sport ADDICT

Sensasi Terbang Layang di Kota Apel Malang

Swiiinnggg… terbang asik disana..(foto diambil dari posisi Omah Kayu)
Doc pribadi

Paralayang bukan lagi olaraga yang hanya bisa dinikmati olahragawan saja. Kini penyuka kegiatan outdoor yang senang berpetualang pun banyak yang bisa mencoba olahraga terbang layang ini. Banyak tempat wisata yang menyuguhkan sensasi terbang sembari melihat keindahan kota dari atas ketinggian. Termasuk di Paralayang Batu Malang, ketika Aycil dan saya berkunjung.

***

Aycil dan Sita
Doc Aycil

Seudah banyak yang berubah dari tempat wisata di Kota Batu, Malang dari terakhir Aycil dan saya kesana. Beberapa tempat dipermanis, dirapikan dan ditambahkan dengan tempat wisata baru.

Perkembangan sudah tidak bisa ditunda kan? Tidak perlu lama. Biasanya kunjungan tiga bulan saja tidak datang ke tempat yang sama, sudah ada perubahan lainnya.

Satu tempat dimana kami melihat layang-layang setengah lingkaran mengembang penuh warna di udara. Melihat langit yang sebagian abu-abu dan biru di kejauhan. Melihat barisan rumah kecil di bawah sana pada ketinggian kami berada.

Olahraga yang berinduk Persatuan Layang Gantung Indonesia (PLGI) dibawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) ini memang menarik. Tujuannya selain kompetisi, saat ini ya rekreasi dooonng 😉

Terbang bebas menggunakan parasut ini, biasanya dilakukan setelah lepas landas dengan berjalan (atau lari) memanfaatkan angin dan tanpa mesin. Angin inilah yang membuat parasut penerbang bisa melayang tinggi di angkasa. Untuk lepas landas dan mendarat, para penerbang melakukannya hanya dengan kaki. Seru euy..

***

Paralayang diantara pepohonan Omah Kayu, Malang
Doc pribadi

 

Seperti halnya Puncak Bogor, Cililin Bandung, maupun Gunung Panten Majalengka, di Gunung Banyak, Malang, selain berwisata, kita juga bisa berolahraga paralayang. Tak hanya bagi penggemar paralayang saja, pengunjung pun bisa merasakan sensasi terbang di atas ketinggian dengan pemandangan kota di bawahnya.

Kalau saja hari itu saya tidak bergegas cepat mengikuti saran Aycil, teman seperjalan dari Solo, mungkin langkah ini belum tiba di kota berhawa dingin itu.

Cukup jauh jarak dari Pasar Tumpang ke Kota Batu, Malang. Untung bukan hari libur, jadi jalanan tidak macet. Kami sempat beristirahat sarapan yang terbilang kesiangan.

Tepat pukul 10 wib, kami bertemu Rosita, Backpacker Malang yang juga senang menggantung di hammock. Bertiga, kami mengendarai motor ke arah tempat wisata Gunung Banyak. Tiba di lokasi, di pintu masuk, dikenakan biaya parkir sebesar 5 ribu. Tempat parkirnya cukup luas untuk motor.

City view from Omah Kayu, Malang
Doc pribadi

Tempat ini, masih berada di satu kawasan dengan Omah Kayu. Kalau dari tempat parkir, Omah Kayu di sebelah kiri, sedangkan Paralayang di kanan.

Pemandangan terbuka, terlihat sejurus langkah berjalan. Saya berhenti sejenak, mengambil gambar di kiri jalan. Tidak bisa terlalu jauh dari conblock rapi yang saya pijak. Bukannya tidak boleh, namun setelah rumput, turunan tajam langsung ke bawah. Tidak ada pembatas.

Langit memang tidak terlalu biru, mungkin karena cuaca sejuk atau karena hawa dinginlah yang membuatnya terlihat keabu-abuan. Kami mengarah ke lokasi paralayang. Sebuah papan di kiri jalan dengan bendera merah putih terpancang disampingnya. Papan itu bertuliskan ‘Area Launching’ menjadi penunjuk bahwa wilayah itu tidak lain adalah area paralayang.

Ada sebuah gazebo disana. Tempat beristirahat yang disediakan bukan hanya bagi pengunjung, tetapi paraglider (sebutan bagi orang yang melakukan paralayang atau paragliding) pun memanfaatkannya untuk menunggu giliran terbang.

