UKM, wisata kota

Usaha Warisan Garam Rebus Kasriyah

Ibu Kasriyah trngah mengaduk rebusan air garam.
Doc d_ujha

Garam rebus? Baru ini saya mendengarnya. Cuma tahu ya garam yang sudah berbentuk bongkahan kasar dan harus ditumbuk, atau garam halus saja. Melihat proses pengolahannya pun belum pernah. Seperti apa ya?

***

Berkunjung ke Produksi Garam Rebus

Garam merupakan satu kebutuhan yang digunakan khususnya dalam kuliner. Mau masak lauk, sayur, atau kue, pasti memakai garam. Atau buat rendaman ikan dan daging pun sebelum diolah, kadang juga memakai garam.

Daerah pesisir Brebes, tepatnya di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, potensi ekonomi masyarakatnya tengah berkembang. Tempat wisata dirapikan sekaligus mengurangi masalah abrasi yang terjadi. Di desa tersebut juga terdapat pengolahan garam buatan rumah tangga yang sudah diproduksi ke beberapa daerah.

BacaAbrasi di Brebes

Bersama teman-teman Blogger Semarang dan pemandu kami dari Pokdarwis Pandasari, Brebes, saya ikut mampir ke salah satu produksi garam rebus disana.

Rebusan air garam
Doc pribadi

Seorang bapak tengah berkipas-kipas duduk santai menunggu tungku dengan enam wajan besar olahan garam diatasnya. Sementara seorang lagi, menuangkan garam krosokan ke dalam tempat penyaringannya.

Tempat produksi sederhana itu, berukuran 8×5 meter saja rasanya. Di pintu masuk kanan luar, tersedia kursi panjang menyerupai bale-bale tempat beristirahat. Tersedia kopi dan biskuit yang sudah terbuka disana.

Tidak ada pintu. Uap dari enam wajan meliuk mengepul. Udara panas Brebes, semakin terasa ketika kaki melangkah masuk pada ruang produksi pembuatan garam rebus itu.

Pandangan saya menyapu bersih ruangan tersebut. Garam halus putih di gundukan sebelah kanan, dipagari kotak sederhana terbuat dari kayu. Di sebelahnya, karung-karung berisi garam krosokan, ditumpuk tinggi dalam beberapa baris.

Selang satu langkah di depannya, terlihat penyaringan garam dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu, berjajar di ruang terbatas. Ada tong yang menampung saringan air garam tersebut dibawahnya. Di depan tong saringan, terdapat tong-tong biru berisi endapan air saringan garam krosokan yang menyatu dengan air laut.

Karena berada dalam satu ruangan, di depan tong-tong biru tadi, tungku besar tersedia. Tungku sederhana yang dibuat membentuk kotak persegi panjang berwarna biru itu, berisikan kayu-kayu bakar didalamnya. Memuat enam wajan besar untuk merebus garam diatasnya.

Tampak dibelakang ruang bersekat anyaman bambu di dindingnya, aliran sungai dengan pohon mangrove di sekitar. Hembusan angin cukup membantu kita tidak terlalu gerah berada disana.

***

 

Garam Krosok

Garam mentah yang belum diolah untuk digunakan pada masakan adalah garam krosok. Selain digunakan untuk garam dapur, garam krosok juga bisa digunakan pada pengolahan tekstil, garam kecantikan, maupun sebagai pengawet pada ikan asin.

Bentuk garam krosok ini, biasanya kasar, kristal, balok atau batu. Untuk menggunakan, harus ditumbuk.  Garam krosok juga baik untuk kesehatan, karena ia menjaga metabolisme tubuh. Selain itu, garam ini pun masih alami, belum bercampur dengan mineral apapun, termasuk iodium.

Garam krosok merupakan bahan mentah alami yang digunakan pada garam rebus sebelum diolah.

Pembelian garam krosok untuk usaha rumah tangga di Dukuh Pandansari, biasanya ke daerah tambak di Desa Sawojajar pada musim panen.  Bulan September-Oktober adalah masa panen bagi petani garam krosok.

***

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Proses Perebusan Garam Krosok

Ibu Kasriyah (56) tengah mengaduk garam buatannya. Usaha turun-temurun ini sudah dilakukannya sejak ia berusia 10 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia ikut orangtuanya (Jana dan Tariyah) membantu merebus garam.

