Traveller

Lintang Kesayangan Kavri

Aku baru tahu kalau ada peringatan hari gajah sedunia tiap tahunnya di tanggal 12 Agustus.
Kalau cerita tentang kehidupan gajah yang diburu karena gadingnya atau tentang pembantaian gajah sih, aku tahu, walau tidak semua cerita tentangnya yang kuketahui secara dalam. Artinya ya membaca, mendengar cerita, maupun tahu secara langsung dari orang yang pernah terlibat dalam kegiatan volunteer gajah.
Foto bareng Kavri, Lintang dan teman gajah lainnya. (Doc pribadi)
Foto bareng Kavri, Lintang dan teman gajah lainnya.
(Doc pribadi)

Ingat Kavri

Dia temanku di komunitas Hitchhiker Indonesia (HHI). Kavri dulu pernah bercerita tentang seekor gajah yang dia kunjungi ke Taman Safari Indonesia. Katanya, gajah itu nurut. Kalau di elus-elus, dia senang. Dan Kavri sayang banget sama si gajah.

Oia, Kavri bilang kalau nama gajah itu, Lintang. Dia masih anakan. Tahu ngga, di otak aku, anakan berarti masih kecil gitu deh… Imut-imut, heheehh ^_^ Padahal biar masih anakan, gajah mah hitungannya besar juga kan kalau lihat fisiknya.

Aku belum pernah sama sekali ke Taman Safari seperti yang Kavri ceritakan. Kebetulan, setelah teman travelingku -di komunitas yang sama- menikah akhir tahun 2013 lalu. Kami panitia tidak tertulis yang menghadiri acara resepsinya di Pekan Baru, masuk dalam daftar ikut jalan-jalan ke Taman Safari. Wiiihh.. rezeki banget kan? Iya doonk, soalnya kan gratis! Wkwkkk

Dari jalan-jalan ini, akhirnya tahu Taman Safari dan kenalan deh sama Lintangnya Kavri. Lucu!

***

Lintang si Anak Gajah

Lintang dan teman-temannya ini, ada pengasuhnya. Memandikan, membersihkan dan menyikat gajah-gajah tersebut memang sudah menjadi tugas para pengasuh. Biasanya bergantian jadwal kerja mereka, pagi dan siang. Yang sangat perlu menjadi perhatian adalah kuku gajah, karena disanalah sensitifitas penyakit gajah, yakni cacingan. Kalau mereka terawat, tentu pengunjung akan senang bermain dan foto bersama bukan?

Merawat gajah tidak sembarangan, bukan hanya menemaninya saja, tetapi gajah juga butuh kasih sayang lho?!? Iya, dengan kita mengelusnya, menjadikannya sebagai teman, maka gajah-gajah tersebut pun secara “rasa gajah” akan memahaminya.

Gajah-gajah di Taman Safari ini, ada yang dibiarkan bermain di tempat terbuka tanpa pelindung atap, mungkin supaya mereka juga bisa berjemur ya? Sementara Lintang dan teman gajahnya, ada di tempat yang sepertinya berupa tempat madi, karena ada genangan air selang disana. Lantainya pun basah, seperti habis mandi para gajah-gajah itu.

Badannya yang besar, serta rambut-rambut kasar yang ada di sekitar belalainya itu, agak membuat aku geli sih. Terlebih ketika Lintang melilitkan belalainya di badanku yang secara otomatis mengkerut. Hahhhaha.. ngga tahan sama rambut kasarnya yang seperti jenggot. Kalau dilihat biasa ya ngga terlalu kelihatan karena rambut tersebut menyatu dengan warna kulit abu-abunya.

Mau peluk Lintang, tapi ngga bisa. Soalnya badan Lintang besar. Hahahha peluk sedikit saja, dan Lintang balas dengan anggukan kepalanya. GELI! Lintaaaanngg… kamu gemesin!

