simple CULLINARY, UKM, wisata kota

Si Gurih Manis, Camilan Pisang dari Temanggung

Berbagai kemasan Pisang Aroma Mawar.
Doc @pink_traveler

Pertama kali melihatnya, langsung teringat pisang coklat yang banyak terdapat di Jawa Barat. Tapi ini Pisang Aroma dari Temanggung? Dicoba dulu kali ya? Mungkin kisahnya berbeda. Kuuy ~

***

Kesamaan selalu ada bukan? Tak bisa dipungkiri memang. Dari satu ide bisa menjadi inspiratif bagi lainnya. Sah saja. Hanya kisah dan kelanjutannya yang akan memberikan bumbu berikutnya, kuat berjuang demi usaha yang telah dibangun susah payah, atau akan mundur dengan sendirinya. Seperti kisah perjuangan Sri Mulyati di awal usaha keripik pisangnya.

31 Januari 2011, Sri memulai usahanya dengan berjualan gendong camilan pisang. Membuat 30 bungkus olahan pisang aroma sederhana per hari. Ia menjual perkemasan kecil seharga Rp 1.500,-.

Berkeliling kampung tiap hari, menjajakan penganan berbahan dasar pisang jenis Raja Nangka dan Belitung (kuning dan merah) yang banyak terdapat di Temanggung. Selain itu, ia juga menjualnya sampai ke Magelang. Jauh ya?

Mendapat ide dari pisang coklat ala Bandung, Jawa Barat, Pisang Aroma bermerk Mawar ini pun, meraih sukses. Berkat bantuan Pemprov Jawa Tengah dalam hal pendampingan dan pemasaran, kini usaha Pisang Aroma Sri Mulyati sudah mempunyai 34 orang karyawan dari awal yang hanya 3 orang saja. Ia juga memiliki toko berseberangan jalan dekat tempat produksi pisangnya.

***

Ruang Pengolahan Pisang

Para pengolah keripik pisang di KPK Mawar ini didominasi oleh perempuan. Sementara para lelaki lebih kepada memasak, sebagian membantu di pengemasan produk juga penjualan. Pemberdayaan sumber daya manusia, lebih kepada meningkatkan taraf kehidupan ekomoni keluarga dan warga sekitar.

Pada kesempatan berkunjung bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, kami diajak berkeliling oleh Erni Setiani (Penanggungjawab Produksi). Dapur produksi pembuatan pisang adalah target melihat pembuatan Pisang Aroma KPK Mawar secara langsung di Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Temanggung.

Pengupasan pisang dilakukan oleh ibu-ibu yang lebih telaten. Mereka memilah pisang yang kondisinya bagus dan segar. Kemudian memasuki ruang pengolahan pisang serta kulit pembungkusnya.

Pembuat kulit pembungkus Pisang.
Doc pribadi.

Ruangan sederhana tanpa penyekat antara satu proses ke proses lainnya ini, menyatu. Mulai dari proses pembuatan adonan kulit pisang hingga pengemasan produk.

Kulit pisang pembungkus diolah tipis menyerupai kulit lumpia. Terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi gula, sedikit garam dan vanila dengan takaran secukupnya.

Tiap produksi, mereka memakai pisang sebanyak 3 kuintal dalam seharinya, serta 125 kilo (5 sack) tepung terigu. Kalau 1 sack terigu (25 kg) saja bisa menjadi 45 kg pisang aroma, kalikan berapa banyak pisang aroma yang dihasilkan. Membuatnya manual pula ๐Ÿ™‚

Proses pembuatan kulit pisang tadi, adonannya diaduk hingga kalis selama 15-25 menit. Lalu adonan tersebut dimasak tipis (tidak garing) pada pinggan pemanas yang dikerjakan oleh ibu dengan ketrampilan tangannya yang cepat. Ia memasaknya dalam beberapa tempat. Rasanya tidak membutuhkan waktu lama.

Kulit pisang yang sudah siap diolah, beralih ke bagian pengisian. Meja satu deret dengan ibu-ibu bertutup kepala, serta gesit bergerak, dengan segera mengisi kulit-kulit pembungkus pisang.

Berbincang diantara pengisian Pisang Aroma dengan salah seorang ibu.
Doc @parah1tasatiti

Tiap kulit pembungkus pisang diberi isian potongan pisang panjang dan gula, ditutup dengan campuran tepung cair kembali sebagai perekatnya. 1 orang ibu pengisi pisang, memegang 20 lembar kulit pisang dalam beberapa tumpukan.

Ada dua pembagian pada pisang-pisang yang telah diisi. Pisang aroma panjang dan pisang aroma pendek yang dipotong-potong.

