UKM, wisata kota

Kentang Albaeta Eti Tamir, Bebas MSG

Kentang berkualitas bagus adalah kentang dengan kadar gula dan air rendah, namun memiliki kadar tepung tinggi. Kentang tersebut ada di salah satu perkebunan kentang di Desa Batur, Banjarnegara.

 

Proses pengupasan kentang
Doc by Melani

Kentang merupakan jenis tumbuhan holtikultura yang dikonsumsi umbinya. Terkadang dimasak dalam sayuran.

Beberapa negara bagian menjadikannya makanan pokok. Umbi berkarbohidrat tinggi ini, bisa menggantikan jagung, beras dan gandum.

***

Jenis Kentang Merk Albaeta

Kentang Agria yang tetap segar dan berwarna kuning, meski telah dikupas.
Doc by @pungkyprayitno

Tumbuh diatas ketinggian 1.600 Mdpl, kentang berjenis agria ini merupakan bibit dari Belanda yang dibawa oleh John Dekker (Direktur PT. Agrico).

Ahmad Muktamir dan Eti Subekti, pasangan suami istri yang bertanam kentang sejak tahun 1991, bertemu dengan John Dekker, akhirnya memperoleh kentang berkualitas bagus untuk usahanya.

Bekerjasama dengan saudara dan penduduk setempat, pasangan ini bertanam kentang di desanya. Di perkebunan milik mereka terdapat dua jenis kentang dengan varietas berbeda, yakni kentang Agria dan kentang Granola.

Kentang Agria, baik untuk membuat keripik kentang dan kentang goreng. Sedangkan kentang Granola lebih banyak digunakan untuk sayur.

Untuk mendukung hasil maksimal, kentang jenis Agrialah yang dipakai untuk merk dagang usaha keluarga Muktamir.

Kentang ini mempunyai ciri seperti berikut, batang lebih besar, daun lebar, kulit lebih tipis dan bersih, serta mata pada kentang tidak dalam. Selain itu, umbi yang dihasilkan bentuknya bulat panjang, buahnya pun berwarna kuning bagus.

Dalam satu pohon kentang Agria, dapat menghasilkan 6 hingga 7 buah kentang.

Batang dan daun lebih kecil pada kentang Granola (kentang sayur).
Doc Vanisa, taken by me.

Sedangkan pada kentang Granola, cirinya adalah batang pendek, daun kecil, umbi bulat, serta mata pada kentang dalam.

Di Dataran Tinggi Dieng, jenis Agria masuk kategori kentang dengan kualitas bagus, khususnya pada saat pengupasan dan penggorengan, tidak akan merubah warna kuningnya. Karena biasanya kentang harus direndam air sesaat setelah dikupas kulitnya agar tidak menjadi merah atau kecoklatan. Pada Agria, hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Dikatakan Ari -anak Muktamir yang membantu dalam penjualan-, masa tanam kentang Agria selama 3-4 bulan, pada dasarnya tidak mengenal musim.

“Dalam setahun, bisa menanam dan panen sebanyak 3 kali,” ujarnya.

Ditambahkannya, Januari-Februari, bukanlah bulan yang cocok bertanam kentang, karena tengah hujan lebat dan angin kencang.

***

Proses Menggoreng Hingga Kemasan

Sebelum dikemas, kentang melewati beberapa proses. Seperti dicuci lalu dikupas.

Pemotongan kentang menjadi keripik, dilakukan diatas penggorengan langsung dengan papan panjang yang bisa didudukkan diatas kuali besar. Sekali memotong, bisa tiga buah kentang sekaligus.

Setelah digoreng selama 3 menit, untuk meniriskannya, kentang dimasukkan dalam spinner.

Spinner adalah alat pemutar untuk menurunkan minyak yang masih tersimpan di keripik kentang. Lama putaran spinner yaitu, 10 menit.

Pengemasan kentang sesuai takaran.
Doc Melissa

Keripik kentang yang sudah kering dari minyak, dan tidak panas, akan dikemas sesuai kategori kebutuhan pasar.

***

Pemasaran Kentang Albaeta

Kentang telah dikenal jauh 11.000 tahun sebelum masehi. Selain sebagai sumber karbohidrat, kentang juga memiliki kadar serat tinggi, kaya akan mineral serta vitamin.

Menurut Ahmad Muktamir, Agria merupakan jenis kentang yang baik sebagai pengganti nasi. Karena rendah gula dan kadar air.

Keripik bebas MSG! Yeay..
Doc by @pungkypriyatno

Produksi Sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan merk Albaeta yang berada di Desa Batur, Banjarnegara ini, memasarkannya secara langsung kepada konsumen. Bisa memesan juga untuk dikirim.

Produksinya berupa keripik kentang gurih bebas MSG.

“Proses merendamnya hanya menggunakan garam sehingga menciptakan rasa original yang kuat,” kata Eti.

Pasangan suami-istri ini, mulai memasarkan usahanya sejak tahun 1994. Kemudian permintaan berkembang pesat pada 2001. Menjual dengan harga Rp 5.000  per kaleng kecilnya pada tahun 1991, kini usaha mereka mencapai angka pemasukan 450 juta per bulan.

Keripik kentang produksi mereka sudah masuk ke Kalimantan, Malang, juga Sumatera. Mereka pun bekerjasama dengan Singapura (PT. Selectani Brastagi) dalam pemesanan jumlah besar.

Jika di hari biasa, per hari mereka mempersiapkan 3-4 kwintal kentang, maka permintaan cukup banyak biasanya terjadi menjelang puasa dan hari raya. Per hari bisa mencapai 7 hingga 8 kwintal kentang.

Pembelian kentang tersedia dalam kemasan 1,2 kg (karton) seharga Rp 160.000,  250 gr (plastik) seharga Rp 32.000, dan 2 ons (plastik) seharga Rp 29.000. Selain itu juga tersedia dalam kemasan dus kecil.

“Harga akan berbeda jika sudah masuk toko, mbak. Penjualan di Kalimantan pun, 1 ons dihargai Rp 20.000 per bungkusnya. Semua itu belum termasuk ongkos kirim,” jelas Muktamir.

***

Kentang goreng kriuk!
Doc and taken by @wahidunited

Hemm, mendukung hasil produk lokal yang tidak kalah saing dengan produsen bermerk luar, sudah sepantasnya kita lakukan bukan?

Hasil kunjungan blogger, vlogger, jurnalis, pertukaran mahasiswa serta volunteer Jerman, Italia, serta Jepang bersama Dinkop UKM Jateng pun, bisa dirasakan. Antusias saat mencicip di dapur produksi. Beberapa partisipan membeli kentang Albaeta Eti Tamir dalam kemasan plastik. Bahkan ada yang membeli kentang mentahnya untuk diolah sendiri.

Tertarik memesan kentang berkualitas yang nikmat ini? Silahkan menghubungi 0286-5986293. Pesanlah yang banyak, karena mulut susah berhenti saat mengunyahnya. Apalagi sambil nonton depan televisi dan membaca, wuaaahhh! Nyaaamm…. nyaaammm gurih euy.. (jie)

***

Kunjungan ke UKM Kentang Albaeta, Desa Batur, Banjarnegara.
Familiarization Trip bersama Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Tengah, 17-18 November 2017.

#ProdukUKM Jateng
#UKMJateng
#JatengGayeng

Iklan

8 tanggapan untuk “Kentang Albaeta Eti Tamir, Bebas MSG”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s