UKM, wisata kota

Carica Buavica, Bukan Pepaya Biasa

ย Makanan pencuci mulut (dessert) ini, menurut saya, termasuk makanan mahal. Kenapa? Soalnya saya baru bisa mencicipinya tiga kali saja dengan kunjungan kali ini ke Dieng, Wonosobo. Kasihan? Nah, makanya jajan yang banyak kalau kesana. Pemesanannya sekarang bisa dikirim kok.
Mau tahu cerita lengkap saya di Yuasafood Berkah Makmur? Cuuuss… baca ๐Ÿ˜‰

Carica dalam kemasan kaleng
Doc Melani, taken by me

Buah tangan (oleh-oleh) paling dicari jika kita sedang berada di Dieng, Wonosobo, tak lain adalah carica. Buah yang menyerupai pepaya ini, tumbuh subur hanya di ketinggian 1.500-3.000 Meter diatas permukaan laut. Selain Dataran Tinggi Dieng, carica juga tumbuh di Andes, Amerika Serikat, karena memang berasal dari sana.

Pada kesempatan Familiarization Trip blogger/vlogger serta media bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, berkunjung ke salah satu sentra UKM pembuatan carica yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Bertemu dengan pemilik CV. Yuasafood Berkah makmur, Trisila Juwantara, kami diajak berkeliling melihat proses produksi carica dari awal hingga pengepakan. ย Pabriknya ini satu tempat dengan toko.

Pria berkacamata yang dulunya bekerja sebagai karyawan swasta, memulai usahanya demi memenuhi kebutuhan keluarga.ย  Usaha dan kerja kerasnya membuahkan hasil.

Usaha caricanya yang telah berjalan selama 17 tahun, kini sudah bisa mengekspor ke Thailand, Xial, Paris, Jerman dan Taipei. Di Indonesia pun ia memasoknya ke beberapa daerah dengan sistem seller, reseller atau pesan langsung. Diantaranya penjualan carica ke Balikpapan, Jateng, Yogyakarta, Bali, Medan.

Banyak hal yang dilakukannya, termasuk ketika di dalam pabrik. Ia menerapkan sejumlah aturan agar kualitas buah carica hingga pengepakan kemasan tetap terjaga baik.

***

Rasa Carica dan Pemilihannya

Carica, bukanlah pepaya pada umumnya, namun masih merupakan kerabatnya. Buahnya yang mirip pepaya dan tumbuh di dataran tinggi basah, maka disebut pepaya gunung. Pohonnya lebih pendek dari pohon pepaya. Bentuk buahnya pun lebih kecil dari pepaya.

Dulu, saat saya bersama ketiga teman mengunjungi Dieng seturunnya dari gunung, pernah mencoba makan carica mentah yang masih berupa buah. Penasaran ingin tahu rasanya.

Rasa carica ini, sepat, hambar (seperti kamuย ๐Ÿ˜› ), dan agak mengkal begitu digigit. Kadang juga ada yang rasanya asam. Mungkin karena memang buahnya ketika dipetik dan diambil untuk dijadikan cocktail, bukan dipilih yang merah matang.

Pemilihan carica menjadi cocktail biasanya diambil buah yang berwarna hijau kekuningan, kemudian prosesnya dioptimalisasikan di dalam ruang produksi. Atau bisa juga diambil bila telah matang alami di pohon dan tidak terlalu tua. Buah yang terlalu tua dan matang, tidak bagus untuk cocktail.

Pemilihan buah dengan standar Yuasafood Berkah Makmur.
Doc Melani, Kominfo Jateng.

***

Proses Produksi Carica Yuasafood

Pada kunjungan di carica, kami melihat proses produksinya. Di semua ruang, karyawan wajib menggunakan sarung tangan, masker dan penutup kepala. Selain menjaga kehigienisan buah, ternyata bagi beberapa orang yang alergi, carica dapat memberikan efek gatal dari getah yang dihasilkannya, terutama saat pengupasan kulit. Terkadang, adapula yang menjadi ruam pada kulit tubuhnya. Terutama daerah wajah.

Ruang awal adalah pembersihan. Mulai dari pencucian, pengupasan kulit, dan pemotongan buah carica. Disini lebih dominan wanita yang bekerja. Sementara para lelaki lebih ke pengemasan di ruang steril serta pasteurizing.

