LAUTKU sayang

Watersport Asik di Pasir Merica, Pantai Kuta Lombok

Pantai di Lombok, hampir keseluruhan jernih. Tak puas jika hanya mendengar cerita. Mampir, main dan menelusuri, tentu lebih terasa nampolin hati. Uhuk! Terus gegoleran deh diantara mericanya. What?!?? Merica? Lada? Heem.. ayok kita ke Pasir Pantai Kuta nya Lombok ❀

 

Teduh πŸŒŠπŸŒ…
Doc pribadi

***

Pantai Desa Kuta

Heiii, Pantai Kuta bukan hanya terdapat di Bali saja loh, kawan. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga ada. Bila di Pantai Kuta Bali kita bisa menikmati matahari terbenam yang indah di beberapa spot, maka di Lombok, justru kita bermain dengan alam yang masih natural.

Pantai Kuta Lombok berpasir butiran ini, berada di Desa Kuta, Nusa Tenggara Barat. Air lautnya sangat jernih. Terlihat gradasi hanya dengan memandangnya dari kejauhan. Dalam bulan Februari atau Maret, biasanya kita juga bisa melihat upacara Bau Nyale, dimana pelaut mencari cacing di laut.

Bersama kedelapan teman saya, tujuan setelah turun dari Gunung Rinjani adalah memanjakan diri kami dengan angin sepoi-sepoi di pantai.Β  Bersama bapak di rumah singgah Lombok, kami pun berjalan-jalan ke arah Desa Kuta.

Ranting-ranting pohon di sepanjang jalan, kering keabu-abuan dan sangat jarang ditumbuhi daun hijau. Pemandangan begitu cantik disertai awan putih dengan langit biru membumbung. Tawa ceria tak lepas dari wajah-wajah hitam kami. Ya, Lombok membuat kulit kami menjadi eksotis. Hhhahahah… *we’re local tourist who looking for tanned skin πŸ˜€

Perjalanan dari Mataram ke Desa Kuta menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Jalan ke arah pantai pun, sudah rapi, beraspal, meski di beberapa tempat masih sedikit berkerikil.

Merica di Pantai Kuta
Doc pribadi

Desa Kuta, terletak di Lombok Tengah, mempunyai pasir pantai terapi kata saya. Pasir pantai disini, berbeda dari pasir pantai lainnya. Sedikit lebih besar menyerupai butiran bumbu dapur, merica. Hah? Mosok sih? Saya meraup butiran pasirnya dan mengamati. Iya ihh.. benar.

Cobalah berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Terasa nyaman ketika memijaknya. Serasa dipijat kali ya? Hahhahah geli sih kaki saya kalau ngga pakai sandal.

Kedelapan orang dari mobil bapak, menghambur keluar. Masing-masing mencari ketertarikannya pada pantai putih itu. Sesekali, kami tidak bersama, mungkin tidak masalah.

Saya menelusuri pantai dengan berjalan kaki, cukup lumayan. Letih yang terbayar dengan pemandangannya. Bagi Anda penyuka lansekap, ada banyak spot yang bisa dijadikan tempat memotret. Untuk masuk ke pantai ini, cukup membayar parkir saja sebesar 5 ribu dan Anda bisa sepuasnya berada disana. Mobil di parkir, dan kami berjalan ke arah pantai.

Pantai dengan air yang jernih serta lautan birunya itu, membentuk setengah lingkaran. Pantai Kuta Lombok ini dikelilingi oleh bukit yang hijau. Bukit tersebut juga biasa dikunjungi, Bukit Mandalika namanya. Menurut kisah, Putri Mandalika melompat terjun dari bukit, karena menghindar dari seorang pangeran yang hendak mempersuntingnya.

***

Layangan dan merica πŸ˜›
Doc pribadi

Aktifitas di Pantai

Kami datang dibawah pukul 12 siang dan belum terik, sehingga angin pantainya terasa sejuk. Mungkin juga karena di sekitar pantai ini dikelilingi oleh jajaran bukit. Terlihat jelas bukit-bukit yang menyambung, seolah menutupi pantai agar selalu aman.

Jangan khawatir kalau dikira hanya akan duduk diam saja disana. Selain piknik leyeh-leyeh seperti saya, bagi yang suka olahraga air (watersport), bisa mengikuti berbagai permainan yang disediakan. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan lho.

Ketika kami datang, terlihat olahraga air yang bisa dilakukan oleh pengunjung. Seperti parasailing, terbang layang di atas air. Kita akan duduk dengan parasut besar membawa kita melayang terbang. Jaket pelampung pun disiapkan untuk kita.