Bukan hanya sekadar nama, tetapi memang banyak gunung yang melingkupi daerah berketinggian 1.315 meter diatas permukaan laut tersebut. Pemandangan sekitar, saya melihat gunung-gunung bergradasi warna diantara langit yang keabuan.

Saya mengamati satu orang penerbang yang saat itu tengah berlatih. Parasut besarnya terlihat enteng. Ia membawanya layaknya mengenakan ransel besar yang penuh hingga ke daerah lutut. Begitu dibuka, parasut menghampar lebar, besar di conblock beralaskan matras hitam yang tersedia. Matras tersebut dimaksudkan agar tidak merobek parasut yang digunakan oleh penerbang.

Ada dua orang yang mengiringi penerbang. Satu adalah instruktur, satu lagi adalah petugas take off yang merapikan parasut sebelum dibawa terbang.

“Setiap take off, selalu ada petugas SO (Safety Officer). Ia harus memastikan pada saat pemasangan harnest, helm, radio. Saat payungnya mengembang, petugas juga akan melihat, apakah ada tali yang terikat atau tidak. Kalau semua sudah rapi dan sesuai prosedur, petugas akan memberikan kode clear, baru kita bisa terbang,” terang Mahesa Febrian, paraglider asal Bandung ini.

Paralayang memang termasuk satu diantara olahraga ekstrim. Banyak hal yang harus diperhatikan tentang olahraga ini. Sebelum terbang saja –kalau seorang profesional- harus mengikuti pendidikan dulu selama 2 tahun.

Di tempat wisata paralayang, biasanya ada coba terbangnya. Tentunya dengan pasangan tandem yang sudah terlatih. Orang yang bertindak sebagai tandem pun, mereka mengikuti pendidikan tandem.

Di Gunung Banyak, kita bisa terbang. Satu kali melakukan paralayang, kita membayar 350-600 ribu. Tinggal memilih paket yang tersedia saja.

Lamanya waktu terbang, tergantung pada cuaca, kondisi angin dan pilotnya (yang mengendalikan paralayang). Lokasi pemberangkatan dari Gunung Banyak, biasanya akan mendarat di daerah Songgoriti.

Dikatakan Mahesa, umumnya, angin yang biasa saja, bisa terbang selama 10-15 menit. “Kalau anginnya konstan dan termalnya banyak, kita bisa terbang 30 menit sampai 1 jam.”

Thermal Lift yang disbutkan Mahesa adalah angin naik yang disebabkan oleh thermal. Selain itu, ada pula angin yang angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift). Memanfaatkan kedua angin tersebut, membuat penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh (baca: Paralayang).

Oiya, jika Anda ingin mencoba berlatih olahraga terbang ini, berlatihlah padda yang sudah mempunyai sertifikasi. Pelatih paralayang atau instruktur adalah orang terlatih yang sudah diakui oleh organisasi paralayang di masing-masing negaranya (baca: Info Paralayang).

Keuntungan anda berlatih dengan pelatih yang bersertifikat dan diakui oleh PLGI – PB FASI antara lain:

  1. Pelatih telah memahami prosedur kepelatihan paralayang yang aman, sehingga akan menekan resiko dan mempercepat peningkatan kemampuan anda.
  2. Memperoleh Kartu Santunan Kecelakaan Paralayang dengan jaminan maksimal sebesar Rp. 2.500.000,00. Santunan khusus untuk kecelakaan paralayang ini berlaku untuk kategori meninggal dan cacat tetap, keterangan lebih lengkap tanyakan pada instruktur anda
  3. Setelah selesai mengikuti pelatihan dasar dan dinyatakan lulus akan mendapatkan lisensi yang diakui PLGI PB FASI sesuai tingkatannya.

***

Bolehkan?
Doc pribadi, taken by Aycil

Bagaimana? Berminat berlatih dan siap menikmati udara, pemandangan kota dan alam Indonesia lebih jauh? Atau mau mencoba sensasi berlari mengangkat dan mengembangkan parasut dengan bantuan angin?

Mau merasakan membawa keril parasut sepanjang batas lutut kah? Wkwkwkkw.. silahkan yaah? Siapa tahu benar menjadi atlit terbang layang kan nanti? Heem.. Sooookk.. mangga dicoba saja 🙂

Setiap lokasi terbang, berbeda ketinggiannya dari take off ke landing. Jadi, tidak ada patokan khusus waktu penerbangan. Selain pilot, alamlah penentu terbaik bagi perjalanan paralayang itu. Ingatlah untuk selalu mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mengerjakan apapun.  (jie)

***

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Sensasi Terbang Layang di Kota Apel Malang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s