Hitchhiker Indonesia (HHI)

Kenali Lokasi Hitchhiking

Atur strategi jika berdiri di satu tempat terhitung lama. Saran saya, pindah tempat atau ganti tulisan “wilayah” menumpangnya dengan jarak yang dekat. Katom dan saya melakukan itu ketika bermain hitchhike Jakarta sepi. Penasaran?

Media sign
Doc pribadi

***

Sebelumnya, baca: Etika Tidak Tertulis dalam Berhitchhiking

Hitchhike Jakarta sepi. Tujuan Blok M, lanjut ke Mampang Prapatan.
Doc pribadi.

Ganti Haluan Tujuan

Sudah 40 menit menunggu di Fatmawati. Saya harus mengganti tujuan nih. Sudirman sepertinya kejauhan bagi petunjuk yang kami pampangkan. Saya bertanya jalur pada Katom. Maklum, saya ngga hapal jalan.

Sepakat. Saya mengganti tulisan Sudirman menjadi Mampang dan kembali berdiri di tengah teriknya udara panas ibukota sepi saat itu.

Baru saja membentang tulisan NUMPANG BLOK M, 3 menit kemudian, kami dikejutkan dengan sebuah suara.

“Mau ke Blok M, ya? Atau Sudirman?” Bapak tinggi besar berbaju kuning itu menghampiri Katom @nyokmlaku yang asik posting. Serentak kami berdua menoleh ke sumber suara.

Katom masih cengok dengan HPnya, mungkin ia bingung dan kagok. Saya segera menghampiri. “Sudirman, tujuannya, pak. Tapi ke Blok M dulu,” saya menjawab.

Bla.. blaaaa yihuuuuu

Kami akhirnya naik kendaraan si bapak yang bernama Bayu. Ia orang Bandung yang pindah ke Jakarta. Domisili di Pondok Labu dan sedang mencari pusat pengiriman barang yang ternyata masih tutup hari ini. Karena sedang libur lebaran, agak sulit bagi si bapak mencari tempat pengiriman barang. Ia harus berputar ke beberapa tempat.

Ternyata ia sudah lewat jalan itu tadi, melihat kami dan tulisan #numpang . Kemudian ia berbelok dan menyuruh anaknya, Nathan untuk melihat kembali, apakah kami masih di tempat kami berdiri yang sama. Berarti, kedua kalinya ia melewati jalan tersebut.

Rezeki memang tidak pernah kemana, ya kan? Dengan niat memberi tumpangan pada saya dan Katom @nyokmlaku , pak Bayu dan bu Ria istrinya, bertemu dan mengajak kami karena searah.

“Kami putar balik karena jasa pengiriman yang dimaksud, tutup. Lewat sini sekalian minta anak saya lihat, apakah kalian masih berdiri disana? Biar sekalian diajak, saya searah soalnya. Mau cari tempat lain,” kata pak Bayu.

Tapi karena di Blok M tempat pengiriman juga tutup, akhirnya meneruskan jalan ke Mampang Prapatan. Mengingat jalur agak riweuh, kami disarankan turun di Mampang.

Namanya juga jalan tanpa destinasi pasti, makanya kami ikut saja saran pak Bayu. Pastinya Mampang itu jalur mudah ke 4 arah yang bisa kami pilih secara random.

Jadi masih mikir kalau main di ibukota kurang seru meski #jakartasepi ? Masih ngga mau ikut bermain? Masih kepengin keluar kota? Huaaaaa… bebas kok. Pilihan kan ada di Anda.

***

Hitchhike Kopaja, Yeay!

35 menit kami berdiri di depan halte busway Kuningan Timur. Sama, banyak kendaraan euy, tapi ngga mau berhenti. Hhehehhe…

Mereka membaca tulisan NUMPANG MENTENG kami. Terlihat dari kaca mobilnya yang tampak dari luar.

Ada yang mobilnya berjalan pelan mendekat untuk membaca. Setelah lihat tulisan numpang, mereka melajukan kendaraan kembali. Ada pula yang mengeja tulisan numpang dan tersenyum. Ya ngga apa kok. Toh kami memang jalan-jalan main menikmati kota Jakarta sepi.

Ehh, tak jarang, kendaraan online pun menawarkan kami untuk diantarkan secara gratis. Karena berdua, ya saya menolaknya. Habisnya hanya satu motor, gimana atuh? Kan harus barengan. Niat di awal bersama, kan?

Kami menghabiskan waktu dengan guyon sih, biar Katom #nyokmlaku ngga bete (bosan).

Tak lama, dari arah depan Katom, sebuah kopaja berjalan pelan dan melambaikan tangannya mengajak kami.

“Menteng, kan? Ayok naik..” si kondektur mengajak.

“Mau numpang, pak,” jawabku.

“Ayok,” ngga usah basa-basi nih. Setelah saling kode dengan Katom, akhirnya kami naik kopaja itu. Nah, berhubung kendaraan umum yang naik turunnya cepat, ngga bisa euy foto plat kendaraannya. Dan saya lupa lihat juga.

Nama supirnya Kurnia Tarigan. Asal Medan. Sudah berkeluarga dengan 2 anak (kelas 3 dan 1 SD). Sudah 8 tahun ia di Jakarta. Sejak lebaran, tarikannya tidak terlalu banyak. Hari ini, sejak kami naik, baru 3 rit dia narik kopaja. Biasanya bisa 6-7 rit per harinya.

