LAUTKU sayang, The Beach

Menangkap Ombak Para Surfer di Pantai Legon Pari

Iya, rindu. Sudah berapa lama tak menjejak pasir pantai? Tak main air asin? Tak membasahi kaki terkena hempasan buih di pantai? Tak menyapa bawah laut? Rindu laut, rindu pantai, rindu ombak, dan rindu kamu! Haiyaaahh… Mainlah kita ke Palabuhanratu yuk!

Find u there! ❤
Doc by @anggitinsave

Menuju Pantai

Perjalanan dari Bandung bersama teman-teman Hammockers Baraya ketika itu, memakan waktu sekitar 5 jam. Sementara kalau dari Jakarta, menempuh waktu hampir 7 jam. Mungkin karena malam hari, jadi tidak terlalu terkena macet.

Kami melewati jalur Cianjur, pertigaan Cibadak, dan masuk Sukabumi menuju lokasi Pantai Legon Pari.  Tiba di lokasi, pukul 03 dinihari setelah istirahat di pusat kota, sebelumnya.

Angin pantai menghembus menerpa malam. Aroma air asin sudah menyerbu menyeruak memasuki indera penciuman. Kami berjalan kaki melewati tembok yang berbatas dengan sebuah penginapan, mengarah ke pantai setelah memarkirkan kendaraan di atas. Cukup 100 meter saja berjalan ke pantainya.

Jajaran perahu warna-warni tampak di tepi kiri pantai. Agak di tengah, beberapa perahu nelayan berlabuh, bersiap untuk pagi berlayar menangkap ikan. Pohon kelapa tinggi melambaikan daun panjangnya. Kami pun bersegera mencari pohon untuk menggantungkan hammock-hammock kami agar beristirahat.

***

Pantai Favorit Peselancar

Pelabuhan Ratu, demikian orang kerap menuliskan dan menyebutkannya. Penulisan sebenarnya adalah Palabuhanratu. Terletak di Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, Palabuhanratu memiliki ombak yang sangat disukai oleh para peselancar.

Pantainya yang berada di pesisir Samudra Hindia, memungkinkan  ombak tingginya bagi peselancar (surfer) bermain disana. Menurut wikipedia, topografinya berupa perpaduan pantai curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak serta hutan cagar alam. Sebab ombak inilah, tidak disarankan bagi para perenang, apalagi pemula untuk berenang di sekitar Pantai Legon Pari, khususnya yang dekat dengan karang-karang terjal.

Ya, gelombang dan hempasan ombak yang membentuk lorong-lorong ombak bagi peselancar ini, maupun mengantarkan peselancar bisa stand up on board, membuat Pantai Legon Pari menjadi salah satu destinasi favorit untuk bermain selancar air.

The wave
Doc by @anggitinsave

Pantai Legon Pari yang berlokasi di Cikahuripan, Cisolok, Sukabumi, disebut juga dengan Pantai Karang Haji. Mungkin karena satu garis pantai dengan Pantai Karang Haji yang memang banyak terdapat karang-karangnya. Hanya lebih rapat saja.

Terdapat warung yang menjual makanan dan camilan, 5 buah saung, 4 kamar mandi dengan air bersihnya. Saung yang menghadap pantai, memungkinkan pengunjung untuk berteduh disana sembari melihat pemandangan lepas pantai. Selain itu, aksi para peselancar pun menjadi tontonan tersendiri saat mereka berusaha mencari ombak.

Ditemui di sela-sela jam mengajarnya, Muhi (Sukabumi), salah seorang pelatih selancar air mengatakan bahwa, Pantai Legon Pari dikhususkan bagi peselancar yang tingkatannya sudah advance. Karang juga ombaknya adalah alasan, mengapa peselancar pemula tidak disarankan bermain disana.

“Hempasan ombak disini berbahaya bagi peselancar pemula. Apalagi latihannya dekat dengan karang-karang itu,” ujarnya mengarahkan jari telunjuk ke karang di sisi kanan kami berada.

***

Mengenal Surfing

Ombak merupakan teman bagi peselancar dalam bermain surfing. Berlatih surfing, pertamakali dilakukan diatas pasir pantai. Menentukan kaki mana yang akan dijadikan pijakan dominan dalam bermain selancar.

Belajar surfing di pantai
Sumber om Google

Mengenali papan selancar juga sangat penting. Memastikannya sudah di wax (lilin papan) agar kita tidak tergelincir dan pijakan pun semakin pasti. Kemudian, ikatan tali selancar pada punggung kaki pun harus pas, agar keselamatan dan keamanan berselancar terjaga.

Mencari spot pun tidak bisa asal memilih. Bagi seorang pemula, pantai berombak lambat dan landai sangatlah disarankan agar bisa menunjang latihannya. Bermain selancar di pantai demikian biasanya ketinggian ombak sekitar 1-2 feet (setinggi dada orang dewasa).

Seseorang yang bisa berenang, akan dengan mudah mempelajari surfing. Karena dalam istilah surfing, dikenal pula mendayung atau padlle out.

Mendayung adalah pelajaran paling dasar dalam berselancar. Bermain dari gelombang kecil dan mendayungnya dalam pecahan ombak. Menjaga keseimbangan badan di papan selancar pun cukup sulit, karena kita harus belajar melawan arus datang dan mendayungnya dengan posisi benar.

Bagian lain yang juga harus dipelajari yakni popping out. Posisi bangun dari papan seluncur sebelum stand up on board dengan keseimbangan ini pun akan sulit. Apalagi diantara air laut dan ombak.

Adapula tehnik melewati bawah ombak (duck diving). Tehnik ini sepertinya untuk tingkatan lebih tinggi. Karena sudah menyentuh bawah air dengan kayuhan dan paddle out yang kuat saat mendorong tubuh ke atas air. Ditambah pula harus melewati gelombang permukaan bawah air serta bertahan mendekap papan selancar. Huaa rumit!

Kemudian momen menangkap gelombang, mungkin saat menyenangkan bagi peselancar yang sudah ahli. Tentunya ketrampilan menangkap gelombang harus terus diasah dan dilatih agar bisa menikmati bermain selancar.

Stand up on a board
Sumber om Google

“Tehnik paling sulit ketika bermain surfing adalah berdiri, stand up on board,” kata Muhi.

Sementara Carla (Amerika Serikat), yang sudah 4 bulan naik tingkat, menyatakan hal yang sama, “Paling susah saat belajar surfing, berdiri di papan selancar. Ada ombak, kita harus paddle out. Lalu stand up on board begitu mendapati posisi bagus beraksi. Kalau bisa berenang, aman untuk surfing. Karena berenang membuat kita tenang ketika menghadapi ombak.”

Dan saya mulai roaming ketika istilah-istilah selancar disebutkan. Meni riweuh pisan nyak 😀

***

The sun goes down
Doc @afinnakhoirunisa

Menikmati Pantai Legon Pari

Peselancar pemula biasanya memainkan papan selancarnya di sekitar Pantai Sunset, Citepus atau Karang Hawu. Pantai-pantai disana lebih landai. Artinya hempasan ombak tidak terlalu dominan karena tidak disertai terjangan dari karang yang ada.

Bermain selancar di Pantai Legon Pari memang mengasikkan. Masing-masing dari mereka biasa menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam. Mulai pukul 09.00-16.00 sore, para peselancar akan berdatangan dan memainkan papan selancarnya dalam gelombang tinggi diatas 2 meter.

Untuk menyewa papan selancar bagi pemula di Pantai Legon Pari ini, 100 K. Papan selancarnya, ringan dan pendek.

But anyway, Pantai Legon Pari dengan pasir lembutnya, terus saja memaksa kami bermain. Tidak hanya bagi peselancar saja, pengunjung biasa, penikmat senja dan penanti mentari pagi pun terus berada disana. Demikian dengan anak-anak yang berlarian di tepian pantainya.

Tak peduli gulungan ombak berkejaran yang membasahi kaki hingga ke paha. Panggilan sunrise menggoda, berikut sunset sendunya, tetaplah syahdu  dinikmati bersama.

Bermain di pantainya, seakan menarik kita kembali dan terus saja kembali. Seperti hammockers yang tiap senja dan pagi menjelang, mereka berlarian ke pantainya.

Jadi, sudah siapkah berselancar? Jangan lupa bermain di pantai dengan ombak landai dulu yah sebelum berniat terkena hempasan super di pantai-pantai rekomendasi surfing. (jie)

***

Sunset
Doc by @anggitinsave

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s