Behind d Scene, Pets Lover

Belajar Mengenal Ular dari Tyo Jejak Petualang

When snakes make us laughing 😀
Doc by @zai_alfarisi

Dalam tiap perkembangan perjalanan yang terjadi, banyak hal bisa menambah wawasan kita. Entah di sengaja maupun tidak, perkembangan itu tumbuh dengan sendirinya. Banyak hal yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu. Dari hanya sekedar mendengar, penasaran, bertanya dan akhirnya membaca karena membutuhkan. Seperti saya, yang secara tidak sengaja menjadi moderator dari peragaan ular yang dimiliki oleh mas Tyo, ex-host Jejak Petualang Trans7 di acara Camp Akbar Bekasi Raya.

King cobra, Ophiophagus Hannah
Doc by Maulida

Ular Secara Umum

Hewan yang melahirkan seperti mamalia dengan cara bertelur, sebagian menetaskan telurnya di dalam tubuh induknya ini, sebenarnya termasuk juga dalam hewan melata.

70% jenis ular, berkembang biak dengan bertelur. Biasanya mereka meletakkan telur-telurnya di lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk maupun di bawah timbunan daun-daun kering.

Reptil tak berkaki dan bersisik ini, kebanyakan hidup di daerah tropis. Hidupnya berkelana dari pepohonan dan sangat jarang di tanah. Selain di hutan, gunung, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, pemukiman penduduk, menyusup di tumpukan sampah atau batu, ular pun hidup di sungai, rawa, danau dan laut.

Apabila membunuh mangsanya, biasanya mereka memakan korbannya bulat-bulat dengan melilit tanpa memberi kesempatan bernapas. Memutus jalur pernapasan, pergerakan dan merusak peredaran darah lawan. Gigi yang dimiliki ular, berfungsi lebih kepada menelan mangsa (cek disini Ular).

***

Tyo and his snake
Doc by @zai_alfarisi

Tingkatan Jenis Ular

Cerita ular ini, saya dapatkan ketika saat itu, saya (dengan tidak sengaja) memoderatori Herna Hadi Prasetyo, ex Host Jejak Petualang (versi ular/survival) pada acara Camp Akbar Bekasi Raya, 28-29 Oktober 2017 di Buper Karang Kitri, Desa Bojong Mangu, Bekasi.

Pada sesi sharing tentang ular ini, mas Herna yang akrab disapa Tyo, membawa 3 jenis ular dengan tingkatan berbeda, yaitu:

  1. Ular tidak berbisa
  2. Ular berbisa menengah sedang
  3. Ular berbisa tinggi

Dari perbincangan spontan dengan mas Tyo, saya mendapatkan ciri-ciri ular sebagai berikut:

Untuk ular berbisa rendah:
– Gerakan merayapnya cepat, agresif
– Aktif di siang hari (diurnal)
– Membunuh mangsanya dengan membelit
– Bentuk kepalanya bulat telur (oval)
– Bergigi, tapi tidak memiliki taring bisa (aglypha)
– Gigitannya tidak mematikan, tetapi akan meninggalkan bekas karena menggigit berkali-kali

Sedangkan ular berbisa tinggi:
– Gerakannya lebih lambat, tenang menantang, serta penuh percaya diri
– Aktif di malam hari (nocturnal)
– Untuk membunuh mangsa, ia akan menyemprotkan (sebutannya apa yah?) bisanya
– Bentuk kepalanya segitiga
– Memiliki taring bisa dengan racun sangat mematikan (glypha)

Belum semua sih yang saya paham mengenai ular pada umumnya. Setidaknya, cukuplah ya buat nambahin wawasan tentang ular yang kemungkinan kita temukan di alam bebas 🌿🐍🌿 .

***

Tyo, snake handler and they’re aglypha snake.
Doc by @zai_alfarisi

Fakta Tentang Ular 🐍 .

Dalam kesempatan tersebut, mas Tyo menceritakan sedikit tentang glypha dan aglypha. Jenis ular glypha merupakan ular berbisa/bertaring. Sedangkan aglypha, jenis ular bergigi namun tidak bertaring dan berbisa (bacajenis ular berdasarkan bentuk dan susunan gigi).

Kenyataannya, berdasarkan penjelasan mas @tyo_jpsurvival di sesi sharing tesebut, faktanya adalah:

– Ular sulit melihat kalau terlalu banyak pergerakan di dekatnya
– Ular tidak memiliki telinga dan kelopak mata
– Ular tidak mendengar
– Ular merespon gerakan terdekat dengannya
– Ular tidak melihat warna
– Ular bisa membaca panas suhu tubuh, cepat merespon apabila mangsa panik

Benar, bahwa kenyataannya, ular tidak memiliki daun dan gendang telinga. Indera penglihatan dan pendengarannya pun terbilang kurang. Mereka baru bisa melihat jelas, dalam jarak dekat. Maka dari itu, ular lebih mengutamakan instingnya.

Instingnya akan bekerja pada sisik perutnya, dimana mereka bisa menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya. Itu sebabnya, mereka bisa merespon suhu dengan membaca sensor panas jika kedatangan manusia dan lainnya.