Pengupasan kulit carica.
Doc Melani, Kominfo Jateng.

Selanjutya, pemisahan daging carica dan bijinya. Kemudian daging carica dicuci kembali agar bersih dari sisa-sisa biji di dalam (mangkokan) tempat biji carica tadi.

Mengeluarkan biji carica.
Doc @pink_traveler

Ruang kedua adalah proses pemisahan biji dan ekstrak biji yang disiram dengan air panas. Biji carica akan direbus dengan air hingga mendidih.ย  Air rebusan tadi diangkat, didinginkan sambil ditadah (dipindahkan ke wadah lain) dengan saringan untuk memisahkan air rebusan dengan biji. Sisanya diremas hingga hanya tersisa bijinya saja.

Penyaringan biji carica.
Doc @albert_na

Setelah diperoleh ekstraknya dengan ketentuan jumlah tertentu, dimasak dengan gula. Nantinya akan menghasilkan sirup. Sirup tersebut dimasak dalam tanki, di ruang steril selanjutnya.

Dari proses pemasakan sirup, carica yag sudah menjadi cocktail masuk dalam ruang pengemasan. Kemasan coctail carica terbagi menjadi empat, yaitu:

  1. Kaleng. Usia kadaluarsanya bisa hingga 3 tahun.
  2. Gelas kaca. Usia kadaluarsanya hingga 1,5 tahun.
  3. Cup mangkuk (plastik nylon). Usia kadaluarsanya hingga 1 tahun.
  4. Cup gelas (seperti kemasan cup air mineral gelas). Usia kadaluarsanya hingga 1 tahun.

Meskipun dengan usia kadaluarsa tinggi, cocktail carica sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Sementara untuk cup, pengawetannya menggunakan 0,15 persen saja.

โ€œUntuk plastik nylon, tidak disarankan menaruhnya di tempat yang terkena sinar matahari langsung, ย karena akan berpengaruh pada warna dan rasa coctail,โ€ kata Trisila.

Dari ruang pengemasan, cocktail melewati proses pasteurizing. Kemasan-kemasan tersebut akan dimasukkan dalam dandang (panci) besar.

Dijelaskan Trislia, pasteurizing dilakukan per kemasan dengan temperatur 80 derajat, dengan ketentuan waktu berbeda pula. Ada yang 20 menit, 30 menit dan 1 jam.

Untuk kemasan cup, per dandang, akan dimasukkan 60 cup, kemudian disterilkan dengan pengaturan waktu selama 20 menit.

Proses pendinginannya, direndam dalam air biasa hingga temperatur turun mencapai ย 40 derajat (setengah dari temperatur pada saat perebusan). Setelah 40 derajat, kemasan pasteurizing tersebut dipindahkan ke warehouse.

Tahap berikutnya, cocktail masuk di ruang inkubasi. Disini, semua kemasan yang telah melalui proses pasteurizing, akan didiamkan.

Salah seorang pekerja yang bertugas di warehouse, Siti, mengatakan bahwa seluruh kemasan tanpa terkecuali akan di inkubasi selama 6 hari kedepan, baru dilakukan pengepakan.

Pemberian label kemasan.
Doc Melani

Proses pengepakan akan dikerjakan sesuai tanggal pasteurizing mana yang lebih dulu masuk ruang inkubasi.

Pada masa inkubasi, sampel yang sudah dipersiapkan dari carica inkubasi, akan dicek di laboratorium mikrobiologi. Kemudian dimasukkan dalam inkubator dengan temperature 37 dan 55 derajat celcius selama 24 jam. Tujuan inkubasi, supaya mendeteksi apakah ada pertumbuhan bakteri pada minuman carica tersebut.

Untuk mengetahui apakah cocktail tersebut masih baik atau tidak, dengan cara melihat tanggal kadaluarsa, atau tutup botol/kemasannya. Bila kondisi tutup cembung, artinya sudah Ada mikroba yang masuk. Kemasan tersebut tidak baik dikonsumsi.

Pengepakan kemasan, termasuk didalamnya pemberian label merk (tahap akhir) carica dan tanggal kadaluarsa.

Untuk pengepakan kemasan dalam dus kecil atau paket cup dalam plastik, satu tim yang berisi 6 orang, bisa mengerjakan sampai 3.000 cup dalam sehari.

