayok serbu!

***

Kampung Malon, Gunungpati.
Doc by Kuspriyatna

Wellcome to Kampung Malon

Kampung tematik yang bernuansa batik dan mempunyai keasrian alam ini, memang memiliki daya tarik sendiri. Hitungan kedua kali, saya main ke Kampung Malon yang terletak di Kelurahan Gunung Pati, Semarang.

Selain warganya yang rata-rata membuka rumah batik, di Kampung Malon juga ada kebun buah Malon yang luasnya 7 hektare. Kebun tersebut menghasilkan kelengkeng, alpukat, durian, jeruk, kedondong, dan srikaya yang dipasarkan ke beberapa kota.

Ada pula rumah sablon dan Padepokan Ilir-ilir, juga kebun rempah.

Kampung yang mendapat pendampingan pengembangan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan PT Indonesia Power ini, cukup rutin mengikuti kegiatan-kegiatan Dinas Pariwisata.

Akhir pekan yang cerah ketika para blogger-vlogger Indonesia dan Malaysia bersama Dinas Pariwisata Kota Searang, berkunjung ke kampung tersebut. Kami tiba disana dengan suasana hangat. Turun dari kendaraan, disambut jajaran baju lurik berwarna coklat bergaris hitam yang biasa digunakan oleh lelaki Jawa dengan blangkon.

Ramah, sambutan, berakhir dengan kuliner ringan khas kampung ini.

***

Wedang malon dalam secangkir gelas tembikar. So traditional.
Doc pribadi

Minuman Sehat Wedang Malon

Gerah? Tentu saja kami tidak menolak minuman khas Kampung Malon yang sudah disediakan di salah satu rumah warga. Minuman khas tersebut adalah Wedang Malon.

Wedang jahe
Sumber Google

Wedang dalam bahasa Jawa, artinya minuman panas. Pada umumnya, merupakan minuman penghangat tubuh yang biasa disajikan dengan hangat atau panas. Isi wedang biasanya paduan dari rempah-rempah yang tidak sulit didapatkan.

Seperti halnya wedang Jawa, racikan wedang Kampung Malon juga menggunakan rempah-rempah yang bisa kita dapatkan dengan mudah di bumbu dapur.

Membuat Wedang Malon ini, tidak terlalu banyak rempah-rempah yang digunakan kok. Diantaranya jahe, kapulaga, jeruk purut. Sementara untuk pemanis dan membuat aroma wedang menjadi harum adalah kayu manis, gula Jawa dan daun pandan. Daging kelapa muda juga disertakan dalam wedang ini, membuat cita rasa menjadi berbeda.

Minum Wedang Malon ini, juga bisa ditambahkan dengan susu. Jadi seperti wedang jahe susu ya?

Berhubung saya tidak suka susu putih, jadi lebih memilih wedang dengan cita rasa tanpa pemanis susu.

Ada sedikit potongan-potongan jahe di wedangnya. Enak sih, saya gigit-gigit. Ternyata setelah dimasak lalu disaring, wedang ini pun diberi irisan jahe. Berbeda dari wedang yang pernah saya coba.

Enak tidak ada yang mendominasi, walau jahe tetap paling utama terasa karena irisan tersebut. Rasa manis yang pas, tidak membuat eneg.

Apapun itu, rasa Wedang Malon enak euy. Apalagi ketika meminumnya ditemani dengan singkong rebus yang juga dihidangkan disana. Wiiiww…..

Wedang Malon buatan asli dari Kampung Malon, juga mengisi salah satu outlet di Pasar Semarangan, Tinjomoyo ini. Sewaktu kesana, sayangnya, mereka sedang tidak berjualan. Untung sudah mencoba langsung di tempatnya. Jadi ngga penasaran.

Selain sebagai penghangat tubuh, terutama di saat hari dingin, Wedang Malon juga sebagai obat herbal alami untuk kesehatan. Karena secara umum, wedang bisa melegakan hidung tersumbat dari rasa hangat yang dihasilkan aroma dan rasanya.

Wedang juga melancarkan pencernaan, menyembuhkan sakit perut, mual atau keram perut. Wedang bisa menjadi salah satu alternatif minuman sehat. Apalagi bila ditambah madu. Nyeri sendi juga bisa diredakan loh jika Anda mengkonsumsi wedang ini. Bisa melemaskan persendian yang kaku.

Jadi, pilihannya, mau coba Wedang Malon dengan atau tanpa susu, tergantung kesukaan Anda saja. Oiya, susunya juga langsung dari susu segar sapi perah. Tapi sudah melalui proses masak kok. Mungkin kalau memang suka susu segar, bisa mengajukan permintaan, karena memang ada kandang sapi perah, di belakang rumah warga tempat kami disambut. Nadi, jadi bukan susu dalam kemasan kaleng, maupun sachet yah yang digunakan. Segar kan?

