UKM, wisata kota

Transaksi Digital Mudah, Jajan Puas di Pasar Semarangan

Tap Cash, alat pembayaran non tunai yang wajib digunakan di Pasar Semarangan.
Doc Mauren Fitri

Semarang semakin menggeliat. Tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga yang bernuansa alam pun, bertambah. Konsep one stop shopping yang berkonsentrasi di kuliner ini, cukup menggoda untuk disinggahi. Apalagi bagi seorang pejalan. Jajan enak, jajan murah dan ngga ribet. Yahuuuuii!

***

Kerajinan yang terbuat dari bambu, banyak menghiasi Pasar Semarangan. Doc @maurenfitri

 

Merubah Kebun Binatang Menjadi Pasar Rekreasi

Kabar mengenai dibukanya Pasar Semarangan, tentu saja cepat beredar di kalangan para pejalan. Apalagi jika mempunyai teman yang memang berdomisili di kota tersebut. Gosip dan racun perjalanan dengan cepat menjalar memenuhi ruang-ruang aliran darah dalam tubuh pejalan.

Beberapa kali diajak mampir ketika main ke Semarang, namun belum sempat singgah. Ajakan main aja dulu, siapa tahu betah~ pun terdampar diantara beberapa kegiatan yang tak bisa ditinggalkan (sok sibuk banget sih >_< ). Hingga akhirnya, perjalanan Famtrip bersama teman-teman bloggerย #SemarangHebatย membawa langkah saya kesana.

Berlokasi di Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, pasar ini resmi dibuka, sejak 7 Maret 2018 lalu. Pasar Semarangan tersebut dikelola oleh 17 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Jam operasionalnya mulai pukul 15.00-21.00 Wib, buka tiap hari Sabtu.

Awalnya, pasar ini merupakan kebun binatang yang akhirnya dipindahkan ke Mangkang. Oleh Walikota Semarang, Hendi Hendrar Prihadi, Tinjomoyo yang telah mati suri selama 12 tahun, dihidupkan serta beraktifitas kembali.

“Tentunya dalam aktifitas lain, yakni pasar rekreasi dan wisata bagi kalangan mana pun,” jelas Mey yang berdiri sebagai Mandor Juragan Pasar.

Dikatakan Mey, dari luas lahan Tinjomoyo yakni 57,5 hektare, Pasar Semarangan ini memakai sekitar 5 ribu hektare untuk outlet-outlet kuliner, outbond, juga bagi kebutuhan khusus, difabel.

Menggunakan konsep pasar digital, maka kemudahan berbelanja di Pasar Semarangan membuat Anda tidak sulit belanja, menikmati kuliner yang disuguhkan selama berada disana.

***

BNI Tap Cash, memudahkan belanja tanpa ribet.
Doc @maurenfitri

Transaksi Praktis

Pasar ini sudah buka lebih dari lima kali sejak Maret lalu. Sejauh ini, perkembangannya baik, sehingga bisa menggaet Genpi Jawa Tengah yang dimotori pula oleh Wahyudi Hartanto sebagai pengelola dan BNI Syariah sebagai sponsornya. Kerjasama juga terjalin baik.

Hampir di seluruh outlet yang ada, pemilik jualan mempunyai mesin EDC, sistem pembayaran digital yang diberlakukan disana. Segala pembelanjaan di Pasar Semarangan, hanya berlaku non tunai. Praktis kok, karena kita hanya perlu top up di pintu masuknya saja.

Jadi, maaf kalau Anda berbelanja menggunakan uang tunai, tidak akan berlaku disana.

Nah bagi Anda yang belum mempunyai kartunya, bisa membeli di booth depan. Kartu Tap Cash BNI adalah uang elektronik berbentuk kartu atau bentuk lainnya, sebagai pengganti uang tunai. Kartu ini digunakan sebagai transaksi pembayaran di seluruh merchant yang bekerjasama dengan BNI. Termasuk pula outlet di Pasar Semarangan.

Booth berwarna orange, berlogo BNI ini, akan ditemui tak jauh dari pintu masuk Pasar Semarangan yang unik. Ada petugas yang akan melayani kita saat membeli kartu yang menjadi alat transaksi di pasar tersebut.

