wisata kota

Bogor: Curug Ciputri yang Sederhana dengan Fasilitas Memadai

Gunung Halimun Salak menyimpan banyak pesona wisata di kaki gunungnya. Curug merupakan salah satunya yang sangat digemari pejalan untuk menikmati kesegaran air gunungnya. Sebuah tempat di Kecamatan Tenjolaya, menjadi persinggahan kami setelah trekking bukit dinihari.
Yuk, ikut! πŸ˜‰

***

Pilihan Lokasi Dadakan

Perjalanan hari itu, tidur kami rasanya sangat kurang. Setelah treking dinihari, tidur-tiduran ayam karena pagi sudah menjemput. Beberapa malah tidak tidur sama sekali. Kami benar-benar piknik seru weekend itu.

Makan. Ya, tidak berhenti masak sejak menyaksikan fajar menyingsing, mempesona mata kami. Udara segar memenuhi segenap rongga dada kami pagi itu. Logistik yang super banyak, membuat kami memasak apapun yang dibawa. Saking banyaknya, kami memutuskan tujuan selanjutnya kemping yang di luar rencana ini.

Baca:Β Fajar di Bukit Alesano

Hahhaha saya masih ingat, mereka berkali-kali bertanya, β€œAyo pilih, mau kemana?”

Dan saya yang berulangkali menyebut, β€œCiputri. Mau kesana sekalian survey atuhlah buat lokasi kemping nanti.”

Iya, saya sangat penasaran dengan informasi yang diberikan oleh Elde, tentang lokasi dan fasilitas disana. Dan yang sangat saya inginkan adalah bisa tidur nyenyak berayun, semalam saja untuk jadwal tidur yang sangat kurang ini. Ohh ~

Ya, ya, ya. Beberapa tempat pilihan lain dicoret, dan pilihan saya menjadi tujuan kami, pada akhirnya. Hore!

Kami memang berbeda komunitas. Backpacker Jakarta, Hitchhiker Indonesia, Hammockers Indonesia atau sebut kami dengan Kopi Nusantara? Hemm.. bisa juga kami gabungan dari semua komunitas yang ada di Jabodetabek. Perwakilan, mungkin. BASKOM (Bakti Sosial Lintas Komunitas)? Boleh, apapun itu, tidak membuat perbedaan itu menjauh dari kami dalam hal refreshing bersama.

***

Mencari Ciputri

Sepakat, kami menyewa angkot menuju Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Bogor dari tempat wisata pertama di Bukit Alesano. Terkantuk-kantuk beberapa dari kami yang memang belum tidur hari itu. Angkot sewaan penuh dengan aroma tubuh yang belum mandi sejak pagi. Hahhhaa… itu biasa, bukan? Ahh, tak mengapa.

Yap, rombongan perjalanan mendadak yang tak merencanakan tujuan ini, terdiri dari Debi, Angelicangga, Ndoro Faiz, Getoy, Suci, Andrie, Ella, Macan, Innu, saya dan 3 orang teman baru yang saya lupa namanya. Deuh, maafkan -_- Oiya, Steven dan temannya juga akan menyusul.

Seperti biasa, saya ya tidak hapal jalan. Teman-teman yang mengarahkan, berdebat, dan bertanya jalan. Entah pada penduduk sekitar, maupun om Google. Maklum dari titik pertama ke Curug Ciputri cukup jauh.

Naluri Angga yang terbiasa mencari jalan berdasarkan bacaan, informasi, membuatnya gesit dalam mencari. Saya memberikan informasi yang terekam dari cerita Elde di grup gabungan komunitas itu.

***

Pinus yang Penuh

Kami mengarah ke Curug Luhur, berjalan mulus dan tiba di pertigaan. Pada sebuah jalan kecil, kami belok kiri dan mobil mengikuti jalur hingga menemukan tempat wisata di kanan jalan. Seperti klenteng, atau apa yah? Lupa saya.

Perjalanan dari pertigaan tak memakan waktu lama. Jalanan tidak juga bisa dikatakan bagus. Sedikit berbatu karena jalan aspal yang jelek di sebagian. Lainnya bagus.

Kami tiba di pintu masuk Curug Ciputri, registrasi dan Angga mengatur angkot sewaan agar menjemput kami keesokan harinya.

Registrasi di sebelah kiri dari mobil berhenti. Dan berdekatan dengan pos regis, ada sebuah ruang disana bagi pengelola setempat. Sebuah teras yang cukup untuk berteduh, dan listrik yang cukup. Di depannya, ada warung dan lahan parkir motor. Untuk mobil, bisa parkir di luar sebelum pos registrasi.

Pandangan saya langsung meluas, menelisik setiap camping ground yang ada. Jalannya dekat, 5 menit telihat jajaran hutan pinus yang banyak. Wow, Pinus!

