Hitchhiker Indonesia (HHI), Traveller

Trial Hitchhiking

Berawal dari tekad yang bulat. Selanjutnya keinginan mendadak seorang teman galau. Mau ikut, menunggu izin dan akhirnya ikut. Lalu mendapat tambahan seorang lagi. Usaha adalah bentuk dari kemauan. Tetapi kalau belum berjodoh? Heeeemmm…  😉 

Before go show

Doc Ramdhanih19

 




Diskusi Hitchhiking

Tadinya saya saja yang mau hitchhike. Kelamaan dimantepin kaki, otak mumet. Seperti tahu bulat kerjaan @rio.c.kusuma yang usil, saya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman setelah beberapa bulan di Jakarta.

Kamar yang tengah diserang alien, atap yang bolong, debu dimana-mana dan sementara numpang di kamar sebelah (tanpa flysheet) mengharuskan kaki saya melangkah.

Hasil obrolan siang kemarin, seharusnya katom @nyokmlaku yang mau ikut hitchhike mendadak, tiba-tiba batal. Lalu @kapten__nemo dan @yayankuswara yang akhirnya ikut setelah acara kopi di Depok selesai. Ini juga Ramdhan (@kapten__nemo) masih galau menunggu izin dari rumah yang belum keluar. Dan Yayan yang mendapat izin (terpaksa) dari istrinya @linda_marumsky keluar. Huyeeeehhh.. lepas satu, dapat dua. Asik!

Jujur, baru kali ini saya benar2 ngga tahu jalur yang belum pernah saya lalui. Kami makan di sekret @backpackerjakarta , diantar @arifkutiah @ramdhanih19 @riyan_mamet ke Cawang Uki.

Saya bingung sama jalur ini. Soalnya, sama sekali baru buat saya. Sudah dijelasin Linda, tapi tetap saja bingung. Huaaaaaa.... puyeng!!
 
Berdiri, pasang tulisan galau, ngga ada yang stop. 20 menit, pindah dekat pintu tol. 20 menit lagi, berdiri, lari2, dapat! Yeay!

Kami akhirnya naik kendaraan dingin, AC, enaaakk.. 

Tujuan Cawang Uki menuju Bekasi Barat, DONE.

#cawanguki 
#jakarta 
#indonesia


***

Hitchhike Kendaraan 1 (Cayla Toyota) 

Cawang Uki mengantarkan kami ke arah Bekasi Barat depan Mall Metropolitan. Kendaraan AC tadi, kami naik Cayla Toyota warna merah. Maaf ya, untuk satu dan lain hal, saya tidak bisa memposting plat mobilnya.

Pak Asep Maung, bukan orang Sunda, tapi Padang. Hahaaa namanya ambigu kan? Ngga apa. Doski sebenarnya mau pulang ke Jatibening, tapi dengan rela hati mengantarkan kami ke Bekasi tanpa paksaan.

Kedua kalinya, saya merasa ngga yakin dengan Bekasi Barat. Entah ya kenapa. Tapi karena kedua jagoan yang bersama saya @yayankuswara @kapten__nemo terlibat percakapan yang klik, saya tidak terlalu mendengarkan. Seperti biasa, saya memposting (sedikit) tulisan di media sosial. So, i trust them to talk everything with the driver :) 

Perjalanan kami menyenangkan, karena Pak Asep juga seru orangnya. Berbicara banyak hal, terutama tentang kendaraan online, mereka para lelaki menguasai bahan obrolan. Sementara saya, laporan pantauan perjalanan dulu ke @arifkutiah @ramdhanih19 @riyan_mamet istri gudibeg, @lindamarumsky biar aman.

Kami tiba pukul 03.09 wib dinihari dan meminta izin berfoto di depan mobilnya. Cekrak-cekrek, salaman, beres.

Intinya, perjalanan oke, senang, dingin dan asik.
TAPIIIIIIII...

#bekasibarat
#indonesia


Mr. Jagoan jalan-jalan
Doc pribadi

 

Sahabat Ejie

Kiri: @kapten__nemo 

Berperawakan tinggi, jenggot, kalem, dan kadang suka kasih saya kerjaan freelance. Orangnya terlihat pendiam, tapi masya Allah, rajin ibadah. Dan subhanallah, rajin traveling.