Selanjutnya proses penggorengan dilakukan pada pisang aroma tersebut. Untuk menggoreng pisang berukuran panjang, dibutuhkan waktu 10-15 menit. Sementara pisang kecil (pendek), harus menggoreng sedikit lama, 30 menit. Hal ini dimaksudkan agar pisang tersebut lebih garing dan matang luar dalam untuk kemasan dengan kadaluarsa yang cukup tahan lama, 1 tahun.

Setelah digoreng, pisang-pisang tersebut akan dimasukkan dalam mesin spinner selama 15 menit. Tujuannya untuk meniriskan minyak pisang agar tidak menjadi apek dan berminyak. Satu kali mesin spinner berputar, cukup memuat sebanyak 8 kilogram potongan pisang yang sudah digoreng.

Dari mesin spinner, gorengan pisang aroma dibiarkan dingin sebelum akhirnya masuk ke dalam kemasan.

***

Freya mencoba membuat gulungan Pisang Aroma.
Doc @pink_traveler

Memanfaatkan Kremesan

Ada yang unik dari pembuatan pisang aroma ini. Pemilahan pada saat pengemasan, pisang-pisang berukuran panjang yang tidak sempurna, tidaklah dibuang begitu saja. Namun para pekerja memisahkannya dalam satu wadah khusus yang nantinya akan dijual juga.

โ€œBiasanya kita menjualnya juga di sekolah. Kremesan pisang aroma kan manis, anak-anak suka. Jualnya pun murah sesuai ukuran kantong anak sekolah,โ€ ujar Sri saat ditanya pisang yang patah ketika menggoreng, dan kulit pisang yang hancur.

Sri juga menjual kremesan pisangnya seharga Rp 7.000,- dan dijual kiloan seharga Rp 16.000 per kilonya.

Pisang Aroma KPK Mawar ini tersedia dalam kemasan 2 ons (Rp 6.000,-), 3 ons (Rp 10.000,-), 500 gram (Rp 14.000,-) dan 1 kg (Rp 25.000,-). Sedangkan ukuran bal dibanderol Rp 65.000,- per 3 kg dan Rp 86.000,- per 4 kg.

***

Kendala

Kemasan Pisang Aroma KPK Mawar Ibu Sri Mulyati.
Doc @pink_traveler

Erni mengungkapkan kendala yang dihadapi oleh Pisang Aroma KPK Mawar ini terkait masalah penjualan secara online. Dikatakannya bahwa sumber daya manusia di Desa Gesing ini, belum terlalu mengertiย  mengenai media sosial. Sudah pernah mencoba berjualan secara online, tapi kurang bisa mengelola. Sehingga tidak terlalu melayani pembelian dengan cara tersebut.

โ€œKami akhirnya lebih menjual secara langsung. Pakai sistem titip jual di pusat oleh-oleh maupun penjualan cash,โ€ katanya.

Diceritakannya bahwa, sekali waktu pernah adayang memesan secara online, tetapi ternyata pembayarannya tidak tepat waktu yang menyebabkan kadang kemasan yang telah dibungkus untuk dikirim akhirnya dibuka kembali dan tidak dikirim. Makanya sekarang tidak lagi menggunakan penjualan online.

Erni juga mengharapkan adanya bantuan dari pihak Pemerintah agar ada pelatihan tentang media sosial secara familiar untuk mendukung UKM.

“Setidaknya kami juga bisa melakukan penjualan Pisang Aroma dengan mempromosikannya lebih luas melalui media sosial,” lanjutnya.

Seru bareng di ruang produksi Pisang Aroma.
Doc @pungkyprayitno

Tuuuhh.. para pengolah, pengrajin UKM saja masih terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Mau memperkaya pengetahuan dan mengasah kemampuan. Jika niat sudah ada, mungkin tinggal difasilitasi saja agar mereka semakin cerdas, ya kan?

Ehhmm! Dan cerdas saya, kenapa selalu menulis camilan di malam hari? Lupa beli camilan tadi euy. Lapar sudah, hhuuuuaaaaa…

Bisa pesan **send ndak yah pisang aromanya? (jie)

***

Melihat proses produksi Pisang Aroma di Temanggung.
Doc @parah1tasatiti

Kunjungan ke Pisang Aroma KPK Mawar
Dusun Sarangan 01/03
Desa Gesing, Kecamatan Kandangan, Temanggung

Familiarization Trip Bareng Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, 17-18 November 2017

#ProdukUKMJateng
#UKMJateng
#JatengGayeng

Iklan

2 tanggapan untuk “Si Gurih Manis, Camilan Pisang dari Temanggung”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s