Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Hitchhiking to Sragen

Do it by my self (Doc pribadi)
Do it by my self
(Doc pribadi)

Tak mudah memang melakukan perjalanan seorang diri. Apalagi dengan hitchhike atau lebih akrab dengan kata MENUMPANG. Perempuan pula yang menumpang. Tentu banyak kendalanya, kan? Berikut adalah catatan perjalanan hitchhike ke Jawa Tengah yang belum rampung. Monggo dibaca ๐Ÿ˜‰

***

Rencana Sragen

Hei! Ido it by my self. Where? Hitchhike dooonnk.. jalan-jalan gratis transportasi! Hhhahahahah

2012, kaki lambat membawa langkah dan perjalanan tanpa rencana ke Jawa Tengah. Sepulang dari mengikuti Backpacking Race Solarizing, tak kurang dari seminggu, aku memutuskan melakukan hitchhiking tersebut.

Setelah aku turun Gunung Lawu yang juga kucapai dari Jakarta ke Solo dengan berhitchhiking, aku memutuskan bermain dan jalan-jalan di Solo. Kebetulan sekali, teman kakak angkatku ketika bertemu di Semarang lalu, memberikan nomor kontaknya dan mempersilahkan aku menginap di rumahnya. Alhamdulillah, rezeki memang ngga kemana. Iya, kan?

Nah, aman menginap di Solo, aku pun berniat ingin mengunjungi teman Sail Morotai ku, Pras. Jadilah aku mengontaknya dan janjian bertemu di hari libur kerjanya. Horeeee… aku bisa donk kasih tanda centang bahwa aku akan ke Sragen, kota kecil hijau yang dingin! Asiiiikk..

Menurut info Pras, disana ada gunung, candi, air terjun dan pemandian hangat. Mengingat waktu yang hanya sehari, karena list dan waktu yang sudah kupatok, aku tidak berharap bisa mengunjungi semua tempat-tempat tersebut sekali bablas. Ya kemana rezeki kaki melangkah dan waktunya pas saja sih… Bisa mengunjungi beberapa saja kan sudah lumayan yah?

Yuklah, kasih jempol dulu buat cari kendaraan hitchhike ke Sragen. Dapat syukur, ngga ya rapopo. Aku tidak terlalu ngotot hitchhike dalam perjalanan menuju ke Sragen kali ini.

***

Rezeki Hitchhike

Santai. Tidak pernah mematok harus mendapat kendaraan ber-AC sih.. yang penting sampai di tujuan dengan selamat. Iseng-iseng kuacungkan jempolku dan memampangkan tulisan numpang.

Sebuah kendaraan berhenti di depanku. Aku bertanya arah terminal Solo kepada bapak yang berumur sekitar 50 tahunan itu. Ramah ia menjawab tiap pertanyaan yang terlontar dari mulutku. Sesekali ia bertanya dari mana asalku karena logatku yang tak kentara Jawa-nya.

Aku tidak mengatakan tumpangan pada angkot yang membawaku ini, karena tidak ada ucapan nego (kalimat menumpang yang biasanya kulakukan di awal tumpangan) ketika aku menaiki kendaraannya. Hanya membuka pintu dan duduk di samping si bapak. Kami bercerita tentang arah, jalur Solo yang belum ku pahami. Tak lama, aku tiba di terminal. Bapak mengarahkan lokasi bus.

Ketika akan menyodorkan uang, si bapak menolaknya sembari mengatakan bahwa ia memang berniat mengantarkanku hingga ke terminal dimana aku bisa naik kendaraan menuju ke Sragen. Soalnya kata si bapak, ia melihat pampangan tulisan “MENUMPANG” ku, hhehehhhe ๐Ÿ™‚

“Ngga usah, mbak. Saya memang mau antar mbak kok tadi. Kebetulan saya juga mau arah pulang untuk istirahat dan sekalian bisa lewat terminal ini. Mbak hati-hati ya di jalan….” pesan si bapak yang aku lupa namanya.

Aku tersenyum ‘oon‘ sembari menggumankan kalimat, “Terima kasih, pak..”

Ohh… aku cengok!

Hebat ya Indonesia ini. Masih dan selalu saja adaย orang berbaik hati yang mau memberikan tumpangan tanpa mengharap apapun. Hanya karena ingin menolong! Waaaw!

Entah apa yang menyebabkan si bapak mau mengantarkanku hingga ke terminal. Padahal tadi aku iseng saja berdiri pampangin tulisan numpang. Ya sudahlah. Biasanya kendaraan umum begitu yang memberikan tumpangan padaku, selalu kuucapkan, “Semoga rezeki kendaraannya lancar dan dimudahkan mencari nafkah, Amiinn..”

***

Hitchhike Bus

Clingak-clinguk, mau bertanya tapi kok ya sepi? Bapak angkot sih mengarahkanku agar menunggu di papan plang termi al saja, tidak usah masuk ke dalam agar tidak menunggu lama.

Hei, kondektur sebuah bus arah ke Sragen pun memanggilku. Dan aku (kembali) mendapatkan bus berbayar dengan cuma-cuma alias gratis, Rp 0,- alhamdulillah..

Kok bisa? Entahlah. Kadang keberuntungan itu akan datang dengan sendirinya di saat yang tak kita duga dan rencanakan. Begitu pun dengan bus yang aku naiki ke Sragen ini. Mungkin rezeki si bapak angkot mengalir ke bus ini yak?!?? Hiihihi…

Mudah?

Ya tidak juga jika dilakukan tidak dengan niat berhitchhiking, kan? Keberuntungan akan mengikuti bila diiringi dengan niat baik.

Tanpa teman bukan berarti sendiri. Karena banyak hal yang membuat kita dapat berinteraksi dengan orang-orang baru yang kita temui selama di perjalanan.

Pun hitchhiking ini, membuatku mengunjungi teman-teman lama yang untuk ditemui saja sulit. Selain terpisah tempat tinggal dan karena kesibukan masing-masing, jauhnya jarak berkumpul juga menjadi kendala.

Jadi dengan hitchhiking ini, aku memetakan agar dapat sekalian silaturahim dengan teman-teman. Dan berhasil!! Senaaaaaannngg…..

Kapan #hitchhike melanjutkan perjalanan Yogya-Bali?

Kata om T. SUDARISMAN, aku hitchhike Jawa dulu diselesaikan, baru ke Bali dan seterusnya.

Ada yang berminat hitchhike?

________________________________________________________

#hitchhiker #HitchhikerIndonesia #HitchhikeByMySelf #exploreSRAGEN #exploreJAWATENGAH #exploreINDONESIA #kelilingindonesia #loveINDONESIA

________________________________________________________

Iklan

9 tanggapan untuk “Hitchhiking to Sragen”

  1. Wah hebat sekali Mbak bisa melakukan hithhikingi ini seorang diri. Perempuan pula lagi. Yah, kita memang harus selalupositif kalau di jalan ya ๐Ÿ™‚

    1. Halo mbak evi…
      Hhehehh ini efek dari rasa penasaran, mbak evi.
      Semua tempat ingin selalu dicoba dengan hitchhiking kalau memang mumpuni. Ngga harus selalu dipaksa untuk hitchhike juga kalau situasinya tidak memungkinkan, mbak.

      Kalau bisa, ya ejie jabanin deh ๐Ÿ™‚

  2. Mantab juga tuh,.. kalau ditambahin fotonya kakaynya lebih mantab nih,..’
    \
    Koreksi dikit dibagian “Masih dan selalu saja ada irang berbaik hati” ada kesalahan pada Orang Berbaik yg disengaja atau tidak ya ๐Ÿ˜€ Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s