Ehemm... dan untuk yang ter lainnya, ia akan melewati hari pentingnya, minggu depan. Dahsyat? 

Yoyoy sekaliiiiii... Saya mengenalnya sebenarnya ketika dulu #travelerkaskus sering bikin kopdar di Jakarta. Kemudian, secara tiba-tiba, ia ikut di hitchhiking perdananya ketika saya yang terbiasa melakukan #hitchhikingbymyself posting tulisan numpang.

Ehh, komen-komen, laahh.. ngikut. Sama Kabunda @betty_suryaningsih waktu itu. 2013 ke @badegaparang ketika baru buka.

Terus, beberapa kali, karena sering ajakin saya hitchhike tapi ngga bisa waktunya, sayalah yang berinisiatif mengajaknya. Di sosmed, sering banget saya mention karena kami hampir tidak pernah bertemu di ibukota penuh perjuangan.

Tapi ya pasti gagal deh. Gantian, ia yang sering ajak saya. Tanya kapan saya hitchhike, kapan saya ada waktu. SAMA! Ngga pernah ketemu juga! Hahahhahah

Kacau? Ho ooohhh

Nah, satu kesempatan yang ngga mau saya lewatkan, ketika ia main ke Yogyakarta, 20 menit keberangkatan keretanya. Ditemani @m_akhbarardhani ngebut ke stasiun! Ngeri!!!! 

Huaaaaaa.... ketemu juga sama kakak idola satu ini. Dan semalam, kami bertemu kembali di acara @coffeetoffee#Margonda #depok lalu hitchhike kembali. Tapiiiiiiiii

Tenang kak, aku padamulaaaaaahh 

Terima kasih sudah kembali bertemu yak ;) 

Credit by: @yayankuswara 
Location: Mall Metropolitan, Bekasi 

#bekasibarat 
#indonesia



Yayan, the time keeper!
Doc by Yayan Kuswara
Sahabat Ejie (2)

kanan: @yayankuswara .
.

Wajahnya ngga asing, apalagi namanya. Huaaaaa seantero mana ngga kenal doski? Kalau sejajar saya, tetap saja ya namanya cowok, tinggi juga. Badan mungil versi cowok. Hhehehe

Ketemu Yayan face to face itu, pas dia sedang sibuk ngurusin acara @backpackerjakarta di Buper Cibubur. Waktu itu, komunitas @hitchhiker_indonesia menjadi undangan dari @emyebpj founder ntap soul yang hampir hitchhike bareng saya. Ya kan sibuk, ngga bisa ngobrol deh. 

Terus, kesempatan selanjutnya, kami dipertemukan kembali ketika @baksoslintaskomunitas mengadakan acara sosial dengan prepare hanya seminggu!! Owmak good.

Super sekali kan, dimana saya pun mendadak didaulat mereka untuk menjadi koordinator acara. Padahal saya mah ngga tahu apaan gitu. Baru datang ditembak dooorrr huaaaaaa... Okeehh accept the challenge.

Singkatnya kegiatan demi kegiatan bareng, saya tahu ritme kerja bersama Yayan di komunitas. Gesit, cepat nangkap, asik kalau diskusi kegiatan, daaaaannn jagoan saya!

Akhirnya saya bisa baca, ia tanggap dalam hal apa. Taraaaaaa turuuuu torooo boboookkk!

Heem.. dalam acara, dimana saya diposisikan sebagai moderator atau narasumber, Yayan lah time keeper ter-best. Kami hanya berbicara sedikit, dia tanya dan kasih masukan ini itu pada saya, demikian saya berbicara begini begitu, DONE! 

Jadi buat saya, Yayan sahabat yang patut diperhitungkan. Ehh, baru kenal @linda_marumsky kesayangannya, langsung lengket. Nda panggilannya, orangnya juga seru. Dia kasih tau saya jalur looohh.... Peluuuukk kaliaaaann ^,^ 

Location: Mall Metropolitan, Bekasi
Credit by: #gudibegkuh 
Taken by: @kapten__nemo 

#bekasibarat 
#indonesia


Gagal Hitchhike Bertiga

Pengalihan cerita dari kedua sahabat saya diatas itu, tidak lain karena kami bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali ke titik awal perjalanan. Pulang ke sekre BPJ.