“Biasa, mbak. Kan sekarang banyak mobil dan ojek online. Jadi tidak terlalu banyak yang naik. Khususnya di hari raya seperti ini. Kalau hari kerja, lumayan ramai yang naik kopaja, mbak,” jelas pak Kurnia.

Alhamdulillah, masih banyak orang baik di Jakarta yang mau berbagi kendaraannya dengan pejalan seperti kami ini. Terima kasih, Jakarta 😉

Kami berhenti makan di Taman Menteng. Lapar, kak! Haiyaaaahhhh -_-

***

 

Touchdown Makan

Kenyang!
Doc pribadi

Katom dan saya tiba di touchdown akhir dari sekian perjalanan yang telah kami lakukan sejak pukul 11.00 wib, Rabu itu. Adeuuhh.. saya lupa tanggalnya. Berikut adalah catatan kendaraan hitchhike santai dari start hingga finish.

Start Kampung Rambutan.
Kendaraan 1, tujuan Fatmawati.
Rest, dzuhur di masjid dekat Museum Basoeki Abdullah, Fatmawati.
Kendaraan 2, tujuan Sudirman ganti Blok M, berhenti di Mampang Prapatan.
Rest, ashar di Masjid Dinas Pendidikan, dekat halte busway Kuningan Timur.

Finish Taman Menteng.
Kendaraan 3, tujuan Taman Menteng.
Rest, makan dan menanti maghrib di Masjid Sunda Kelapa, dekat Museum Nasional Proklamasi.

Karena memang tidak niat #hitchhike sampai malam dan hanya ingin jalan-jalan main, jadilah kami memutuskan Taman Menteng adalah titik akhir bermain. Katom ada temannya datang, saya juga kepengin pulang, tidur. Sebelum berpisah, kami makan sore bersama. Kesukaan yang ngga sengaja sama, kebab dan minum es krim. Yuklah makan, Katooooommm..

So, ceritanya sekian yaahhh..

Terima kasih sudah ajak saya bermain, Katom.
Terima kasih kembali, Jakarta.

***

Baca Lokasi

Disamping mengenali kondisi hitchhike mate, secara garis besar, hitchhiking artinya juga belajar membaca situasi dan lokasi. Situasi seperti apa?

Kalau hitchhike jarak jauh, artinya:

  1. Kenali jalur yang akan kita ambil.
  2. Baca peta, persiapkan segala sesuatu sesuai jalur tempuh.
  3. Perhatikan titik henti terdekat.
  4. Berhenti di tempat keramaian (publik service area) untuk rute istirahat, makan atau mencharge batrai HP jika powerbank mu habis.
Media sign hitchhiking,.
Doc pribadi.

Bagaimana kalau hitchhike dalam kota?

Contoh kasus di Jakarta. Pada saat menunggu di Fatmawati dekat masjid setelah kami shalat Dzuhur. Kendaraan disana banyak yang lalu-lalang. Mobil pribadi yang bagus, notabene juga lumayan kosong. Beberapa mungkin yang penuh berisi karena mau bersilaturahmi ke rumah keluarga.

Lalu kenapa demikian banyak kendaraan, namun kami selama itu berdiri disana? Hampir satu jam menunggu.

Perkiraan saya, paling lama 15 menit saja mencari tumpangan disana. 15 menit kedua, saya merasa, jalur tersebut seperti ketika saya dan Pitray mencoba jalur Tegal (hitchhike Jakarta-Yogya). Hingga di 10 menit akhir, saya berpikiran untuk mulai mengganti tulisan tujuan.

Cukup lama ya memutuskan? Ya ngga apa. Kadang saya harus membaca dulu sebelum melanjutkan bertindak. Istilahnya ya perang dalam benak, mengolah, mengaduknya sebelum menjadi adonan. Hhahahhaa

Lakukan hal berikut ketika terlalu lama berdiri di satu tempat:

  1. Baca/lihat lokasi.
  2. Lihat kendaraan yang lewat.
  3. Lihat ekspresi pengendara atau orang dalam kendaraan.
  4. Pindah tempat menunggu.
  5. Buat tulisan tujuan baru yang lebih dekat jaraknya atau ramah ketika diucapkan orang yang membacanya.
  6. Buat keputusan lanjut. Menginap, atau naik kendaraan berbayar jika sudah tidak memungkinkan menunggu di tempat tersebut.

Hitchhiking tidak bermaksud menyulitkan Anda dalam melakukan perjalanan. Jika sudah di titik klimaks yang tidak bisa ditolerir lagi untuk hitchhike, maka ambilah keputusan terbaik bagi diri dan hitchhike mate.

Diskusikan bersama dalam pengambilan keputusan. Jelaskan mengapa hal tersebut harus dilakukan saat itu. Perhatikan juga kondisi tubuh kita dalam tim.

Bukankah berpartner dalam perjalanan itu, mengajarkan kita untuk mendengarkan? Menurunkan ego, bersabar, menerima dan memberi masukan bagi kebaikan bersama.

Coba dong dishare petualangan bersama partner jalan-jalanmu… biar saya juga bisa belajar dari pengalaman teman-teman 🙂 (jie)

Kendaraan keluarga
Doc pribadi, taken by @nyokmlaku

***

 

 

Iklan

6 tanggapan untuk “Kenali Lokasi Hitchhiking”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s