Hitchhiker Indonesia (HHI), wisata kota

Pagi yang Telat di Desa Wisata Tanjung

Sleman, kota yang terbilang baru saya jelajahi. Kunjungan tanpa sengaja ini saya peroleh saat undangan dari Dinas Pariwisata Sleman, Blogger Famtrip setelah sebelumnya membaca di timeline serang teman. Tempat baru, teman baru dan kunjungan-kunjungan yang tak pernah ada dalam daftar perjalanan mendadak.

Rumah Joglo (credit to Google)
Rumah Joglo
(credit to Google)

Buah dari perjalanan panjang adalah ketika mendapatkan bonus dalam masa petualangannya. Dan salah satunya ketika saya bisa mampir dan bermain ke beberapa tempat. Diantaranya ketika Blogger Familyzation Trip.

***

Kukerjabkan kedua bola mata letih ini. Ada Pitray dan Retno disampingku? Oalah.. sepertinya ada yang terlewatkan semalam. Baju, headset, kaus kaki? Mereka masih lengkap di tubuhku? Ckckkk, sepertinya aku lupa membasuh tubuh letih akibat hitchhiking Jakarta-Yoygakarta yang kulakukan. Hhaha.. ketiduran!

Ehh, tiba-tiba teringat pada satu hal. Sunrise! Iya, perjalanan lain yang kuinginkan adalah melihat sunrise di Jawa Tengah yang kurindukan ini. Terakhir ke Yogya itu tahun 2012 lalu dengan tema sama, hitchhiking Jakarta-Yogyakarta juga setelah seminggu sebelumnya aku ikut Backpacking Race Solarising yang diadakan oleh Greenpeace.

Pemandangan Gunung Merapi yang tampak dari rumah di Desa Tanjung. Foto diambil ketika melakukan pendakian ke Gunung Merapi di tahun 2012 (atau 2013 ya? Lupa saya :) ) (doc Ricky Merah)
Pemandangan Gunung Merapi yang tampak dari rumah di Desa Tanjung. Foto diambil ketika melakukan pendakian ke Gunung Merapi di tahun 2012 (atau 2013 ya? Lupa saya 🙂 )
(doc Ricky Merah)

Loncat kasur dan cari jendela!

Huahhh… salah jendela! Karena ternyata itu hanyalah jendela yang tertutup dan menghadap tembok dengan lorong kosong.

Ya ampuunn..  Aku mencuci muka dan sikat gigi. Berlari ke pintu depan dan berjalan ke arah tunjuk Pak Wasita semalam, salah seorang panitia Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Sleman yang menyebabkan aku hingga bisa tiba ke Desa Wisata Tanjung ini.

***

Sekilas Desa Tanjung

Desa Tanjung merupakan tempat wisata yang diperuntukkan bagi Anda yang ingin berwisata dengan konsep kekeluargaan. Banyak hal yang bisa diliat dan dipelajari. Mungkin bukan hanya dipelajari, tetapi seperti kilas balik kehidupan desa bersahabat.  Kemungkinan nuansa pedesaan sangat jarang dijumpai di kota besar yang sudah penuh dengan hiruk-pikuk kendaraan, aktivitas pekerja dan gedung bertingkat.

Tak hanya mengedepankan kehidupan desa sehari-hari, Desa Tanjung juga mengedepankan nilai budaya dan hidup yang bisa dieksplor para wisatawan.

Di desa ini banyak yang bisa kita lakukan karena selain mencakup kesenian diantaranya membatik, karawitan, bermain musik, menari, permainan outbond dan sebagainya. Ada pula kegiatan membajak sawah dengan memandikan ternak, memanen padi, dan lainnya di area pertanian serta kegiatan perikanan seperti memandikan bebek, budi daya ikan, juga tambak ikan.

Layaknya kehidupan desa yang nyaman, disana kita pun bisa beraktifitas bersepeda menghirup udara segar pedesaan sembari menikmati pemandangan lereng Merapi yang tampak jelas. Selain itu, kita juga bisa melihat kebun salak, hiking di Gunung Merapi, atau sekadar mengunjungi dan melihat kerajinan desa.

Berada di daerah Ngaglik, Sleman, desa ini terletak di sebelah utara Monumen Jogja Kembali (Monjali). Setelah tikungan Dusun Rejodani akan terlihat gapura, kemudian tampak bangunan besar yakni Rumah Joglo (rumah tradisional Jawa).

Bangunan besar dengan pendopo yang dapat menampung 200 orang yang lesehan. Tiang penyangganya terbuat dari kayu nangka yang sudah berumur 200 tahun dan terdapat relief kuno pada tiang dan dinding kayunya.

Di halaman rumah besar tersebut bisa digunakan sebagai tempat bermain gobak sodor, gelar seni budaya, menyalakan api unggun dan kegiatan tradisional lainnya.

Potensi wisata di Desa Tanjung ini diantaranya mencakup kesenian berupa ayam ketawa, musik ceciblon, musik pekbung, melukis, batik, jathilan, karawitan, jegog lesung, dan lain-lain. Ada pula di bidang pertanian seperti memandikan ternak, tandur, matun, panen. Sedangkan di bidang perikanan ada memandikan bebek, budidaya ikan, mina padi dan kolam ikan.

Credit to Google
Credit to Google

***

Puas menikmati pagi yang telat, saya kembali ke rumah milik Pak Hari Susanto yang berkelas A ini. Iya, kami diterima di rumah tersebut untuk bermalam dan bertemu teman blogger asal Semarang disana.

Di Desa Tanjung juga disediakan rumah-rumah penginapan bagi para pengunjung yang ingin bermalam. ada kelasnya tergantung kita ingin yang seperti apa. Mulai dari fasilitas AC, kipas angin atau yang biasa.

Untuk bisa menginap dan tetap bersosialisasi dengan warga, maka kita disarankan mengambil penginapan di desa tersebut. Sudah berikut fasilitas sarapan pagi juga kok.

Sudah ihh, main lagi biar tambah garis catatan perjalanannya. Hoohohoo (jie)

***

Terima kasih:

Dinas Pariwisata dan Budaya Sleman
Ibu Evi
Pak Wasita
dan teman-teman Blogger FamTrip

***

 

Iklan

4 tanggapan untuk “Pagi yang Telat di Desa Wisata Tanjung”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s