***

Tentang Buah dan Biji Carica Yuasafood

Memulai usaha sejak tahun 2001, carica Yuasafood Berkah Makmur terletak di Jl. Dieng Km 3,5 Krasak, Mojotengah, Wonosobo ini, mempunyai toko yang buka sejak pukul 08.00-20.00 wib.

Bermerk dagang Buavica, buah carica yang ditanam oleh Trisila Juwantara ini, secara geografis, tumbuh di ketinggian 1.750-2.200 Meter diatas permukaan laut. Bekerjasama dengan 65 petani carica lokal. Terdiri dari 300 orang petani, dengan 3.000 hektare lahan, dimana masing-masing memiliki 2 hektare.

Sirup carica yang diambil dari biji carica.
Sumber Google

Buah carica standar produksi Yuasafood, dilihat berdasarkan kualitas mutu juga bentuknya. Carica Yuasafood berukuran 5,5 cm. Jika ukurannya kurang dari itu, maka dianggap kurang produktif, buahnya cenderung tipis dan mudah hancur. Namun tidak begitu saja dibuang.

Buah carica yang dianggap kurang layak masuk kategori cocktail carica, biasanya bijinya dimanfaatkan sebagai ekstrak (sari buah), syrup ataupun selai carica.

โ€œSelain itu, biji carica bisa dimanfaatkan untuk kecantikan. Kualitas minyaknya setara dengan olive oil,โ€ katanya.

Buah carica mengandung vitamin C, vitamin A, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengkonsumsi cocktail carica dapat menyeimbangkan serat alami untuk mencegah kanker kolon dan melancarkan BAB.

Ditambahkan Trisila, “Kadar gizi per buah carica adalah 100 gram. Terdiri dari, kalori, vitamin, A, vitamin C, kalium, protein, fosfor, karbohidrat dan besi.”

Cocktail carica dapat disajikan bersama es batu maupun es krim aneka rasa. Menurut saya sih, lebih enak es krim vanila atau mangga begitu ya? Hahhaha…. ย ini kok saya nulisnya jadi ngences yah? ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Well, sudahlah. Kalau ada yang mau pesan Buavica produk Yuasafood Berkah Makmur ini, silahkan saja menghubungiย  0286-324-657 atau 0813-9219-3618.

Bisa juga email ke buavica.yuasafood@gmail.com atau ordercarica@yahoo.com

***

Produk Lainnya

Selain carica, di Yuasafood Berkah Makmur ini juga menyediakan manisan cabe Dieng. Manisan ini berkomposisi cabe Dieng, air, gula dan asam sitrat. Kami juga sempat mencicipinya di meja saji. Rasanya pedas, manis, segar.

Adapula keripik nangka, keripik salak, jamur krispy, pisang sale dan sebagainya.

Nah, gimana? Sudah mulai ngences seperti saya kah? Ya maklum ini di Semarang tiap menjelang senja, selalu hujan. Bawaannya jadi lapar kalau menulis soal makanan. Apalagi carica yang sangat jarang saya dapatkan kalau tidak sedang berkunjung ke Dieng, Wonosobo.

Heiii.. Sudah ada yang packing mau main kesana? Hhahhaha.. yakali bisa nitip sekalian deh caricanya ๐Ÿ˜€ (jie)

Between carica in warehouse.
Doc @kidtsany

***

Kunjungan ke CV. Yuasafood Berkah Makmur.
Familiarization Trip bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, 17-18 November 2017.

#ProdukUKMJateng
#UKMJateng
#JatengGayeng

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

11 tanggapan untuk “Carica Buavica, Bukan Pepaya Biasa”

  1. Kayaknya yang terakhir itu fotoku deh hahaha.

    Eh kok aku baru tau ya yang harus diinkubasi. Wah, nambah info kak Eji. ๐Ÿ˜€
    Aku juga baru beberapa kali makan Carica. Tapi sejak awal nyoba udah langsung ketagihan. ๐Ÿ˜€
    Manis kayak senyum dia :”)

    1. oo gitu yah? salah yah ejie? maaf..

      ejie dengerin pas bapaknya ngomong dan mantengin terus sampe gallant bertukar jadi pemilik pas wawancara. wwkwkwkkwkk

      huaaa kamu baperan ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s