CHALLENGE, LANDSCAPE

Live Report: Ekosistem Hidup Melalui Sungai

 

Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah. (doc pribadi)
Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah.
(doc pribadi)

Melihat sungai jangan hanya sebatas selokan. Apalagi yang sering dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah seketika. Contoh yang kerap kali terlihat adalah, jalan sambil makan camilan dan ketika habis, plastik atau bungkus makanan dengan seenaknya dibuang sembarangan.

Tanpa disadari, sampah ringan tersebut terbawa angin. