wisata kota

Permen Lampion Chinatown Bandung

Langit membiru dengan indahnya, cuaca mendukung. Tahan sedikit terik saja menjelang siangnya. Kaki melangkah riang diantara aroma dupa menuju destinasi baru di Bandung. Panas,  lalu adem setelah warna-warni itu terlihat 🌞😘

Chinatown Bandung tampak samping.
Doc pribadi

Tahun 1405-1433, Ekspedisi Laksamana Haji Muhammad Cheng Hoo merupakan pintu pembuka bagi bangsa Tionghoa masuk ke Indonesia dengan perdagangan sutra dan keramik.Β  Sejak itu, pulau Jawa mulai dengan kampung China-nya yang sering disebut dengan kawasan Pecinan.

Perang Diponegoro, 1825, pun menjadi awal mula sebagian warga Tionghoa pindah ke Bandung dan menyebar ke Jalan Kelenteng di tahun 1885. Vihara Satya Budhi pun merupakan tanda Pecinan di Bandung (untuk lengkapnya, baca:Β Sejarah Tionghoa di Bandung Β )

***

Pintu samping Chinatown Bandung
Doc pribadi, taken by Pak satpam.

Kawasan Pecinan atau disebut Chinatown, dimana keturunan Tionghoa berada dan mendirikan usaha, kerapkali dijadikan tempat kunjungan wisata. Kota-kota besar di beberapa negara luar pun demikian. Tak terkecuali Indonesia.

Beberapa kota di Indonesia pun memiliki kawasan Pecinan. Seperti Jakarta, Semarang (Jateng), Tanjung Pinang (Riau), Medan (Sumut), Makassar (Sulsel), Singkawang (Kalbar), Tangerang (Banten), Manado (Sulut), serta Surabaya (Jatim). Kini Bandung juga memiliki kawasan ini.

Berada di Jalan Cibadak dan Jalan Klenteng, Bandung, sepanjang kawasan ini bukan hanya kulinernya saja yang tampak, tapi juga aktifitas serta tempat beribadah warga. Memasuki jalan ini, aroma dupa (berupa lidi yang dibakar sebagai alat berdo’a) sudah tercium. Lalu lalang orang-orang berkulit putih dengan mata kecil sipitnya serta aktifitasnya, sudah terlihat. Senyum ramah disunggingkan pada saya dan uwaknya Fina yang berjalan kaki menikmati suasana sedari gerbang tinggi di ujung jalan.

Bangunan simpel dengan warna-warni dari Chinatown Bandung terlihat meriah. Mulai dari lampion di depan bangunan, didalam, juga yang terdapat di pintu keluar kanan-kiri. Dinding pintu masuknya sudah menggambarkan lukisan-lukisan Tionghoa.

Dalam Chinatown Bandung, terdapat museum, perabotan antik khas Tionghoa, infografis sejarah Bandung, kuliner dan spot-spot foto berlatar belakang keseharian Tionghoa. Rumah lama, jembatan merah, barbershop, toko merchandise yang menjual pernak-pernik Chinatown. Adapula tempat bermain yang diperuntukkan bagi anak-anak serta tempat penyewaan baju-baju kaisar China.

Fasilitas disana pun lengkap. Tersedia toilet juga musholla bagi para muslim dan muslimah yang hendak mengerjakan ibadah shalatnya jika ingin berlama-lama di bangunan seluas satu hektare lebih tersebut. Selain itu panggung bernuansa Tionghoa yang sesekali diisi pagelaran musikΒ  dan budayanya.Konsep merah dan kuning sangat mendominasi disertai ornamen yang ada. Lampion memenuhi tengah bangunan, sebagai pusat lampu warna-warni kala malam menjelang.

Penasaran ngga sama isi bangunan di dalamnya? πŸŽŽπŸŽπŸŽ‡πŸ˜„

Sumber om Google

Eheeemm.. Belum kesampaian melihat senja diantara lampion-lampionnya euy πŸŒ†
Mungkin kamu mau menemani? 😘 .

Terletak di Jl. Kelenteng No.41 Bandung, kuliner di Chinatown Bandung bisa dinikmati oleh siapapun, dan terjamin kehalalannya.

Berkonsep semi outdoor dengan cita rasa etnik Kota China yang kental.

Tiket masuk ke Chinatown Bandung:
– Weekday: Rp 10.000/orang
– Weekend: Rp.20.000/orang

Jam buka: 12.00-22.00 wib.

Uummm.. ada yang mau kesana menemani saya di saat senja yang katanya bagus di dalam? Mau mengulang kesana lagi euy… Siapa tahu beruntung dengan senja diantara lampion, kan? Kepengin gigit lampion yang menyerupai warna-warni permen. Gemas sudah! Aahahhahaa πŸ˜‰ (jie)

***

Langit bersahabat
Doc pribadi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s