Aman, karena ada guide dan instrukturnya. Tentu saja sebagai seorang pemula atau hanya wisatawan yang ingin bermain parasailing, kita akan diberi instruksi juga pengarahan sebelum terbang. Pengenalan alat, posisi berdiri sebelum terbang, dan cara mendarat. Naik parasailing ini, biasanya kita akan ditarik speed boat agar parasut naik ke atas, perlahan.

Parasaailing di Bali
Sumber om Google

Agar kita melayang santai diatas, tali parasut pada parasailing, panjang kok. Karena panjang Tali parasut juga menentukan ketinggian. Antara 70-100 meter. Kita juga tidak akan lama di atas laut. Paling 4-5 menit, lalu parasut perlahan akan turun. Ehh, bisa tandem juga nih bagi yang ngga berani terbang sendiri.

Selain itu, kita juga bisa snorkeling, bermain banana boat, dan jetski. Di pinggir pantainya, kita juga bisa berenang. Airnya bening dengan ombak yang mengalun.

Agak ke tengah, kita bisa pula bermain selancar. Ada papan selancar yang disewakan. Tak hanya itu, beberapa pengunjung juga bermain layang-layang dengan ukuran agak besar dari biasanya.

Ehh, tentang layang-layang ini, sungguh saya baru sekali itu melihat layang-layang berukuran besar lho?!? Pemain layangan, menunggu angin agar bisa menerbangkan layangannya. Ia dibantu oleh temannya dan hop! Layangan berwarna kuning, sangat kontras dengan warna langit memikat hati ini. Subhanallah..

***

So blue from the other side. Whoaahh 😍😍😍
Doc pribadi

Dialog Asesoris Lombok

Sementara menunggu Luther dan Erore bermain air, sebagian duduk dibawah rindangnya pepohonan yang ada. Tidak banyak pohon disana, kalah telak dari hamparan pasir mericanya dari ujung ke ujung.

Gersang? Mungkin saja. Setidaknya cukup bisa menghitung pepohonan berjarak yang ada sejak saya menginjakkan kaki dan mengambil posisi di sebelah Irma yang hidung dan matanya menyerupai panda. Lucu! Kulit muka di wilayah hidungnya membentuk pulau. Bahan candaan usil teman-teman nih si Irma.

Sebuah rumah –atau pusat informasi bermain air- berada di kiri saya. Tampak kecil dengan posisi tiduran malas ala saya di pasir merica ini. Sedikit tertutup dengan rumah itu, tampak bukit atau karang yang menjulang di belakangnya. Tertutup rumput, sehingga terlihat hijau dari posisi duduk saya. Tadi berencana ingin berenang, tetapi saya memutuskan untuk menikmati pemandangan saja. Bersantai di atas pasir merica. Ida, Ruli dan Pepy, berfoto di samping saya.

Tak berapa lama, ibu-ibu penjaja kain tradisional Lombok mendekat. Begitu pula dengan bapak penjual pernak-pernik juga baju-baju bertuliskan Lombok yang sedari tadi tidak terlihat di sekitaran. Ternyata, mereka tidak akan mendekat bila kita tidak sedang duduk lesehan. Akhirnya sebagian dari kami pun berkerumun memenuhi para penjaja. Biasa deh, jajan oleh-oleh buat keluarga tercinta.

β€œIbu, kain ini buat sendiri, kah? Atau ambil ke pengrajin tenun?” saya bertanya sembari melihat kain berwarna coklat idaman.

β€œKain-kain tradisional ini, sebagian saya ambil dari Desa Sasak Sade, kakak,” ujar ibu berbaju putih. Ia menjejerkan dagangan tenunnya.

Desa Sade merupakan desa tradisional yang terkenal di Lombok. Disana, hampir keseluruhan penduduknya berkerajinan. Menenun kain, syal, ikat kepala, selimut, taplak meja. Ada pula yang membuat kerajinan gelang dari tali-temali, tas, ikat kain (tali pinggang), dan lainnya. Warnanya cantik juga menarik. Mampirlah ke desa tersebut. Ada cerita menarik tentangnya.

β€œBu, saya ambil kainnya dua, ya.. Yang coklat dan marun,” dialog kain tenun pun ditutup dengan bunyi perut keroncongan kami hari itu. Waahahahha..

Hari mulai terik, perut keroncongan, puas bermain, puas berenang dan puas leyeh-leyeh, saatnya mencari makan siang. Ayam taliwang, sedap nih kan? Huuaaaaaa sa su lapar, kakak…. (jie)

***

Let’s play kite 🎏
Doc pribadi

Tulisan ini pernah dimuat pada media online Sportourism.id
Ditulis ulang dengan editing dan penambahan di beberapa bagian sebagai arsip tulisan. Foto milik pribadi, dan 1 foto bersumber di Google.
Saya sebagai contributor disana.

***

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s