β€œYay, bisa tidur nyaman malam ini,” otak saya sudah penuh senyuman tidur menggantung ini πŸ˜€

akhirnya kemping hamek!
Doc Getoy

Toilet empat pintu di kiri, depannya tempat membasuh wajah atau sekadar ambil air dan wudhu bisa di luar, air berkeran.

Ada sebuah kolam atau danau dengan saung beratap rumbia di tengahnya. Saung dengan bahan bambu, tempat bersantai malam jika ingin ngariung. Boleh dipakai siapapun yang berkunjung.

Teman-teman sudah sibuk mencari lokasi memasang hammock dan mendirikan tenda. Saya mengikuti saja. Mata saya lebih lekat melihat teras sederhana pengelola dimana tampak beberapa orang yang duduk bercerita. Otak saya penuh dengan berbagai pertanyaan agar bisa segera menjelajah dan survey lokasi ini.

Singkatnya saya mendekat dan bercerita dengan dua orang bapak disana, lalu diarahkan pada si akang yang tengah bertugas hari itu. Ia bercerita panjang lebar dan mengajak saya berkeliling langsung. Wuih, mata langsung melek!

***

Hamek, yey!
Doc Getoy

Fasilitas Buper Curug Ciputri

Seringkali tempat tersebut dijadikan lokasi gathering. Ternyata, dulunya Bogor Hammockers sering banget main kesana. Tempatnya memang asik dengan sejumlah fasilitas yang tak perlu diragukan lagi. Airnya bersih dan melimpah! Puas dah kemping hore disana. Areanya pun luas dengan tiga camping groundΒ Ciputri yang ada.

Area 1, berkapasitas 500-700 orang.
Di area ini, fasilitas memadai. Toilet 4 pintu, air keran, listrik, saung, kolam dan warung yang dekat. Jika berkegiatan, bisa menggunakan beberapa titik listrik (IDR 30K/malam). Sound system, OHP, juga bisa nonton layar tancap plus karaoke. Paket lengkap!

Bisa karaoke, braaayy ~ Mantap, gan! πŸ˜€

Disini tempatnya lebih rerumputan dengan jarak pohon cukup bagi yang senang hammocking. Ada lapangan cukup luas untuk tent camp dan bermain.

Berjalan ke bawah sedikit agak memutar di kanan, kita bisa main aliran air sejuk, melewati batu-batu kali. Airnya ngga terlalu deras dan juga tidak begitu dalam. Untuk foto-foto dan sekadar basahan, okelah.

Area 2, berkapasitas lebih dari 1.000 orang.
Lokasi lebih ke dalam dan agak naik. Toilet satu (saat itu kondisinya memprihatinkan), dan untuk menggunakan fasilitas lainnya, cukup lumayan jauh. Apalagi ukntuk litrik yang harus menarik gulungan panjang.

Bagus jika memang Anda ingin menikmati suasana alam yang natural.

Kelebihannya, area kedua ini, cukup dekat dengan lokasi Curug Ciputri yang hanya berjarak sekitar 15 menit darisana.

Area 3, berkapasitas hingga 500 orang, kurang lebih.
Berada diatas. Melewati petilasan yang ada. Terdapat saung kecil dan ada toiletnya yang xo-xo (dulu). Cukup lumayan bagus karena Anda bisa menikmati kerlip lampu Kota Bogor di bawah sana. Indah dan menyejukkan.

***

Main ke Curug Ciputri

Saya dan akang berkemeja biru ini (deuh poho namina, hampura) meneruskan perjalanan dari camping ground kedua yang didominasi warna coklat, runtuhan ranting halus dari pohon pinus sekitar.

Dari camping ground utama (area 1) ke Curug Ciputri sekitar 20 menit (kata akangnya). Sementara saya merasa, perjalanan itu cukup lumayan. Entahlah, saya tidak terlalu menghitu waktu karena sibuk memperhatikan sekitar.

Kalau dari area 1, ikuti jalan ke aliran air di kanan. Tampak batu-batuan kali. Lalu akan bertemu jembatan bambu yang mengarah ke hutan. Bukan hutan tertutup kok, tapi menuju ke camping ground kedua.

Ikuti jalurnya. Nanti ada spanduk bertuliskan Gunsal (Gunung Salak) dan toilet yang menyedihkan. Kanan kirinya pohon pinus dan tumbuhan liar bertanah merah. Kadang, jalanannya ada akar-akar. Hati-hati dengan langkahnya yah?

Akan bertemu dengan pohon-pohon pinus yang diambil getahnya, lalu jalanan sedikit menanjak. Tidak lama kemudian, terlihat bale-bale dan tulisan Ciputri di kiri jalan. Dan akhirnya jajaran pohon pinus yang banyak memenuhi area 2. Waah, otak hammock! Wwkkwkkw..

Hutan bambu ke Curug Ciputri.
Doc pribadi, taken by guide

Mencatat dalam memori terbatas, tiap jengkal yang saya lalui. Terutama arah, belokan, penanda yang buat saya bisa balik lagi kesana, nanti.

