wisata kota

Kasmaran di Kampung Pelangi Semarang

@Parah1tasatiti yang tengah asik mengambil gambar di salah satu sudut Kampung Pelangi
Doc pribadi

Mengambil contoh dari Kampung Jodipan di Malang, Kota Semarang juga giat merapikan sejumlah tempat yang awalnya adalah perkampungan kumuh. Seperti apa kampung warna-warni yang kini menjadi salah satu incaran para instagramable itu? Main yuk. Siapa tahu bertemu jodoh di Taman Kasmaran, kan? Hhiihiiii

***

Titi and me
DOc pribadi taken by Kenang Semarang

Adaptasi Jodipan

Semarang Kota Lumpia yang memberikan banyak kejutan wisata tak terduga. Geliat pariwisatanya sungguh cepat bereaksi. Heiiitt.. juga selalu menjadi terdepan bagi para instagramable untuk mendapatkan cerita, dan foto di akunnya. Ya kaaannn??? Saya juga kok, ahiiiww..

Seperti halnya Kampung Jodipan, Malang dan Sungai Code, Yogyakarta, Kampung Pelangi juga berlatar belakang kampung sebelumnya. Berlokasi di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Randusari, tempat ini pun awalnya  tidak terurus dan kotor.

Kampung Wonosari, demikian nama Kampung Pelangi, tadinya. Hanyalah kampung biasa yang tidak terlihat memanjakan mata seperti sekarang. Bantaran sungai identik dengan aliran air kotor, bau, juga kumuh. Cap seperti ini rasanya sudah begitu melekat. Tapi sekarang sudah berbeda loohh..

Terdapat lebih dari 300 rumah yang dicat warna-warni menyerupai kampung wisata lainnya yang juga menyedot perhatian para pejalan.

Sebenarnya, tahun lalu ketika saya mandeg pulang ke ibukota tercinta Jakarta, sudah mendengar soal Kampung Pelangi ini. Seperti biasa, gagal jalan karena terhambat pekerjaan. Alhasil, hanya bisa melihat sejumlah foto-foto teman yang sudah melancong ke kampung tersebut.

***

Candid him ( @dananwajyusumirat )
Doc pribadi

Asiknya Berkeliling di Pelangi Cerah

Matahari pagi yang ceria, mengiringi wajah-wajah kantuk kami. Begitu mata memandang ke sekitar Kampung Pelangi, apalagi dapat kesempatan menjelajah dengan waktu yang ditentukan, jelas kami kesenangan.

Tak adalagi muka letih. Hanya penasaran, riang dengan kesempatan yang diberikan melihat ke setiap sudut kampung di Gunung Brintik ini.

“20 menit, silahkan berkeliling, teman-teman,” sebuah suara entah siapa, mampir di pendengaran saya. Wuuusshhh… hamburan para blogger dan vlogger pun terpencar, entah kemana.

Warna-warninya tentu saja menarik hati, memaksa siapapun untuk dapat berfoto pada gambar-gambar dinding, maupun rumah, atau pernak-pernik disana.

Gambarnya yang kebanyakan mural, membentuk lukisan abstrak juga gambar-gambar lucu lainnya. Ada pula gambar tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa seperti Gareng, Petruk dan Semar. Beberapa menggambarkan kehidupan flora dan fauna. Tak ketinggalan gambar bernuansa etnik Tionghoa, ajakan anak sekolah, sayap, dan lainnya pun, bisa Anda lihat disana.

Kaki saya bergerak cepat melihat kelebatan baju bewarna biru. Danan Wahyu dan Parahita Satiti yang asik mengambil gambar di depan saya. Teman lainnya entah berpencar kemana. Beberapa jalan yang saya lalui, tidak ada sedikitpun tanpa warna.

Kami mengawali langkah setelah mengambil gambar, di pintu masuk sebuah jembatan yang dipenuhi dengan warna-warni hiasannya.

Hiasan di lorong rumah Kampung Pelangi yang berbeda.
Doc pribadi

Per jembatan masuk, mempunyai warna yang berbeda. Kampung Pelangi, berbatasan langsung dengan Pasar Bunga Kalisari. Hanya dipisahkan oleh jembatan dan air kali saja.

“Dulu, sampahnya banyak, mbak, disini. Namun, sejak Pemerintah Kota Semarang merapikan dan membuat kampung kami menjadi kunjungan wisata, kali itu rutin dibersihkan,” ujar seorang bapak yang tengah bersiap membuka kedai bunganya, ketika saya berjalan di lorong belakang kedainya menuju jembatan awal.

