Hammockers Indonesia

Webbing, Si Tali Pipih Berjuta Manfaat

Pemakaian webbing banyak diaplikasikan pada sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas luar ruangan, selain penggunaannya pada tas ransel. Sedikit berbagi wawasan mengenai webbing, berkaitan dengan penggunaannya pada hammock, mungkin akan membantu.

Disebut sebagai spreader untuk bagian luar hammock yang berpasangan. Webbing buatan Pak RT #hammockersjakarta dengan bartak. Muat dalam lubang prototype bambu.
Doc pribadi

***

 

Webbing Secara Umum

Webbing merupakan bagian dari alat outdoor yang diperlukan. Dapat digunakan pada beberapa kegiatan outdoor seperti panjat tebing, wall climbing, slackline, mendaki, kegiatan militer, pengganti harness, terbang layang maupun kegiatan yang menggunakan parasut, keadaan darurat kendaraan, PPGD, serta lainnya. Kegunaan webbing pun bisa dipergunakan dalam pekerjaan luar ruangan yang membutuhkan pengamanan.

Tak hanya itu, webbing juga bisa digunakan pada tali tas ransel, sling bag, waist bag, maupun sandal. Atau pada asesoris, contohnya tali (ikat) pinggang.

Webbing berfungsi pula sebagai pengganti tali. Warnanya bermacam-macam.

Secara umum, webbing adalah anyaman. Terbagi menjadi dua macam berdasarkan sifat dan kegunaannya, webbing/anyaman kaku dan fleksibel.

Webbing yang terbuat dari bahan serat (anyaman padat atauΒ flat webbing), tercipta membentuk bidang datar. Sifatnya kaku (statis). Biasanya kerap digunakan sebagai tali pada tas. Bisa dijahitkan langsung pada bahan. Misalnya pada tali ransel (nylon backpack strap).

Pemakaian flat webbing (anyaman datar) bisa pula digunakan pada industri truk, kontainer, otomotif, menarik alat berat ((nylon) cargo webbing dan polyester webbing). Selain itu bisa pula sebagai tali (ikat) pinggang, sabuk selam (dive belt webbing), dan strap webbing (anyaman tali).

Webbing ini juga beberapa dipakai dalam kegiatan outdoor sesuai peruntukkan keperluannya. Masing-masing kekuatannya juga berbeda.

Sementara webbing tubular (anyaman tubular), anyamannya lebih fleksibel (dinamis) dan tebal. Karena dua bidang yang ditumpuk dua membentuk ruang diantaranya (elastic round). Daya regangnya bagus, kuat dan penggunaannya bisa diaplikasikan pada simpul karena lebih lentur dan lembut.

Dalam bahasa pertemanan, disebut pula dengan webbing donat, karena bolong tengah.

Pada umumnya, anyaman tubular digunakan pada kegiatan industri dan lebih kepada kegiatan menahan beban. Seperti memanjat, slackline dan kegiatan pendakian.

Awalnya, webbing terbuat dari kapas. Kini webbing terbuat dari serat sintesis seperti nilon dan polyester. Materialnya berkekuatan tinggi, ringan dan kuat dengan kekuatan putus lebih dari 10 lb (44,4 kN).

Penggunaan webbing dapat diaplikasikan pada pengguna ayunan kekinian, hammock. Dalam hammock, webbing berguna sebagai penyambung antara body hammock ke pohon (tree hugger).

Menggunakan webbing sebagai penahan beban dari hammock yang dinaiki, lebih ramah lingkungan. Sebab webbing tidak merusak kulit pohon.

***

Fungsi Webbing pada Hammock

Seperti sudah dijelaskan diatas, webbing adalah penyambung antara body hammock dan tree hugger. Penggunaannya sangat utama dalam pemasangan hammock.

Cara standar sederhana memasang hammock strap webbing:

  1. Satukan kedua ujung webbing.
  2. Pasang pada batang pohon dengan memasukkan kedua ujung webbing ke bagian yang membentuk lubang.
  3. Jika tali panjang, bisa direkatkan dua kali putaran pada pohon.
  4. Tarik hingga webbing terpasang dan terkunci kokoh pada pohon dan tidak bergeser jatuh.
  5. Bisa pula menggunakan simpul dasi atau simpul tambat/timber hitch (cek link di bawah) dengan menyesuaikan ikatan pada ujung tali lainnya.

Kelebihannya:

  1. Sisa webbing sebagai jalur air (water drip line).
  2. Sisa webbing sebagai ikatan barang lainnya dengan membuat simpul yang membentuk loop .

Kekurangan:

  1. Agak sedikit repot karena harus membuat simpul kembali untuk menggantung barang.
  2. Bisa jadi, barang yang digantung dari sisa webbing pada simpul, terkena basah pada saat menggantung (khususnya jika musim penghujan). Pilih barang yang tahan air agar tidak repot terkena basah.
  3. Sisa webbing (jika terlalu panjang) akan kotor karena menjuntai di tanah.
  4. Semakin seringnya menggunakan model ini, kemungkinan bisa menyebabkan friksi (terjadinya gesekan antar simpul pada suatu bidang/media) juga pada webbing/tali.

Cara memasang Hammock strap webbing dengan simpul rantai:

  1. Bentuk tali menjadi simpul rantai (daisy chain).
  2. Gunakan sebagian webbing pada simpul rantai untuk hammock.
  3. Rekatkan webbing pada pohon (bisa dilakukan dua kali putaran agar kokoh).
  4. Ikat menggunakan simpul pohon.