***

Sate Krembis

Tidak hanya minuman khas yang bisa kita jumpai di Kampung yang kreatif. Makanan khas yang tidak terlalu banyak dikenal di kampung lain pun, ada disini. Sama seperti Wedang Malon, Sate Krembis bisa kita temui di Pasar Semarangan, Tinjomoyo

Ketika semua orang asik menikmati sate idola dan sibuk berfoto, saya hanya menunggu. Informasi Sate Krembis, pasti belum banyak yang mengangkat. Criingg… bergegas mencari Pak Jajang untuk bercerita penganan enak dong. Yuhuuuu ~

Adalah Pak Jajang, orang yang akhirnya duduk bercerita pada saya mengenai Sate Krembis, salah seorang yang mempopulerkan penganan sederhana. Beliau juga warga yang berasal dari Kampung Malon.

Dikatakannya, sate ini berasal dari jaman susah ketika dulu.

“Di masa saya, makanan tidak seperti sekarang. Enak, bervariasi dan begitu mudah diperoleh bahannya,” ujar Pak Jajang. Kebayang, kan, kehidupan dulu? Jamannya nenek saya, mungkin.

Sate Krembis yang menggoda dengan saus kacangnya.
Doc @kulkasgendong

Krembis dalam bahasa Jawa, artinya belum mandi, malas mandi atau jarang mandi. Karena orangtua Pak Jajang, ketika selesai membuat dan menyuguhkan penganan tersebut, penganan buatannya langsung habis dimakan. Betapa tidak. Begitu bangun tidur dan belum mandi, anak-anaknya langsung menyerbu masakan ayahnya itu. Makanya penganan tersebut diberi nama, Sate Krembis. Karena yang makan, belum pada mandi πŸ˜€

Asal mulanya, Sate Krembis tersebut bentuknya biasa saja. Lalu untuk membuat menarik dan supaya terasa makan sate yang terhitung mahal ketika itu, dibuatlah potongan-potongan kecil berbentuk kotak yang diberi tusuk sate.

Sate krembis merupakan resep turun-temurun.Β  Bahannya terbuat dari ketan yang dijadikan gemblong atau jaddah. Lalu dele yang dijadikan tempe, sertaΒ  kelapa muda.

Cara membuatnya:

  1. Jaddah atau gemblong bersama ketan direndam, kurang lebih 3 jam.
  2. Setelahnya, rebus hingga setengah matang, selama 30 menit.
  3. Campurkan parutan kelapa muda, masak 30 menit.
  4. Tumbuk hingga halus.
  5. Potong sesuai ukuran yang diinginkan.

Makan Sate krembis yang beralaskan daun pincuk (daun pisang yang dibentuk seperti kerucut dan ditusuk lidi dipinggirannya), diberi saus kacang. Bisa dipadukan dengan nasi hangat, dan lauk juga. Kalaupun tidak menggunakan nasi pun, rasa Sate Krembisnya, enak. Hhahhaha saya lapar euy!

Pak Jajang juga memberikan resep bumbu tempe penyerta Sate Krembis. Tidak sulit kok, hanya tempe dipotong menurut selera, diberi bumbu seperti bawang, ketumbang, merica, kecap garam, daun jeruk, dan sedikit bumbu rahasianya. Kemudian, digoreng dengan cara ditumis setengah matang.

Wiiihh… sudah ngences belum? πŸ˜‰

Karena perpaduan ketan dan kelapa muda, maka sate tersebut rasanya gurih dan padat. Cukup mengenyangkan, seperti makan lontong. Tinggal diberi tambahan lauk, sayur, kerupuk, taburan bawang merah mungkin. Sedap!

Heemm.. mau coba?

Egrang, permainan tempo dulu.
Doc @kulkasgendong

Yuk, datang, kulineran dan main ke Kampung Malon yang ada di Gunung Pati, Semarang yah? Disana juga tempat bermain egrang yang asik kok. Lumayan kan buat belajar berdiri diatas media yang tingginya kurang lebih 2 meter itu? (jie)

Cicip Wedang Malon πŸ˜€
Doc @kulkasgendong

***

Familiarization Semarang Hebat 2018
Bersama Dinar Pariwisata Kota Semarang, Blogger, Vlogger Indonesia-Malaysia
4-5 Mei 2018
Dalam Rangka HUT Ke 471 Tahun Kota Semarang

Iklan

10 tanggapan untuk “Hangatnya Wedang Malon dan Kuliner Sate Krembis si Pemalas Mandi dari Kampung Malon”

  1. wah serunya dakuw udah lama juga nggk pergi ke desa2 untuk melihat betapa kayanya negeri kita akan pangan juga. btw saya suka istilah nama sate krembis baru tau.. artinya org belum pernah ngakat cerita ini ya kak hahah

    (Yopi saputra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s