Hammockers Indonesia

Underquilt, Selimut Pelindung Body Hammock

Belum terlalu banyak yang mengenalnya. Underquilt, pelindung hammock ini tidak semua hammockers menggunakannya. Atau karena Indonesia tidak memiliki musim dingin? Ohh, belum tentu. Suhu udara di wilayah tertentu, mungkin saja membantu bila kita menggunakan underquilt hammock ini. Cek yuk informasi underquilt.

Tidur nyaman dalam hammock.
Doc @pensiliar

***

Penggunaan Underquilt

Asesoris hammock semakin beragam. Setelah cerita sarung hammock, satu lagi yang akan saya share, yakni lapisan pelindung berupa penghangat (selimut). Lapisan ini berada di bawah hammock (ayunan/tempat tidur gantung) atau biasa disebut dengan underquilt (UQ).

Penggunaan underquilt sendiri, belum terlalu banyak orang yang memakainya di Indonesia. Di Indonesia, belum semua orang khususnya pejalan, memakai hammock sebagai alat tidurnya. Pengguna tenda masih memegang urutan tertinggi bagi para pejalan.

Berkegiatan dalam tenda yang luas.
Doc Gandung, Ungaran Hammockers

Peruntukan dan penjualannya, kebanyakan baru di luar negeri saja yang memang mempunyai musim dingin di negaranya. Berbeda dengan Indonesia yang hanya ada musim penghujan dan musim panas.

Ehem, bukan berarti pejalan (dalam hal ini hammockers) di Indonesia tidak menggunakan underquilt. Penggunaannya baru terbatas pada pengguna outdoor tertentu saja. Tidak semua orang juga perlu memakai underquilt ini.

Menggunakan underquilt juga harus dilhat lokasinya. Jika suhu udara dingin saat berhammocking, dan bila dirasa perlu, underquilt bisa digunakan pada medan tertentu.

Tidur ber-hammock di gunung pun tidak ada salahnya. Ya, selama ada pondasi untuk menggantungkan hammock, yaitu pohon.

***

Underquilt Secara Umum

Bila kita melakukan kegiatan di luar ruangan seperti kemping, beberapa benda harus diupayakan lengkap terbawa. Dimaksudkan agar tidur tetap nyenyak dan hangat seperti di dalam ruang.

Plus minus kemping di alam, khususnya menggunakan hammock, harus pintar menyiasati kenyamanan tidur. Demikian pula kalau tujuan kita menggunakan hammock. Selain leyeh-leyeh bersantai diatasnya, hammock adalah alat tidur layaknya tenda. Our home, yeap.

Kelengkapan hammock.
Doc Ahda ACA

Fungsi underquilt pada umumnya hampir sama dengan kantong tidur (sleeping bag atau SB). UQ dan SB, merupakan penutup yang dapat melindungi tubuh kita dari udara dingin dan angin kencang, terutama saat tidur di hammock. Tubuh kita akan tetap terasa hangat saat menggunakannya.

Yang berbeda adalah meletakkan UQ. Jika kantong tidur diletakkan dalam body hammock, maka UQ diletakkan di luar (bagian bawah) body hammock.

Maka dari itu, underquilt mempunyai fungsi lain. Ia juga mengisolasi tubuh bagian bawah yang biasanya akan dengan mudah terkena serangan dingin dari hembusan angin (bottom freeze).

Bagian bawah, jika tidur di dalam hammock, yang paling mudah terkena dingin adalah daerah punggung hingga kaki. Mengapa? Karena tempat tidur yang menggantung, secara tidak langsung ada ruang kosong berjarak diantara tanah dan hammock.

Jarak standar dari atas tanah hingga ke hammock adalah 50-75 cm, setelah dibebani oleh tubuh kita. Jarak ini seperti kita duduk di kursi pada umumnya.

Apabila Anda berniat untuk tidur, pastikan untuk naikkan hammock sedikit lebih tinggi dari biasanya. Karena ada barang-barang yang mungkin kita letakkan di bawahnya, agar tidak mengganggu hammock.

Tetaplah menggantung dalam posisi aman dan nyaman. Pikirkan juga ketika Anda akan menaiki hammock. Jangan sampai terjatuh dan jadi kesulitan naik atau susah tidur di dalamnya.

***

Bahan Underquilt

Bahan UQ sama seperti SB. Beberapa produk, kain luarnya bisa menggunakan parasut yang ringan dan aman di kulit. Kain ini dilapisi oleh polyester yang berasal dari serat sintetis. Lapisan polyester meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan.

Underquilt hammock
Doc pribadi

Ada juga yang menggunakan nilon yang terbuat dari produk minyak bumi. Nilon juga termasuk kain sintetis yang memiliki keunggulan tersendiri.