Kekurangan:

  1. Jika kondisi hujan, sama seperti memasang standar di poin 2, barang bisa basah.

Kelebihan:

  1. Tidak menjuntai ke bawah, webbing tetap bersih.
  2. Mempunyai loop penggantung barang.
  3. Mengurangi friksi, karena beban terbagi pada loop-loop yang ada.

Lihat video berikut:

***

Mempacking Webbing

Biasanya setelah penggunaan, kita akan menggulung atau melipat kedua ujung sisi webbing sehingga membentuk ikatan rapi. Ada cara lain yang juga simpel pada saat mempackingnya, yaitu dengan cara membuatnya menjadi simpul rantai.

Simpul rantai membuat packingan webbing dengan cara mudah serta cepat dipelajari. Setelah dipacking pun, banyak hal bisa dilakukan pada simpul rantai tersebut.

Cara mempacking webbing menjadi simpul rantai:

  1. Ambil kedua ujungnya, tempelkan menjadi satu.
  2. Pegang sisi lain yang bertautan.
  3. Gunakan ibu jari dan jari tengah Anda sebagai panduan membuat simpul.
  4. Masukan kedua jari pada sisi bertautan dengan menarik webbing kedalam lubang.
  5. Tarik hingga membentuk jalinan.
  6. Lakukan hal yang sama seperti langkah sebelumnya hingga webbing mencapai akhir.
  7. Pada tarikan akhir, tarik hingga tali/webbing keluar dari lingkaran simpul dan mengikat agar tidak lepas.
  8. Webbing telah membentuk simpul rantai yang rapi.

Penggunaan webbing yang telah dianyam membentuk simpul, bisa diaplikasikan sebagai:

  1. Gantungan printilan barang-barang. Misal carabiner, tas kecil, botol minum, kacamata, dll.
  2. Menjadi gantungan bagi hammock sesuai pemakaiannya.
  3. Bisa dilakukan tandem hammock dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan menggantung.
  4. Dan lain-lain

Tidak harus selalu menggulung dan melipat, bukan? Webbing menjadi lebih fungsional dengan membuat simpul rantai.

Cek di video berikut ini yah πŸ™‚

***

Merawat Webbing

Agar webbing tidak cepat rusak, sebaiknya perhatikan saat membersihkan. Rawatlah webbing setelah pemakaian di luar ruangan.

Cara merawat:

  1. Cucilah hanya dengan air biasa.
  2. Rendam (biasanya 10-15 menit kalau kotor banget), lalu kucek dan bilaslah dibawah aliran alir langsung, agar kotoran keluar.
  3. Jangan menggosoknya dengan sikat, karena akan merusak serat.
  4. Jemurlah ditempat teduh. Jangan dibawah sinar matahari langsung.
  5. Angin-anginkan saja. Biarkan 2-3 hari hingga kering agar tidak selalu berada dalam pouch/sarung webbing.

***

Tulisan ini saya buat berdasarkan hasil obrolan, beberapa pertanyaan menggantung saya pada beberapa teman, membaca, juga diskusi. Tiap percakapan mempunyai nilai tersendiri bagi saya.

Bahwa tidak ada perbincangan yang sia-sia jika kita menempatkannya pada porsi sesuai kebutuhan. Tinggal bagaimana kita membuatnya menjadi alur perbincangan menarik, dimana kita membutuhkannya sebagai tambahan bagi wawasan pribadi (jika memang inginmu) dan membagikannya pada lingkungan yang membutuhkan.

Semoga bermanfaat tambahan tulisan untuk melengkapi wawasan dalam berhammocking yah, kawan. Saya menjabarkannya sesuai apa yang saya dapat, nalar, dan menuangkannya dengan bahasa sederhana. Semoga berkenan πŸ˜‰ (jie)

***

Aplikasi webbing pada pemasangan hammock.
Doc by @joelbascraft

Sumber:

  1. Webbing

  2. What is Webbing

  3. Daisy Chain

  4. Simpul Tambat

  5. Kang Febi (penggiat outdoor, climbing mountainer, Hammockers Garut)

  6. Rizky Nur Fajri (Hammockers Jakarta, Kang coil vape)

 

Iklan

14 tanggapan untuk “Webbing, Si Tali Pipih Berjuta Manfaat”

      1. Ejie rasa, tinggal bagaimana penggunaan dan cara perawatannya saja. Dan memang, tiap bahan, pasti ada masa pakainya, kan?

        Kalau karena keteledoran kita yang mengakibatkan friksi mah, jangan nyalahin orang. Hhehheeh

    1. Bukan karena tali basah, ngga boleh pakai. Tapi kalau hujan, kemungkinan air akan mengalir ke arah hammock yang kita pakai.

      Tapi ada tehniknya juga, bisa pakai suspensi hammock (cek tulisan aja, ada kok πŸ˜‰ )atau dengan cara memakai pemutus aliran air (soon).

  1. Aku sering menggunakan webbing pada saat paragliding maupun zipline. Tapi kalau disebut webbing baru tahu setelah membaca Disini. Merasa tercerahkan. Terima kasih Ejie

  2. Ahhh keren banget infonya. Dulu waktu SMA aku ikut pencinta alam, belajar rapling harnestnya belum ada (saat itu itungannya mahal untuk klub PA anak SMA) pake webbing. Untungnya ada webbing panjang untuk melilit badanku ini hehehhee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s