UKM, wisata kota

Produk Lokal Kelas Premium di Semarang Kreatif Galeri

Clutch cantik, karya ibu Walikota yang terbuat dari bahan kulit.
Doc Nia Nurdiansyah.

Kunjungan ke Semarang Kreatif Galeri, jangan sampai dilewatkan. Bila Anda berkunjung ke Kota Lama Semarang. Tempatnya bersahabat buat dikunjungi. Menampilkan kreatifitas lokal yang bisa mengarahkan Anda kepada pengrajinnya langsung. Akan betah melihat-melihat cenderamata disana sebagai buah tangan Anda bagi Keluarga.

***

Gedung Galeri

Ajakan Gus Wahid ikut mengeksplore Semarang dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kota Semarang tak begitu saja dilewatkan. Iya, saya masih betah disana, setelah sebelumnya ikut mengeksplore UKM Temanggung, Dieng dan Wonosobo dengan blogger, vlogger juga media Jawa Tengah beberapa saat lalu.

Hari kerja, dan kami main ke Kota Lama Semarang. Langit cerah, berawan putih, serta hembusan sejuk semilir menepi di wajah sumringah kami.

Melukis bola Batu.
Doc pribadi.

Jajaran pedestrian menarik mata kami saat itu. Terlihat bapak-bapak menghias bola batu di depan Semarang Kreatif Galeri. Satu lagi spot foto menarik di bawah langit cerah yang tentunya akan semakin menambah para penyuka selfie mengabadikan moment.

Berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, tak jauh dari Gereja Blenduk. Galeri yang baru diresmikan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi (1/8) ini, berupa gedung kuno PT Telkom. Di depan Galeri UMKM ini pun, ada Old City 3D Trick Museum Semarang yang bisa kamu kunjungi.

Memasuki ruangan galeri, mata akan dimanjakan dengan selasar cantik berhiaskan kerajinan tangan para pengrajin Semarang.

Selasar masuk yang dimanjakan dengan kreatifitas pengrajin Semarang.
Doc Anggundiary.

Lukisan batik terpajang rapi di dinding kiri menarik perhatian saya. Masjid Agung yang merupakan ikon Kota Semarang, terlihat pada lukisan tersebut. Di kanannya, terdapat seni kriya, pahatan kepala patung yang terbuat dari kayu. Sementara langit-langit ruang, dihiasi dengan nuansa kain batik pada beberapa media.

Heeemm.. satu spot foto yang tak juga harus diabaikan. Jepretan Anggun, mengabadikan saya disana.

***

100 Pelaku Usaha

Kami memasuki ruang utama galeri yang sejuk namun hangat dengan lampu-lampu warm whitenya. Membuat pengunjung betah mencari souvenir keinginannya. Aneka produk UMKM buatan pengrajin lokal, ada disana.

Menurut Doni Darmawan, staff Dinas Koperasi Usaha Mikro Kota Semarang yang turut dalam Famtrip Blogger Semarang, berdasarkan data yang ada,  tercatat 100 pelaku usaha UMKM sudah bergabung di Semarang Kreatif Galeri.

“Di galeri ini, terdapat 600 produk unggulan kreatif yang tidak hanya dipajang, tetapi juga bisa dibeli sebagai souvenir,” katanya.

Produk UMKM ini terdiri dari batik tulis, batik cap, batik mangrove, lurik, tenun, juga sarung.  Selain itu, adapula kerajinan tangan diantaranya sulaman, rajutan, clutch, baju, kemeja, sepatu, tas, asesoris, alat ibadah, pernak-pernik, dan sebagainya.

Harga barang-barang yang ada disana, cukup relatif juga bersahabat. Mulai dari Rp 15.000 hingga jutaan. Hayoo, bisa tebak range harganya? Tinggal pilih sesuai keinginan membeli saja, ya kan? 😉

***

Sulam Pita Lokapita

Pandangan saya menyapu tiap sudut sebelum melangkah lebih lanjut. Titik terakhir jatuh pada tiga ibu-ibu yang tengah meyulam di pojok sembari bercerita, selurus arah masuk. Di sebelahnya terdapat satu selasar lagi.

Saya menghampiri ibu-ibu penyulam, dan berbincang.

Kain hitam dengan bingkai rotan bulat sebagai media, menjadi sarana bagi kreatifitas yang terbuat dari sulaman berbahan dasar pita. Pita warna-warni ini dibentuk macam-macam motif, diantaranya bunga.

Dari kerajinan sulam pita, bisa menghasilkan tas, baju, mukena, dompet, asesoris lenan seperti taplak meja, taplak/sarung pegangan kulkas, penutup dispenser, sarung bantal sofa, dan lainnya.

Menjadikan kerajinan lokal sebagai barang yang diminati tidak hanya nasional, tetapi juga internasional, cukup membuat PR bagi para pengrajin sulam pita tersebut.

Widiarini adalah seorang penggerak seni kerajinan sulam pita di daerah tinggalnya. Ia mempunyai rumah kerajinan bernama Lokapita Semarang.

Berlokasi di Karang Wulan Nomor 11, Jl. Kimangun Sarkoro, Pringgani, Semarang, Widiarini yang akrab disapa Ibu Rini, sudah ikut bergabung ketika galeri diresmikan.

Sejak mengikuti Komunitas Sulam Pita (2010), ia terus belajar mengembangkan kemampuan menyulamnya. Lalu mengikuti kegiatan UKM sejak tahun 2014.