Kenapa?
1. Yayan harus pulang, karena waktu tidak memungkinkan jika ingin lanjut jalan dan tiba di tempat yang kami tentukan harus segera pulang untuk mengejar janji ke Yogya pada istrinya.
2. Ramdhan pun ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Jadi saya tegas memberikan pilihan tanpa bisa ditolak oleh mereka dengan alasan-alasan kuat. Bukan, bukan karena saya tak ingin hitchhike dengan mereka, tetapi kondisi waktulah yang mengharuskan mereka harus cerdas memilih.

Jadi, ketika kami telah selesai shalat shubuh di pom bensin terdekat, Ramdhan memesan mobil online dengan tujuan yang telah disepakati. Mereka berdua tertidur lelap, sementara saya tetap terjaga hingga ketika harus menunjukkan posisi sekre, saya membangunkan Yayan untuk bertanya.

Yeap, kami berpisah setelah turun. Ramdhan dan Yayan ke sekre, sementara saya? Hhehheehe… perjalanan saya mencapai titik yang saya inginkan masih jauh.

Saya masih harus meneruskan niat awal dari sebuah keinginan memecahkan jalur yang belum pernah saya lakukan. Itu pun jika di satu titik saya akan bertemu teman-teman berbarengan, ya mungkin saya tidak akan melanjutkannya. Walau jujur, saya menyimpan niat ingin melakukannya, SEORANG DIRI.

***

Kata Ejie

Kalau diikuti, sebenarnya, kami tidak sepenuhnya gagal di Bekasi Barat. Tercatat ada 3 kendaraan yang akan mengangkut kami disana. Truk gandeng porsi besar, mobil pribadi dan truk barang.

Ketiga mobil ini tadinya memang akan mengangkut, tetapi yang menjadi kesulitan saat itu, adanya satu rombongan lain yang menurut saya mengkhawatirkan pengendara saat memutuskan akan memberikan tumpangan pada kami.

Iya, kami rapi dan sopan saat berbicara. Itu mungkin salah satu poin mengapa mereka berhenti tepat di depan kami. Alasannya adalah, ketika kami tengah berbicara dan akhirnya kendaraan tidak jadi mengangkut, rombongan tersebut berlari ke arah kendaraan seperti truk itu.

Ya mungkin pengendara menyangka bahwa kami adalah pengalihan dari 3 orang lainnya yang berlarian ke arah kendaraan lobian kami. Bukan mau menghakimi mereka, tetapi mungkin cara yang mereka lakukan, sejujurnya menghambat perjalanan kami dengan niat baik.

Oiya, ada lagi satu kendaraan pribadi yang akan memberikan tumpangan, tetapi Ramdhan yang bingung jalur yang menjawab bahwa tidak sejalur. Huaaaaa… padahal kata Yayan, kita bisa berpindah ke titik selanjutnya untuk cari kendaraan lain yang searah.

Waahahahahaa…. ya mau apalagi, wong saya benar-benar buta arah. Ngga tahu deh kalau mau ke Bandung, lewat Bekasi Barat itu bisa atau ngga, ya kurang paham saya, karena baru sekali itu lewat jalur itu.

Maafkan saya yang ngga bisa ikut memutuskan ya teman-teman 🙂

Anyway, terima kasih yah buat kalian yang sudah mengisi malam untuk belajar hitchhike bersama meski tak jadi ke titik rencana awal. Senang mah saya bisa jalan bareng teman-teman hebat. Bertemu lagi nanti yaaaaa….

Mari pulang dan lanjutkan kisah kita dengan jalur berbeda yoow..

Penasaran akan terus mengiringi jika NIAT kuat tersimpan di jiwa. 
Positiflah ~ jie
So, where do i have to start now? From begining.
Just waiting. Fill the road with your smile, always... (jie)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s