Hitchhiker Indonesia (HHI)

Hitchhike Jakarta-Yogya: Kisah Buah Hitchhiker (Part Puskesmas)

 

 

Si boneka minjem :D Doc pribadi
Si boneka minjem πŸ˜€
Doc pribadi

Bahwa dalam setiap perjalanan hitchhiking, banyak berkah dan keberuntungan yang akan mengiringimu lebih lanjut. Jika kendaraan sudah diperoleh dengan catatan Nol Rupiah, maka keberuntungan selanjutnya adalah berkah dari ketelatenan dan kesabaran menjalankannya.

***

Before:
https://ejiebelula.wordpress.com/2016/11/03/rencana-gaspol-hitchhiking-jakarta-yogya-1/

***

 

Tidur Dalam HujanΒ 

Foto diambil di masjid Puskesmas Rowosari, ketika tim tengah bergantian istirahat. Doc pribadi
Foto diambil di masjid Puskesmas Rowosari, ketika tim tengah bergantian istirahat.
Doc pribadi

Dalam perjalanan menuju ke Yogyakarta dengan cara hitchhiking cukup banyak cerita yang terekam pada memori terbatas si kaki lambat. Setelah menumpang kendaraan Colt T120 dengan pengendara Pak Totok, Harno dan Pak Nino serta anaknya, Ardi, lalu turun di persimpangan Weleri, tim kami (Fitri, Retno dan saya), akhirnya mengisi kekosongan perut di warung kecil pinggiran jalan.

Kami mencari masjid yang disarankan ibu warung ke arah Puskesmas Rowosari yang tak jauh darisana. Istirahat cukup, saya berikan pada Fitri yang telah banyak bertugas saat hitchhiking malam sebelumnya (28/11/15). Jatah tidurnya yang cukup berkurang, saya gantikan di beberapa saat ketika dalam kendaraan kami bergantian tidur. Kemudian porsi terbanyak, saya berikan saat kami berada di Masjid Nida’Ur Rohman di Puskesmas Rowosari, Kendal.

Istirahat berlangsung panjang karena ternyata hari memaksa kami melakukannya, beristirahat lebih dan memberikan kesempatan pada raga mengambil HAKnya. Hujan!

Horeee.. horeeeee…. suka hujan! Dan saya terlelap dalam jatuhan derasnya rintik yang terdengar seakan musik yang meninabobokkan.

Terbangun dan hari semakin larut. Saya memutuskan, tim akan melanjutkan hitchhiking malam hari, setelah Isya.

***

Puskesmas dan Cerita Pembawa Rezeki

Tempat beristirahat ketika hujan deras. Doc pribadi
Tempat beristirahat ketika hujan deras.
Doc pribadi

Perbincangan dengan petugas kesehatan di Puskesmas Rowosari, yakni mas Muslih, mas Toro juga mas Heru membawa cerita yang kembali mengingatkan pada kisah-kisah perjalanan menumpang, seorang diri.

Sebenarnya kalau mengikuti apa yang disarankan komunitas saya, Hitchhiker Indonesia, seorang perempuan tidaklah baik melakukan perjalanan menumpang tanpa ada teman satu pun. As you know, it dangerous for women go alone.

Alasan sederhana, tentu saja berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan dan kewaspadaan. Kalimat bahaya, takut atau ngga traveling sendiri khususnya dalam menumpang, seringkali masuk dalam list pertanyaan yang entah sudah berpa banyak dilontarkan.

Dan berkali-kali pula saya menjawab dengan kalimat yang sama, “Bulatkan niat. Yakinkan diri bahwa berpikiran positif akan selalu membawa kita pada aura positif. Dan bila berpikiran baik, maka di sepanjang perjalananmu, akan ditemukan dengan hal baik, lingkungan baik, serta orang-orang yang baik pula, sesuai prasangkamu.”

Mungkin hanya kalimat itu saja yang bisa saya katakan pada mereka πŸ™‚

Memulai sebuah percakapan yang tidak disengaja itu pun, entah bagaimana memulainya. Mungkin karena seringnya saya berceloteh, dan juga karena kami diizinkan beristirahat di masjid daerah Rowosari itu, membuat saya akhirnya duduk sejenak setelah menumpang toilet Puskemas.

Perbincangan mengarah pada pertanyaan seputar hitchhiking yang diisi oleh tiga perempuan Jakarta yang menurut mereka, gokil. Lalu pertanyaan yang kerap saya dengar pun mengalir lancar, hingga akhirnya mengalirlah cerita hitchhiking by myself yang membuat mereka melongo dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dahsyat pada saya. Termasuk pada pertanyaan tentang kendaraan yang saya tumpangi serta perjalanan malam hari yang saya jalani.

Ragulah hanya bila instingmu menyatakan bahwa kendaraan tersebut tidak berpihak padamu. Namun berkatalah iya, jika kendaraan itu merupakan teman perjalanan yang menyenangkan ~ jie

 

Cukup lama kami duduk bercerita dengan petugas kesehatan disana. Dari hanya satu orang, dan menjadi tiga orang ikut duduk membawa kopinya karena mendengarkan cerita saya. Lumayan kan, menghabiskan waktu berteduh di tempat aman dari curahan hujan yang cukup deras hari itu?

Oia, saya bukan tengah membanggakan kisah yang terjadi pada perjalanan menumpang saya, tetapi sekadar berbagi pengalaman dan petualangan saja. Perjalanan yang mengarah pada hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan. Perjalanan yang banyak memberikan pelajaran pada hari-hari saya selanjutnya.

Bahwa banyak hal yang bisa dilakukan jika saja kita mau menjalaninya. Banyak kehidupan yang tak kita sangka jika hanya mengeluh. Dan banyak kehidupan yang jauh dari perkiraan maupun bayangan yang tak semuanya indah seperti pandangan mata saja. Huummm… coba lakukan perjalananmu untuk mengetahui apa itu kehidupan, ya πŸ™‚

Hei, dan buah dari percakapan saya dengan ketiga petugas kesehatan tersebut, kami mendapatkan kendaraan tumpangan selanjutnya ke arah Yogyakarta. Yipiiieeee…..

Sungguh tiada maksud dari sebuah cerita sampai akhirnya bisa ditawarkan tumpangan ke tujuan kami selanjutnya. Jikapun ada hal demikian, mungkin karena kedekatan yang terjadi saat saya menyampaikan cerita hitchhike itu. Ketertarikan mereka pada kisah, atau karena niat mereka yang mau membantu kami mencapai tujuan akhir perjalanan kami saat itu, Yogyakarta.

Ahh… aku selalu menyebutnya keberuntungan dalam menumpang. Iya, setelah menumpang dari Jakarta sampai Weleri dan Rowosari ini, akhirnya perjalanan kami akan mendekati akhir.

Senang? Yeap. Saya segera bergegas mengabari Pitray (panggilan pada Fitri- ) dan Retno agar bersiap-siap dan repacking bawaan kami. Hmmm… 3 kendaraan motor sudah siap mengantarkan kami ke titik mencari kendaraan kembali. Sekitar 1,5 jam jaraknya dari Puskemas singgahan kami malam itu. Alhamdulillah kan ya?

***

Perjalanan aman akan senantiasa demikian sesuai apa yang ada dalam batas pikiranmu. So, be positively ❀ (jie)

 

Iklan

8 tanggapan untuk “Hitchhike Jakarta-Yogya: Kisah Buah Hitchhiker (Part Puskesmas)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s