Plot Summary

Snorkeling Mask, Diving Mask dan Swimming Google

Masker Mares (doc pribadi)
Masker Mares
(doc pribadi)

Aku salah seorang penyuka olahraga air. Dimulai dari berenang sejak usia dini, diajarin papa, les berenang, hingga kepincut pada aktifitas bawah laut seperti freediving. Untuk olahraga air, salah satu alat pendukung yang membuat kita bisa melihat indahnya dunia bawah laut adalah penggunaan masker.

***

Tentang Masker

Masker adalah alat bantu serupa kacamata. Hanya saja, ia tak seperti kacamata biasa yang bisa dilalui oleh udara atau angin semilir di sela-sela mata kita. Masker menyelam ini akan melindungi daerah mata dan hidung sehingga air tidak masuk dan mengenai penglihatan juga indera penciuman kita.

Yang membedakan snorkeling mask dan diving mask adalah karet pelindungnya. Pada snorkeling mask, silicone yang mengitari daerah mata dan hidung, masih ada campuran PVC (polyvinylchloride), sedangkan diving mask adalah silicone murni. Karena untuk menyelam di kedalaman, fungsi mask berperan penting terhadap kenyamanan kita di dalam air.

Masker silicone ada dua pilihan warna, yakni:

1. Transparan

2. Hitam

Pemilihan warna hitam, terbilang favorit, banyak dipilih karena ketika di bawah laut, pandangan kita jauh lebih fokus.

Kedua masker diatas berbeda dengan kacamata renang, atau sering disebut swimming google. Penggunaannya hanya sebatas di kolam renang saja. Namun, tidak sedikit pula yang menyelam menggunakan kacamata renang.

Kacamata renang biasanya tanpa pelindung hidung seperti yang terdapat pada masker. Jadi jika berenang menggunakan kacamata renang, menahan napas dan berusahalah supaya udara tidak terhirup melalui hidung. Karena artinya, akan tertelan air kolam atau air laut kalau kita sedang main dan menyelam di laut. Susah kan ya? *just imagine it 😳

Untuk diketahui saja, menyelam menggunakan kacamata renang di lautan lepas, hanya bisa di kedalaman 3-5 meter, selebihnya tidak disarankan menggunakannya. Itupun tergantung bagaimana kita mengatur penglihatan di bawah laut. Karena kecil dan sempitnya penglihatan pada swimming google, berpengaruh pula pada tekanan yang dihasilkan di laut.

***

Kaca Pada Mask

Penggunaan kaca pada snorkeling/diving mask, biasanya ada tanda tempered glass yang berfungsi menahan tekana air hingga kedalaman diatas 20 meter.

Oia, kaca tersebut dapat digantikan dengan kacamata minus. Berhubung mataku minus dan pernah kesulitan ketika berenang di kedalaman, apalagi bila air keruh, maka aku pernah menanyakannya. Hal ini pernah dijelaskan oleh penjaga toko dimana aku membeli keperluan alat selamku.

Dikatakan oleh penjaga toko, bahwa bagi yang memiliki mata minus, yakni rabun jauh, bisa menggantinya. Tetapi jika masih dibawah -3 tidak perlu mengganti kaca, karena masih akan terlihat jelas yang disebabkan oleh pembiasan.

Selain air yang keruh, satu hal yang membuatku bertanya adalah, kesulitanku ketika menghadapi praktek bongkar pasang alat (scuba diving), dimana masker yang membantuku dalam penglihatan, terpaksa dilepas dan aku agak kesulitan dalam melihat. Tapi kalau dpsudah begitu, tidak ada alasan berkacamata, bukan? Jadi ya percuma juga, mau kaca tempered glass atau kaca minus, yang diandalkan adalah mata kita sendiri! Hahhah… nanti edisi lain, aku ceritakan deh mengenai penanganan mata minus biar ngga panik di saat tanpa ada bantuan mask atau kacamata renang.

***

Memilih dan Merawat Masker

Memilih masker, sebaiknya tidak terlalu kecil dan sempit di wilayah penglihatan. Tidak juga terlalu lebar/besar. Terpenting adalah rasa nyaman ketika menggunakan masker saat berada di bawah air.

Cara sederhana untuk mengetahui bahwa masker tersebut termasuk bagus adalah, gunakan masker dengan posisi menghadap lantai/bawah. Hirup udara seperti bernapas, lalu tahan. Lepaskan pegangan pada masker. Jika tidak terjatuh, artinya silicone masker tersebut baik. Aku melakukan hal itu pada masker milikku saat membelinya (tulisan menyusul). Percobaan terbaik adalah ketika berada di laut dan tidak bocor saat kita menyelam di kedalaman.

Agar masker awet, sebaiknya lakukan tips berikut:

  1. Bilas masker dibawah air berjalan (mengalir) selama kurang lebih 10 menit setelah pemakaian di air asin (laut).
  2. Jauhi penggunaan sabun cuci (detergent) pada gear selam. Sabun cuci mengandung bahan kimia yang dapat merusak masker anda. Gunakan HANYA SABUN BAYI.
  3. Gantung (diangin-anginkan saja) dan jangan jemur di bawah terik matahari langsung.
  4. Setelah kering, simpan pada kotak penyimpanan yang tidak terlalu tertutup (masih menyisakan udara) agar tidak berjamur.

***

Jadi pilihlah masker sesuai kebutuhan renang atau menyelammu. Dan kalau sudah punya gear sendiri, jangan lupa merawatnya. Karena pemakaiannya adalah tanggung jawab pribadi.

Awet atau tidaknya suatu barang, tergantung pada bagaimana kita menempatkan barang tersebut sebatas kebutuhan kita. Kalau ngga mau rusak, ya pajang saja. Pakai sekali setahun, ngga usah main di laut. Hehhhe… (jie)

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s