LAUTKU sayang, The Beach

Menanti Senja dan Rindu Mentari Pagi di Tepi Pantai

Sunset di pantainya 🌅
Doc by @afinnakhoirunissa

 

Senja selalu saja membuat terlena siapapun. Mendiamkannya hingga tak lagi mampu berkata. Namun mentari pagi pun tak kalah bersahaja. Menghangatkan dengan sinar cerianya.
Jadi, pilih mana? Huumm..
❤❤❤

 

 

Senja membiru
Doc by @anggitinsave

 

Dua hari penuh cerita. Mulai gelap, pagi yang kesiangan dan sore yang terlewatkan. Walau begitu, tetap saja tersisa kisah yang tanpa sengaja aku, kami dan kita dapatkan dalam rentang waktu yang ada. Padamu, senja dan mentari pagi… sangat menanti dan selalu merindukanmu. Kamu ~  🙂 ❤

Bulan merah jambu
Doc by @afinnakhoirunissa

***

Senja ohh senja ~

Langit senja
Bawa aku
Bermain bersama
di hari yang cerah

… Bersenjagurau (Senar Senja)

Senja selalu saja menarik. Entah apa yang kadang menyebabkan orang akan berlama-lama duduk menatap langit. Sekadar menyimpan rindu terpendam, rasa tak tersampaikan, kata tak terurai atau sekadar duduk diam menikmatinya hingga terbenam di batas khatulistiwa?

Semua senja tak pernah habis diperbincangkan. Mau di gunung, pantai, laut, desa. Pun di tengah kota` Senja selalu saja menghadirkan warna-warni menariknya.

Sejak kuning menjadi orange, atau merah muda. Terkadang kuning keemasan menjadi kemerahan. Lalu gradasinya menyisakan warna-warni syahdu yang tak lagi mampu berucap. Hanya gelap malam yang menghapuskannya. Menghantarkan pada jeda malam. Mendongengkannya pada sang bulan dan bintang agar menemani.

Hanya pandang dan tatap mata saja yang mampu membawa angan jauh berdendang mengikuti teduhnya senja meredup. Dan menekur mencarinya diantara pandang pasir pantai dan senja…

Warna demikian pastilah banyak yang menyukainya. Senja yang selalu saja bisa membungkan kicauan riuh rendah dan celoteh setiap makhluk.

 

Kamu nungguin senja?
Doc @restugryas

***

Pagi ceria, olee!

Hembusan kencang angin pangi, riuh suara kicauan burung memanggil, deru ombak menghantam diantara karang, buih-buih putih yang tampak di kejauhan.

Pagi menjelang, kaki-kaki mulai bergegas mencapai bibir pantai. Memaksa jemari agar segera terkena pasir lembut, lalu basah disambut riak ombak kecil di pinggir pantai. di sudut lain, tawa canda anak-anak lokal pun tak mau kalah dengan pengunjung yang berlomba membuat benteng pertahanan di pasir pantainya.

Ya, pagi ini kami duduk tertawa. Menanti mentari pagi yang masih berusaha keluar dari peraduannya. Sama malasnya dengan kami tadi kah? Ahh.. tidak. Ia tentu takkan mengecawakan wajah-wajah riang yang sudah menantikannya sejak subuh tadi.

Perlahan, warna hanyatnya hadir memenuhi warna langit pantai hari ini. Ternganga? Tertawa? Tak bersembunyi karena kami pun sama menantikannya seperti senja dinanti.

Yeap, iya muncul!

Dan itu mentari pagi pagi. Terus naik dan naik hingga sinarnya memenuhi seluruh bumi. Membentuk bayangan diatas kami dengan sinar bulatnya.

Heeeiii… aku juga rindu!! ❤ ❤ ❤ (jie)

***

_ Cerita ini ada pada saat Sertijab Hammockers Jawa Barat di Pantai Legon Pari, Palabuhanratu, Oktober 2017 _

Sunrise menggoda
Doc by @restugryas
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s