Dinding-dinding mural, hiasan lorong jalan yang memanfaatkan barang-barang bekas, sudah pasti terlihat di hadapan. Beberapa bola plastik, botol bekas yang dicat, serta lagi-lagi, kerajinan bambu, tak lepas dari pandang mata saya.

Di lorong lainnya, origami yang membentuk kupu-kupu, burung pun menghiasai sebagian wilayahnya. Antara lorong satu dengan lainnya, tak ada yang sama. Seperti mempunyai ciri dan warna tersendiri. Lucu.

Selain itu, di Kampung Pelangi ini, juga ada gambar yang tampak 3 dimensi, sehingga akan terlihat nyata ketika berfoto.

***

Taman Kasmaran yang baper. Ihhhh…
Doc pribadi

Gardu Pandang Kasmaran

Untuk mempercantik sekitar Kampung Pelangi, dibuka pulalah Gardu Pandang dan Pusat Kuliner di sebelah Pasar Bunga Kalisari.

Di Gardu Pandang ini, kita bisa melihat pemandangan Kampung Pelangi dari atas ketinggian. Ya, tempat tersebut berada di Gunung Brintik, masih lokasi yang berdekatan dengan Kampung Pelangi. Satu kesatuan yang dibuat agar pengunjung dapat beristirahat dan menikmati pemandangan kampung tersebut.

Yap, begitu banyak bunga-bunga yang menyegarkan mata disana. Bersama teman blogger Malaysia, Amy dan Wan Rossa (my roomie), kami bergaya. Cekrek, cekrek! Deta, teman TelusuRI dengan sigap, mengambil gambar kami bertiga. Hhahhahha…

Kampung Pelangi tampak dari Gardu Pandang Taman Kasmaran.
Doc pribadi

Gardu Pandang ini diresmikan awal tahun 2018  oleh Walikota Semarang, Hendy Hendrar Prihadi. Ikon yang jelas terlihat adalah adanya ilustrasi siluet pasangan muda-mudi yang bisa dijadikan spot berfoto. Hahhaha… tempat baper buat yang hanya berpasangan dengan kamera saja. Huaaaa… siapakah itu? 😀

Selain itu, ada pula penanda tempat tersebut, yakni tulisan Taman Kasmaran diantara bunga-bunga yang ditanam indah di pot luasnya yang menghiasi Taman Kasmaran.

Food court yang tersedia pagi itu belum buka semua. Namun jajanan khas Kota Semarang bisa Anda temui disana.

Pada awalnya, tempat makan disana merupakan bengkel yang menjadi bagian dari perkampungan kumuh, dulunya. Kini tempat itu bersih dengan cat yang berwarna-warni pula, menambah semarak Kampung Pelangi. Oiya, lahan parkirnya luas banget deh. Jadi ngga akan khawatir kalau bawa kendaraan.

***

Rute Ke Kampung Pelangi

Cukup mudah jika Anda ingin mengunjungi Kampung Pelangi ini.

Ambillah tujuan ke arah Pasar Bunga Kalisari. Lalu ikuti jalan hingga ke Tugu Muda. Dari Tugu Muda, akan terlihat warna-warni dari atap dan dinding rumah daerah Kampung Pelangi.

Anda juga bisa naik double decker Si Kenang yang akan melakukan perhentian di Taman Kasmaran jika ingin mengikuti city tournya.

Jangan lupa, sediakan stamina oke kalau Anda berencana menjelajahi tiap sudut di Kampung Pelangi yang luas ini. Siapkan air minum dalam tasmu. Juga persiapkan alat tempur berfotomu untuk bersiap melihat sudut-sudut cantik yang berbeda.

Selamat Kasmaran di Kampung Pelangi, yaaaa ❤ (jie)

***

Bareng @parah1tasatiti , teman yang akhirnya sering bertemu karena menulis.
Doc pribadi, taken by Kenang Semarang.

Familiarization Trip Semarang Hebat 2018
Bersama Dinas Pariwisata Kota Seamrang, Blogger, Vlogger Indonesia-Malaysia
4-5 Mei 2018
Dalam Rangka HUT Ke-471 Tahun Kota Semarang

Iklan

6 tanggapan untuk “Kasmaran di Kampung Pelangi Semarang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s