simple CULLINARY, wisata kota

Sakit Kepala Karena Filosofi Kopi (1)

Haruskah minum kopi disertai alasan? Atau karena sesuatu yang menurut orang yang berkecimpung di dan bersentuhan langsung dalamnya, tak perlu alasan. Lalu bagaimana dengan saya? Kopi ohh kopi ~

Filosofi Kopi
Doc pribadi

***

Sakit kepala saya, ugkhhh!

Mungkin benar kata orang, untuk mengetahui, kita perlu mengenalnya terlebih dahulu. Saya memang tidak bisa  juga tidak terbiasa minum kopi hitam sebab alasan tertentu. Padahal sudah berapa tempat kopi yang saya datangi bersama teman-teman penyuka si hitam itu.

Beberapa diantaranya malah saya sambangi di luar kota, tetap saja belum berani mencicipinya satu cangkir kecil sekalipun. Kalaupun pernah, mungkin campurannya yang saya bisa meminumnya. Misal, pasangan kopi seperti susu atau es krim. Sayang ya?

Hal yang membuat saya bingung adalah ketika kopi bercampur es krim bisa memanah hati saya dan menyukainya. Haa?

Pertama kali, ketika mendapat kesempatan ketiga di kedai kopi, Yogyakarta. Ya, saat itu saya bersama teman-teman @Javafoodie dan Nuri, menelusuri tempat-tempat kuliner film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Tiga, nope.. four, diantaranya adalah tempat kopi.

Dari sekian tempat, hanya di lokasi akhir, saya akhirnya mencicipi campuran kopi dengan nama asing yang membuat saya lumer setelah mencobanya. Affogato! Huaaahh..

Makanan penutup (dessert) yang berasal dari Italia ini adalah sajian menu istimewa menurut saya. Terdiri dari es krim dan kopi espresso layaknya float (bacaSengatan Affogato ).

Cikal-bakal mulai menyukai kopi mungkin berawal disitu. Es krim vanila dengan paduan esspressonya yang kuat. Pertama mencicipinya, saya tidak mengaduknya terlalu banyak, agar percampuran kopi perlahan bisa beradaptasi dengan perut saya.

Affogato, Rumah Kopi Ranin
Taken by me, credit by Sita

Sejak itu, saya mulai menikmati aroma kopi. Hanya aromanya saja. Sound wierd? Ahahhahh yeap, that’s me. Hanya penyuka aroma kopi saja. Untuk mencoba mencicipi kopi hitam banget, dalam hitungan cangkir sendiri, saya belum bisa.

Kopi dalam filosofi yang ada. Mempunyai sudut pandang yang mengarah pada kehidupan. Kenapa bisa begitu? Banyaklah membaca, kawan. Persoalan kopi saja, kini memenuhi keseluruhan isi kepala saya. Bisa sampai begitu? Iya euuhh.

Cerita dari karya Dee Lestari tentang kopi yang belum sama sekali pernah saya baca, maupun menonton filmnya yang sudah bersekuel, saya belum pernah. Jangankan itu. Mampir, cicip, minum kopi di tempat/kedai kopi terkenal saja, saya melewatkan dan tidak mencobanya. Padahal kesempatan selalu ada.

Terus, kenapa dari ajakan Ninuk yang saya panggil Kaknuk itu, bisa membuat saya jadi berpikir banyak tentang kopi? Kenapa? Sakit kepala euy saking puyengnya.

Jujur, kepengen balik lagi ke Filosofi Kopi di Melawai, Blok M, Jakarta itu. Dimana saat Kaknuk mengajak masuk, saya terpana dengan aroma kopi yang sudah menyeruak masuk dalam rongga penciuman saya semenjak di parkiran motor!

Kemudian melangkah ke ruang yang dominan dengan warna hitam, putih, coklatnya itu. Daaaaaann…

Ahhh, nanti saya sambung saja yah tentang kedai fenomenal itu. Tentang mata saya yang tak lepas memandang setiap sudutnya. Tentang kaki yang tak ingin beranjak. Tentang mengisi waktu diantara hadirnya para penggemar si hitam menggoda itu. Tentang kamu deh ❤ ❤ ❤

Sabar yaaahh… saya istirahat dulu sembari mengumpulkan ingatan tentang Filosofi Kopi kemarin. Hhehhhee

Semoga kopimu hari ini, menjadi penyemangat bahwa ia kan selalu ada disana, meski jauh dan tak lagi menggenggam seperti kala itu. Tsaaaahhh… (jie)

***

Coffee No. 27, Yogyakarta yang juga saya lewatkan mencicipi kopinya.
Doc pribadi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s