cerita jiwa

Senja yang Terlampaui

Hidup bukanlah melulu tentang warna. Terkadang hitam putih menjadi bagian darinya. Entah ada rasa terselip atau tidak, tergantung bagaimana kita saja menghadapinya. Termasuk rindu bersenja bersama.

 

Merindu senja bersama.
Doc by Abbay

*out of the pic*

Ini tahun berapa ya?
Sudah berapa banyak senja yang terlewatkan?

Dalam batas ingatku.. Satu hal yang teringat, ketika ia memintaku tergesa menelponnya segera. Pada suara yang memburu, nafas yang meradang, dan isak yang tertahan. Pada sebuah permintaan hati yang sangat kupahami, dalam ketidakberdayaan.

Ahh, aku teringat kembali hal itu, sedemikian rasa yang menyeruak sama pada malam itu. Ingatan yang melayang beberapa tahun sebelumnya. Kejadian serupa dengan persoalan berbeda. Selalu di angka yang sama, pada tingkatannya yang sama, untuknya.

Dan suara itu? Ada apa lagi? Kenapa selalu saja terjadi? Lalu aku yang lunglai, tapi harus kuat?

Kalau tidak karena pikiran panjang yang aku berlakukan untuknya, sudah pasti kutarik dengan segala kemampuan yang ada. Dengan segala keterbatasan yang kumiliki. Kalau mengedepankan ego, segala hal dengan mudah bisa diabaikan. Tak usah berpikir jauh, bukan? Hhhh..

Kamu dan kegelisahan yang tertanam. Kamu dan kerisauan yang selalu saja terendap. Kamu dan ketegaranmu yang membuatku harus bertahan untuk tidak mengeluarkan sedikitpun air yang menganak sungai. Kamu yang harus terus mendengarkanku kuat berceloteh riang diantara kabel dan jaringan tak terlihat. Iya, demimu, AKU KUAT.

Kisahkanlah kesedihan.
Kisahkanlah hatimu.
Kisahkanlah bila memang tak lagi sanggup menahannya.
Karena YA, baru sebatas itu yang bisa kulakukan.
Maaf bila tak berarti, namun aku selalu menanti.

Lalu di wilayah aman, dimana sebuah sudut kesendirian, membuatku mendengarkan sejuta kesedihan dalam gelap. Sejuta jawaban pun tak mampu membuatku berkata dalam benar, meski aku berusaha menenangkanmu.

Padamu yang (mungkin) terhancurkan sebab keduanya, MAAFKANLAH. Keadaan apapun, kembali, KUAT, KUAT dan TEGARLAH KAMU. Do’a kan selalu mengiringi.

Dan ini sudah senja keberapa yang tak lagi bisa bersama? Entahlah. Hitungan sudah tak lagi ada. Merunduklah, sayang.. karena sayangku takkan pernah habis untukmu disana πŸ’™πŸ’™πŸ’™
.
.

Credit to: @m_akhbarardhani

@nulisbuku

.

.

#nulisrandom2017
#nulisbuku
#notabouttraveling
#senja
#penikmatsenja
#jawatengah
#indonesia

***

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s