LAUTKU sayang

Nelayan Nyale

(Doc pribadi)
(Doc pribadi)

Kisah bisa didapatkan dimanapun ketika kita melangkah. Mengingatnya mungkin akan lebih mudah dan cepat ketimbang harus mencatatnya. Tetapi bagi memori terbatas ini, mencatat akan lebih baik sebagai penambah khasanah bercerita. Sedikit cerita menyisir Pantai Tanjung Aan, Lombok.

***

Siang yang cukup terik! Aku bertemu bapak pengeruk pasir pantai Tanjung Aan, Lombok ini ketika ia sedang sibuk mencari nyale. Aktifitasnya tentu saja membuatku tertarik, mendekat, bertanya dan bercerita.

Nyale adalah sejenis cacing laut yang gemuk (padat dan besar). Hidupnya dibalik pasir pantai. Mungkin bersembunyi dari kerukan tangan para pencari nyale. Jika pasir dikeruk agak dalam, akan terlihat cacing-cacing gemuk itu. Panjangnya bisa sekitar telapak tangan atau 20 cm dengan kondisi badan cacing selebar seperti jari telunjuk. Lumayan gemuk, kan?

Nelayan nyale mencari cacing tersebut siang menjelang sore hari, karena air mulai menyusut. Nyale akan digunakan sebagai umpan pada kail para nelayan penangkap ikan. Sungguh kehidupan saling berkaitan, bukan?

Oia, kalau sedang surut, terlihat batu-batu Pantai Tanjung Aan yang permukaannya berwarna hijau ditutupi lumut laut. Cantik. Belum lagi pasir pantainya yang seperti merica. Berbulir cukup besar, beda dengan pasir pantai yang putih halus.

Cacing besar yang disebut NYALE oleh penduduk sekitar Pantai Tanjung Aan. (doc pribadi)
Cacing besar yang disebut NYALE oleh penduduk sekitar Pantai Tanjung Aan.
(doc pribadi)

Ehh, jadi ingat satu buah lagu ketika kecil..

Bebek-bebekku, mari kemari

Ikutlah aku, ke kebun bibi…

Disana banyak, kesukaanmu

Cacing yang gemuk, hei!Β Harus direbut….

Berebut, berebut, sungguh ramainya

Berebut, berebut, bersukaria

——————————————

#PlazaIndonesia #PILoversIndonesia #IndonesiaThroughMyEyes #PI_humaninterest

Mencari rezeki di hari terik. (doc pribadi)
Mencari rezeki di hari terik.
(doc pribadi)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s