***

Gajah Taman Safari (doc pribadi)
Gajah Taman Safari
(doc pribadi)

Tentang Gajah

Mamalia terbesar ini, disebut sebagai nenek moyang dari binatang purbakala mammoth. Pernah nonton filmnya kan? Mammoth yang badannya lebih besar daripada gajah biasa dengan rambut menjuntai ke bawah. Gadingnya panjang membentuk kurva ke arah dalam.

Secara spesies, gajah diketahui terdapat di Afrika dan Asia.
Lengkap, gajah bisa dibaca DISINI —> wiki/Gajah

Afrika merupakan tempat terbanyak dimana gajah diburu. Setidaknya terdapat 51 lokasi pembantaian gajah. Sedangkan di Asia, Thailand, Vietnam dan Myanmar, pembantaian gajah banyak terjadi disana. Indonesia lebih terbuka mengenai kehidupan gajah yang mati. Hal ini dikuatkan oleh informasi dari konservasi WWF dan NGO yang terlibat langsung dengan kehidupan gajah.

Untuk lengkapnya, bisa baca di link berikut http://www.kompasiana.com/wishnubio/mari-selamatkan-gajah-dalam-rangka-hari-gajah-sedunia-12-agustus-2014_54f678cba333116a018b4c27

***

Cerita Teman

Tides, teman 1 tim di Backpacking Race Solarizing, teman hitchhiking dan teman freediving, pernah ikut serta dalam menjaga dan memantau kehidupan gajah di Jambi tahun lalu. Ia menjadi volunteer selama 3 bulan di NGO Konservasi Satwa Liar di Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Kabupaten Tebo. Ia bercerita mengenai kehidupan gajah yang dijumpai di pedalaman hutan bersama timnya. Secara garis besar, ia mapping posisi gajah, pendampingan pada masyarakat dan belajar mengenai hal yang berkaitan dengan gajah.

Pada masa pemantauannya, beberapa kesempatan, ia menyaksikan gajah yang mati akibat kelakuan manusia di sekitar yang memburunya. Terkadang gajah tersebut berada diantara hidup dan mati terkena jebakan manusia. Ada pula yang hilang kepalanya karena mau mengambil gadingnya untuk diperdagangkan.

Kadang kala, gajah juga bisa mengamuk, dan itu mengerikan. Pernah suatu waktu, Tides menceritakan, timnya yang kalang kabut mendadak kabur karena gajah tiba-tiba mengamuk dan mengejarnya. Temannya yang tidak bisa memanjat, serta merta sudah berada di atas pohon tinggi karena ngeri dengan amukan gajah itu.

Hal yang sebaiknya menjadi perhatian adalah:

  • Berkurangnya habitat tempat hidup para gajah yang dialihfungsikan dari hutan menjadi kebun (sawit)
  • Berkurangnya sumber makanan para gajah yang hidup di hutan karena tidak adanya tumbuhan atau pepohonan besar, menjadikan mereka kesulitan mencari makanan.

Kalau saja kepedulian kita pada hewan berbadan besar ini bisa lebih menjadikannya teman dan tidak memusuhi dengan memburunya akibat kelalaian kita sebagai manusia yang mengambil lahan makan para gajah, tentu generasi mendatang tetap bisa melihat kelangsungan hidup mereka, bukan?

Untuk yang pengin tahu seperti apa Tides bertugas menemani gajah, coba deh baca di link tulisan Tides ini.

https://aghniafasza.wordpress.com/2015/02/07/belalai-turis-relawan-di-bumi-andalas/

Tidak hanya sekadar berbicara saja, tapi mulailah peduli akan sekitar kita. Apa ya? Misalnya saja dengan cara #SayangiGajah dan mengelusnya ketika mengunjungi gajah di taman-taman rekreasi. Bisa, kan? 🙂

Jadi, kapan kita berkunjung melihat gajah? (jie)

***

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

2 tanggapan untuk “Lintang Kesayangan Kavri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s