Kekurangannya, nilon tidak bisa terkena matahari langsung, karena lama-kelamaan akan menyebabkan memudarnya warna kain nilon. Jangan pula terkena suhu setrikaan karena akan melelehkan kainnya.

Biasanya dalam UQ berupa polar, dacron, duck down maupun goose down. Bahan-bahan tersebut akan menghangatkan tubuh saat dipasang pada body hammock.

Ukurannya pun akan lebih lebar dibandingkan SB dan body hammock. Namun tidak sepanjang hammock, karena fungsinya hanya menutupi tubuh kita secara keseluruhan saja, bukan menutupi hammock.

Tebal atau tipisnya UQ, tergantung pada brand yang memproduksinya. Para produsen memiliki standarisasi tersendiri pada produknya. Dipikirkan pula produk tersebut peruntukannya kemana, dan digunakan pada suhu berapa.

Tiap bahan yang digunakan pada UQ pun mempunyai harga dan kualitas yang berbeda.

Selain bahan yang disebutkan tadi, adapula yang sudah water resistant (tahan air pada kondisi air mengalir, bukan menggenang) dengan memakai bahan ripstop nylon shell yang sudah memiliki coating (lapisan anti air).

***

Packing underquilt.
Doc Yoko, taken by me

 

Zipper

Untuk tetap menghangatkan suhu ruang dalam underquilt, beberapa brand memasang zipper atau resleting.

Tarikan resleting biasanya terdapat di bagian kaki membentuk huruf “L” hingga ke bagian lutut. Lalu tarikan kedua, resleting dari lutut menutupi seluruh badan menutup wajah.

Bagian atas kepala, jarang diberi resleting agar tetap ada ruang bernapas, pergantian udara saat tidur.

Agar tidak dingin dan meminimalisir udara masuk, bagian kepala diberikan tali yang bisa mengkerutkan wilayah tersebut. Nah, jadilah kita kepompong yang aman dari serangan angin dingin malam di kala tidur.

Tapi, ada pula brand yang tidak memasang resleting pada underquiltnya. Namun memberikan klip pengait di sisi kepala, kaki dan tengah badan.

Anyway, fungsinya sama kok. Untuk menghangatkan walau ngga ada dia 😀 😀 😀 .

***

Underquilt hammock
Doc Yoko, taken by me

Harga Underquilt

Nah, mungkin ini yang harus masuk dalam list pembelian gear hammock. Harga.

Yuhuuu, harga underquilt cukup lumayan untuk ukuran Indonesia. Tapi kalau mau melengkapi perlengkapan hammock demi kenyamanan, pasti akan diusahakan bukan?

Harga tergantung pada kualitas barang. Bahan yang dipakai, serta brand, biasanya akan mengikuti harga suatu barang.

Di Indonesia, underquilt bisa dibeli mulai dari harga 750 ribu hingga 1,8 juta IDR.

Ada gitu yang harganya 750 ribu? Ada dong, buatan Indonesia. Ya mungkin kalau beli banyak beberapa orang yang kepengin punya, bisa diskon. Hhhehehe..

Tetap harus cerdas untuk penggunaan yaaa… Jangan sampai membeli tapi tidak digunakan. Sayang euy..

Menggantung dengan aman.
Doc Debi Harisona

***

Explore Your Hammock

Bagaimana, sudah bertambah pengetahuan tentang underquilt kah? Semoga bisa terjawab yah penasaran underquiltnya. Nanti saya akan share dan review tentang produk underquilt yang sudah saya pakai di empat kali kesempatan dengan berbeda suhu, tempat dan momen.

Jangan lupa untuk selalu mencari, membaca, berdiskusi dan bertanya apapun tentang hammock pada orang-orang yang bisa membantumu.

Jangan bosan atau malu bertanya mengenai hammock jika memang tujuan menggunakan hammock adalah untuk tidur. Kan biar nyaman. Seperti saya yang menggunakan hammock selama tempat dan cuaca sesuai dengan kondisi.

Dan dengan semakin beragam dan bertambahnya varian, asesoris juga peminat hammock, tidak menutup kemungkinan, bahwa produsen hammock di Indonesia pun mempunyai peluang membuat underquilt bagi hammock. Underquilt berkualitas produksi anak bangsa? Atau yang mau ber DIY (Do It Youself)? Why not? 😊😎

Tetap terus mengeksplore diri dengan peralatan hammock yang dimiliki yah..

So, keep hanging and keep safety your hammock. See you at the next trees, hammockers 🌲❤🌙🌲(jie).

Underquilt yang berfungsi sebagai pelindung body hammock, diletakkan tepat di bawah hammock.
Doc Naita ACA

***

Sumber:

  1. Membaca, berdiskusi, bertanya
  2. Review underquilt hammock
  3. Baca: Kain Parasut
  4. Baca: Kain Nilon

***

Iklan

6 tanggapan untuk “Underquilt, Selimut Pelindung Body Hammock”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s