Pertanyaan, bagaimana dengan seruling yang dimainkan dan bisa membuat ular keluar dari keranjang seperti yang terlihat dalam film-film?

Jawabannya, tentu saja mereka melihat dan merespon dari gerakan si peniup seruling yang dekat dengan mereka. Jadi bukan karena suara seruling yang memancing mereka keluar dari keranjang itu. Hhhahaha…

Eheeemm… Jika Anda menyimak penjelasan mas Tyo, pasti paham. Ya, kan? 😄😄😄

***

Jangan Panik!

Kebiasaan kita jika bertemu ular di alam bebas, pemukiman penduduk, atau diantara daun dan bebatuan adalah panik dan takut. Padahal dengan begitu, justru memicu mereka aktif bergerak kearah kita, karena merasa terancam.

Jadi, harus bagaimana?

Menurut mas Tyo, hal yang harus dilakukan pada saat kita bertemu ular di alam bebas, sebaiknya:
– Diam
– Jangan panik
– Mundur perlahan dan berusaha tidak menarik perhatian si ular.

***

Tyo with King Cobra
Credit to @zai_alfarisi

Belajar Menangani Ular

Sesi sharing terbatas waktu, tentunya harus bisa memaksimalkan moment. Beberapa hal yang bisa ditanyakan oleh penasaran, saya lontarkan pada mas Tyo. Dan berikut adalah beberapa cara belajar menangani ular ketika menangkap dan melepaskannya.

Menangkap ular, bisa dilakukan dengan alat berupa tongkat yang sudah ada di pasaran. Tongkat tersebut kepalanya membentuk U dari perpanjangan pegangannya. Tongkat lainnya yang bisa kita dapatkan di alam, biasanya kayu berbentuk Y. Alasannya, agar bisa mendiamkan kepala ular ketika menangkapkanya.

Cara sederhana saat akan menangkap ular, yang harus diperhatikan adalah:

  • Posisi kuda-kuda dengan kaki sejajar
  • Badan sedikit membungkuk
  • Posisi tangan memegang tongkat penghandle ular
  • Ketika ular sudah dikuasai dengan tongkat, peganglanglah kepala ular dengan posisi jari telunjuk (sedikit) menekan kepala ular. Sementara ibu jari, jari tengah, manis dan kelingking, memegang bagian badan di sisi kanan-kirinya. Tangan lainnya memegang sisi ekor.

Cara sederhana melepaskan ular, yang harus diperhatikan adalah:

  • Posisi kuda-kuda dengan kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang (tergantung posisi nyaman berdiri dan menghadapi ular)
  • Badan cenderung (sedikit) membungkuk
  • Posisi tangan yang memegang ular, meletakkannya di tanah. Sementara tangan lainnya yang memegang ekor, harus terbebas dari belitan. Artinya orang yang menangkap ular dalam kondisi tenang dan tidak panik, maka ular pun tidak berusaha membelit lawan.
  • Jika posisi sudah baik dan ular tenang, letakkanlah perlahan sambil posisi kuda-kuda berjalan mundur perlahan

***

Pencegahan Bila Terkena Gigitan Ular

Jika Anda terkena gigitan ular, sangat tidak disarankan untuk menghisap bekas gigitan ular tersebut. Apalagi kalau gigitan tersebut dari ular berbisa.

Bisa ular akan dengan cepat menyebar jika terdapat luka pada bidang mulut. Misal gigi yang berlubang, gusi yang luka, dan lainnya.

Gigitan ular yang menyebar, akan meninggalkan rasa sakit hebat. biasanya bekas gigitan membengkak karena terjadi pendarahan dalam dan berwarna merah gelap. Bila tidak mendapat pertolongan pertama, gigitan tersebut bisa menjadi fatal yang berakibat pada kematian.

Pencegahan sederhana yang bisa dilakukan adalah:

  • Membersihkannya dengan menyiramkan air bersih
  • Membersihkan dengan alkohol
  • (dapat) mengeluarkan bisa gigitan dengan cara mengiris daerah sekitar bekas gigitan secara tegak lurus sesuai dengan alur jaringan darah. Jangan melintang karena akan memutus urat/jaringan yang ada.
  • Pisau yang digunakan untuk mengiris daerah bekas gigitan ular, sebaiknya steril dibersihkan dengan alkohol atau dengan cara dibakar.

***

Tulisan saya, tidaklah sempurna. Pengetahuan ular yang saya terima pun sekadarnya dari hasil perbincangan singkat di Camp Akbar Bekasi Raya. Semoga dengan tulisan ini, bisa membuat teman-teman yang membaca, sedikit banyak menambah wawasan tentang binatang reptil ini ya.

Semoga juga bisa bertemu kembali dengan mas Tyo pendiam yang ramah ini lagi. Biar bisa bercerita banyak tentang ular untuk kemudian dituliskan kembali oleh saya. Hatur nuhun pengetahuannya, mas… (jie)

***

Photo session
Doc by @campakbar
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s