Di Lokapita, ia mengajar dan menularkan kesukaan menyulam pitanya pada warga sekitar. Tidak hanya di domisilinya saja, dari 37 Kecamatan di Semarang, sekarang sudah mengajar di 11 Kecamatan yang ada.

Bersama teman-teman yang sudah mahir menyulam pita, ia membuka kelas pelatihan secara rutin tiap Rabu dan Kamis, gratis. Untuk satu motif, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam menyelesaikan sulaman hingga finishing. Mungkin sedikit lebih lama bagi seorang pemula dalam mengerjakannya.

Kini, usaha yang dirintisnya, mengalami perkembangan.

Penjualan hasil kreatifitas pengrajin, biasanya di pasarkan melalui koperasi. Ibu Rini juga melakukan penjualan langsung, menstok barang di Semarang  Kreatif Galeri maupun menjualnya melalui online sesuai pesanan.

“Semua celah saya masuki, mbak. Karena bertanggungjawab pada ibu-ibu yang telah mengerjakan usaha kerajinan itu sendiri,” jelasnya.

Produksinya sudah dipasarkan ke Surabaya, Jakarta, Tarakan, Makassar dan Lampung.

Sejauh ini, permintaan terbesar, meliputi daerah  Jakarta. Sedangkan permintaan terbanyak meliputi kebutuhan wanita seperti tas. Untuk mukena, permintaan akan membludak menjelang bulan puasa.

Pengiriman barang ke luar kota, biasa dilakukannya dua kali dalam sebulan. Bisa mencapai 100-300 barang sulaman.

“Pengerjaannya tidak bisa cepat, karena home made,” katanya.

Ibu Rini mengharapkan, Pemkot Semarang kedepan melakukan pendampingan pelatihan agar dapat mengakomodir keinginan pengrajin dalam berkreasi.

***

Batik yang sudah mendapat tempat di hati penggemarnya, nasional dan Internasional.
Doc pribadi, taken by mb Ifa di Galeri.

Membidik Pangsa Pasar

Selain kerajinan lokal yang beredar di Indonesia, ada juga brand yang pemasarannya sudah memasuki kancah Internasional. Seperti batik, lurik, sepatu, asesoris atau clutch.

Salah satunya adalah pemilik sepatu Prajna Indonesia. Sepatu tersebut mengangkat warna kain traditional Indonesia. Motifnya sendiri, diambil dari kain batik, lurik, tenun dan sarung Indonesia.

Kini, sepatu Prajna Indonesia, sudah merambah ke negara kangguru, Australia.

Ada pula clutch (tas tangan) perpaduan bahan kulit dengan cita rasa kain batik dan kain lurik hasil olahan tangan ibu Walikota Semarang.

Selain itu, tas serupa berbahan anyaman pun ditampilkan disana. Tas ini menjadi juara 1 di ajang kreatif seIndonesia karena bentukan motifnya yang 3D. Tas-tas berwarna alam, sederhana, namun tampak anggun dan berkelas.

Di pojok lainnya, saya melihat produk batik tulis, batik cap serta batik dengan pewarna alami.

Batik-batik sudah barang tentu mempunyai kelas tersendiri. Pangsa pasarnya jelas. Penggemarnya pun tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Harga batik sendiri bisa mencapai jutaan rupiah, menurut kelasnya. Entah dengan atau tanpa customize.

Untuk batik dengan pewarna alami yang dibuat dengan memanfaatkan limbah Mangrove tanpa merusak tumbuhannya, harga yang dipatok pun bisa membuat kita menggelengkan kepala.

Proses pembuatannya yang secara home made lah, membuat harga barang-barang di Semarang Kreatif Galeri, menjadikannya bergengsi di kelasnya. Sekaligus membikin kita berdecak kagum.

Berkunjunglah kesana, maka Anda akan semakin mengerti, mengapa produk lokal kita sekarang bertambah baik mutu dan kualitasnya. Adalah orang-orang professional, pengrajin tanpa bataslah yang terus berusaha memajukan keberagaman ciri tradisionalnya.

Semarang Kreatif Galeri ini, buka mulai pukul 09.00-21.00 Wib. Silahkan akses ke http://www.semarangkreatifgaleri.com untuk melihat produk unggulannya, atau email ke info@semarangkreatifgaleri.com .

Anda bisa sekalian menikmati seduhan kopi produk lokal juga di selasar sebelah  tadi. Kafetaria Batik Keris merupakan partner Pemkot Kota Semarang yang turut andil mengistirahatkan tubuh Anda setelah berkeliling melihat cenderamata di galeri. Kafetaria selasarnya, bisa dijadikan tempat nongkrong bersama teman maupun meeting dengan kolega bisnis Anda.

Enjoy your sight seeing on Semarang Kreatif Galeri yaaa… Jangan kalap memborong disana. Bersikap bijaklah kepada diri Anda 😎😍 (jie)

Kaus kaki incaran di Semarang Kreatif Galeri. Sukaaaaa 😍
Doc by Anggundiary

***

One Day Trip ke Semarang Kreatif Galeri
Jl. Letjen Suprapto, Kota Lama Semarang

Kunjungan bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Kota Semarang, 04 Desember 2017

 

Iklan

6 tanggapan untuk “Produk Lokal Kelas Premium di Semarang Kreatif Galeri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s