Jika Anda sudah memiliki kartunya, yakni Tap Cash, bisa di top up ย (isi ulang) saja dengan nominal 10K, 20K, 50K, 100K, 250K, dan 500K. Selanjutnya, tinggal melakukan transaksi di outlet (gazebo bambu) makanan atau minuman pilihan Anda. Akan ada ibu-ibu berbaju Jawa yang gesit melayani dengan mesin EDC-nya saat kita melakukan pembayaran jajanan pilihan.

Selain Tap Cash, bisa pula menggunakan aplikasi YAP (Your All Payment). Bayarnya cukup pakai QR code saja, dipindai oleh penjual outlet langsung.

Simpel dan ngga nyusahin!

Malah ada bonus juga bagi para pengguna moda transportasi BRT Semarang. Tunggu apalagi? Weekend ini, main lagi dong ke Pasar Semarangan. Banyak makanan enak, yes ๐Ÿ˜˜๐Ÿœ๐Ÿขโ˜•

***

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jajanan Pasar Semarangan

Kurang lengkap kalau ke pasar tanpa belanja dan jajan apapun, kan? Meskipun sudah mencuci mata, jalan-jalan menikmati aroma pasar, belum afdol kalau tidak duduk santai memilih dan membeli sesuatu. Tergantung apakah itu pasar basah, atau pasar kering.

Biasanya kalau di pasar, banyak tersaji jajanan tradisional. Seperti makanan khas tradisional daerah tersebut. Kue-kue dan makanan berat bikinan mbah maupun ibu-ibu dulu, masih selalu enak di lidah. Demikian pula dengan Pasar Semarangan ini.

Bukan pasar basah, apalagi becek. Asik deh disana. Mata jadi hijau kepengin jajan banyak. Apalah daya, penjualnya kebanyakan nasi yang memang merupakan makanan Indonesia banget.

Heem.. disana, Anda bisa mencicipi kuliner dari empat negara loh. Yakni Arab, Tionghoa, Belanda dan Indonesia yang diwakili oleh Jawa, khususnya Jawa Tengah.

โ€œMakanan dan minuman paling populer di Pasar Semarangan ini adalah nasi jantung raja yang terbuat dari jantung pisang. Ada nasi tedun yang dimakan oleh petani jaman dulu, juga nasi kebuli. Lalu wedang kawi, es timun dan minuman rempah lainnya. Makanan dari negara lain juga disukai pengunjung,โ€ jelas Mey.

Harga makanannya pun standar. Mulai dari IDR 6K sampai dengan 25K.

Aneka minuman juga tersedia. Seperti es jeruk, teh, es timun, wedang, dan lainnya. Varian harga mulai IDR 6K hingga 10K. Dijamin ngga akan kehausan deh.

Salah satu gazebo yang menjadi perhentian saya dan Mauren setelah berkeliling adalah Mie Kong. Disini ibu Sumitri Leksono yang ramah melayani pembelinya, bersedia menceritakan makanan yang disajikannya.

Ia menjual ayam rica-rica, sayur, dan setumpuk makanan lainnya. Selain itu, bakso yang dijualnya, digemari teman-teman blogger, termasuk Amy dan rommie, Wan Rossa yang berasal dari Malaysia.

Ibu Sumitri pun membuat mie dari Singkong. Tanpa penyedap. Aromanya, sedaaaappp ๐Ÿ๐Ÿ’—

Tanpa sungkan, ia lancar membagikan resepnya pada kami. Parahita Satiti yang pintar berbahasa Jawa, menyimaknya dan seperti biasa, ia menterjemahkan ke dalam bahasa yang saya mengerti. Ibu berbahasa Indonesia juga, tapi terlalu cepat euy… saya agak bingung ๐Ÿ˜€

Berikut adalah resep Mie Kong buatan ibu Sumitri:

  1. Singkong diparut atau giling. Pisahkan air. Endapkan air hingga menjadi tapioka.
  2. Peram hingga 3 hari, jemur keduanya (gilingan singkong dan airnya). Setelah kering, jadikan satu, giling kembali.
  3. Adon menjadi mie. Potong-potong diatas daun. Kemudian kukuas setengah matang.
  4. Masak kembali dengan bumbu yang sudah disiapkan (pilihan bumbu terserah si pembuat mie kong).
  5. Beri taburan bawang goreng. Siap disajikan.