Awalnya ibu Kasriyah hanya memperhatikan dan ikut saja. Lama-kelamaan, dibutuhkan orang yang bisa mewarisi usaha keluarganya. Ia akhirnya belajar dengan mengamati dan melakukan yang dikerjakan keluarganya.

Bersama dengan pemandu kami saat itu, ia menjelaskan proses merebus garam di tempat usahanya.

  1. Masukkan garam krosok di wadah penyaringan. Siram dengan air laut pada rendaman. Fungsi diberi air laut, untuk meningkatkan kadar asin dari hasil saringan tersebut.
  2. Biarkan hingga air saringan tersebut menetes memenuhi tong/wadah dibawahnya. Fungsi penyaringan ini, memisahkan kotoran dan debu yang terdapat pada garam krosok.
  3. Air garam yang sudah tersaring tadi, akan dimasukkan pada wajan besar untuk direbus. Perebusan dilakukan dalam waktu 5-6 jam, hingga ia membentuk menjadi garam (bersih) dan memenuhi isi wajan.
  4. 6 jam kemudian, air menguap dan menyisakan butiran garam halus dari hasil adukan tadi.
  5. Setelah dingin, garam akan ditiriskan kembali agar benar-benar bersih untuk masuk dalam proses pengepakan.
Garam rebus yang telah melalui proses pengolahan.
Doc d_ujha

Setelah air disaring, maka dilakukan pengendapan pada air garam tadi selama satu hari.

Dalam proses perebusan, 1 jam pertama, akan membentuk kristal-kristal garam. Sesekali aduklah air rebusan garam tersebut, agar ia tidak menggumpal atau berkerak pada dasar dan dinding wajan.

Jika air pada wajan menyusut, tambahkan kembali air saringan garam agar wajan kembali penuh. Biasanya dilakukan 3-4 kali pengambilan air saringan garam, agar penuh garam jadinya.

Dalam sehari, perebusan garam krosok dilakukan cukup 2 kali saja.

***

Pengemasan Garam Rebus

Pengepakan tidak akan dilakukan setelah perebusan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan kembali, yaitu:

  1. Setelah garam dingin dan ditiriskan, dilakukan proses pengeringan.
  2. Pemberian iodium (bermanfaat untuk pertumbuhan, kecerdasan dan kesehatan) pada garam.
  3. Pengemasan dan pelabelan produk, dilakukan 3 hari setelah proses perebusan garam.

Untuk pengemasan, tidak dilakukan di ruang produksi ibu Kasriyah, tetapi akan ada karyawannya yang membawa ke tempat pengemasan dan pelabelan garam.

Garam produksi ibu Kasriyah mempunyai label Pandan Kaliwlingi. Produksinya sudah didistribusikan ke toko dan minimarket lokal serta daerah sekitar Jawa Tengah. Diantaranya Brebes, Tegal, Pemalang, dan Semarang. Ia juga bekerjasama dengan koperasi di tempat tinggalnya. Garam rebus buatannya pun berada dibawah pengawasan Dinas Perikanan Brebes.

Kemasan garam Pandan Kaliwlingi berupa cup berukuran 2 ons, dan plastik berukuran 2 ons dengan harga 3 ribu rupiah. Sedangkan kemasan plastik ¼ kg seharga 5 ribu rupiah. Bagaimana, terjangkau, kan?

Well, sudah tahu bedanya garam krosok dan garam rebus, bukan? Jadi di rumah kamu, masaknya pakai garam yang mana?

Jangan sampai salah lohh… siapa tahu garam dapur di rumahmu, kalau direndam, masih ada kotoran dan debunya. Coba dicek deh. Tes rendam garam kasar yang ada di dapur ibu. Hanya menyarankan loh ini.. 😀 (jie)

***

Kunjungan ke Pengrajin Garam Rebus Ibu Kasriyah
Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes

Familiarization Trip bersama Blogger Semarang dan Kelompok Sadar Wisata Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi.
10 Desember 2017.

#UKMBrebes
#PariwisataBrebes
#JatengGayeng

Belajar ngaduk rebusan garam, panas euy kena uapnya 😁
Doc d_ujha

 

Iklan

8 tanggapan untuk “Usaha Warisan Garam Rebus Kasriyah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s