Berjalan lurus setelah jajaran hutan pinus, kami memasuki hutan bambu. Saran sih, kalau ngga mau digigit nyamuk, pakai baju lengan panjang atau gunakan lotion anti nyamuk. Ikuti saja jalur yang ada. Jalurnya jelas karena berpagar bambu di sepanjang jalan.

Si akang yang berpakaian rapi ini menjelaskan, untuk keamanan, sebaiknya kalau main ke curug, jangan sampai pulang terlalu sore. Jam 5 sore, sudah harus di camping ground kembali. Gunung Halimun Salak, paham, kan?

Setelahnya, kita akan menikmati udara terbuka. Jalan ditandai dengan tanah merah dengan pijakan batu tak beraturan. Sedikit turunan dan tanjakan. Tak jauh, sudah terdengar gemericik aliran air terjun di kanan jalan.

Jalan sedikit lagi, yuhuuu.. tibalah di Curug Ciputri. Sepi, tidak banyak orang yang berkunjung. Menurut si akang, pengunjung akan ramai di Sabtu sore dan Minggu.

Minta tolong atuh fotoin… wkwkkkw
Doc pribadi, taken by guide

Curug Ciputri ini, debit airnya tidak deras seperti curug pada umumnya. Terdiri dari satu pancuran utama yang membelah menjadi enam pancuran di bawahnya membentuk horden/tirai diantara jatuhnya pada sela batuan dan tumbuhan. Tingginya mungkin sekitar 10 meter.

Etapi, kita bisa kok kalau mau mandi atau main basahan disana. Cuma ya ngga ada fasilitas kamar mandi buat ganti pakaian. Nah, kalau kesana, langsung aja bajunya yang siap basah pergi pulang yah? Biar ngga repot. Disarankan bawa air minum dan cemilan kalau memang mau main air disana. Sampahnya bawa kembali, jangan biarkan menumpuk ngga karuan disana!

Karena tidak terlalu ramai, tempat tersebut bersih. Kami hanya memungut beberapa sampah plastik yang ada. Sekitar satu plastik ukuran kecil hasil kami membersihkan sampah di sekitar.

Niat survey, tak sengaja jalan-jalan langsung dengan guidenya, lalu ikut mengumpulkan sampah yang ada. Tanpa rencana, semua memang berjalan apa adanya. Senang? Yuppiiii… Yuk, pulang bobok ke hammock nyaman atuhlah! ❀

***

Rute ke Ciputri

Waktu itu, kami dari arah Alesano, sewa angkot langsung ke Curug Ciputri. Kalau naik angkot dari Stasiun Bogor, 2 kali naik angkot.

Rute angkot dari Stasiun Bogor:

  1. Naik angkot 02 jurusan Laladon, turun di terminal.
  2. Naik angkot Tumaritis, jurusan Tenjolaya.

Nanti di angkot Tumaritis, bilang ke supir, turunnya di Ciputri. Angkotnya mungkin ngga sampai ke atas. Kalau begini, paling ya naik ojek angkalan atau pakai jasa ojek online mah kalau sekarang.

Nah waktu itu juga pernah dari arah rumah Irfan Tuyul, kita motoran. Lebih dekat sih dari Bojong Rangkas, Pangkalan 2, kita lewat jalur belakang Segog yang wuuuusshh… wuuusshh sampai. Hhhehee

***

Hemmm… jalan-jalan kemana pun, kalau bareng teman-teman mah, pasti seru kan? Yang pasti selalu jaga kebersihan dan ngga buang sampah disembarang tempat. Atau mencoret alam yang ngga tahu gunanya buat apa gitu?!?

Kalau alam lestari, kita juga yang senang kan? Karena alam dan lingkungan merupakan tempat bertahan dan kelangsungan hidup manusia yang terikat satu sama lainnya. Misalnya pada air, tumbuhan, hewan, udara, sinar matahari, dan sebagainya.

Selain itu, dengan alam yang bersih dan kita jaga, tempat tersebut akan menjadi wadah bertemu, beredukasi, kerja sama, tempat relaksasi dan bersosialisasi bagi manusia, bukan? Jadi sudah tahu harus bagaimana?

Yuk packing, mumpung besok libur (ke)panjang(an). Yosbraaayy lah kita ~ bhahhahahahhha πŸ˜‰ (jie)

Edisi candid
doc pribadi, taken by guide

***

 

 

 

Iklan

10 tanggapan untuk “Bogor: Curug Ciputri yang Sederhana dengan Fasilitas Memadai”

  1. Sepertinya masih banyak yang belum tahu bahwa di kaki Gunung Halimun banyak tempat untuk menarik wisatawan ya mbak. Curug curug nya menggoda untuk difoto atau direnangi. Semoga Sukabumi dan Banten akan selalu rukun berbagi kue pariwisata Curug ciputri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s