Bagaimana? Sudah ngences??! Hahhahahah… saya iya!!

Deuh, LAPAR! ๐Ÿ‘„

Tanpa penyedap rasa!
Doc @maurenfitri

***

Hiasan Negara dan Lampu Bambu

Saya bersama Mauren, berjalan mengitari beberapa tempat di seputaran Pasar Semarangan. Nuansa lampu yang terbuat dari bambu (jadi ingat cepon), terlihat disana. Mulai dari awal pintu masuk sih saya melihatnya. Tampah nasi yang dijadikan hiasan gerbang, juga ada.

Kami mencari makanan kesukaan yang sesuai di perut. Lapar tapi ngga lapar. Ehh tapi rugi kalau ngga mencicipi makanan di Pasar Semarangan. Pandangan saya lebih tertuju pada outlet gazebo bambu yang menarik.

Beberapa hiasan lain menunjukkan suasana empat negara. Mulai dari kincir angin, gapura yang ada Tionghoa, dan hiasan-hiasan yang selalu ada di Masjid.

Sepertinya kalau malam, lampu-lampu di Pasar Semarangan akan bertambah ceria ya? Belum lagi alunan musik yang didendangkan oleh penyanyi cilik yang tampil di panggung depan dengan hiasan bambu. Semakin menambah semarak suasana rekreasi keluarga dan pilihan sabtu malam minggunya, ya kan?? Deuuhh… deuuuuuhhh…
*jangan sedih! Aahahahhaha

Nah, jadi sudah menentukan akan kemana di pekan nanti?

Sendiri, berpasangan maupun beramai-ramai seperti kami di Famtrip Semarang Hebat 2018, juga seru looohhh… Terpenting adalah perut kenyang, hati riang. Horeeeeeee…..

Ayok hunting makanan lagi, Mauren! Kamu kan kehabisan bakso, Ejie pun belum kenyang makan. Mari keliliiiiiinngg.. โค (jie)

 

Familiarization Trip Semarang Hebat 2018, HUT Semarang ke 471 tahun
Bersama Blogger-Vlogger Indonesia dan Malaysia
4-5 Mei 2018

Pintu masuk Pasar Semarangan.
Doc by @maurenfitri

***

 

Tulisan lainnya bisa baca di:

1. Deta :https://goo.gl/3QhGY8

2. Muslifa :
Blog https://www.muslifaaseani.com/2018/05/berjuta-vitamin-sea-di-semarang-night.html
Blog https://www.kompasiana.com/muslifaaseani/5af504c416835f05de489042/kemilau-warna-warni-di-semarang-night-carnival-2018 |
Youtube https://youtu.be/3Boh5DuGSGc

3. Danan :
Blog https://dananwahyu.com/2018/05/08/ketika-little-netherland-bermetamorfosis/
Vlog https://youtu.be/4BBhUt3RJ0g

4. Lenny :
http://www.len-diary.com/pasar-semarangan/
http://www.len-diary.com/kampung-pelangi/

5. Gus Wahid : https://youtu.be/0duD-jVFtKo

6. Prima :
Youtube https://youtu.be/Xctq2ACaW5s
Blog http://www.primahapsari.com/2018/05/semarang-night-carnival-2018.html

7. Khairul Leon:
VLOG: https://www.youtube.com/watch?v=C1XxF_r90ZE
BLOG : http://www.khairulleon.com/2018/05/sehari-wisata-religi-ke-masjid-agung-jawa-Tengah-Semarang.html

8. Adityar :
Teaser Vlog https://www.youtube.com/watch?v=PhGVRkx30mM&feature=youtu.be

9. Gio
http://disgiovery.id/wisata-religi-semarang-hebat/
http://disgiovery.id/wisata-budaya-semarang-hebat/

Iklan

10 tanggapan untuk “Transaksi Digital Mudah, Jajan Puas di Pasar Semarangan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s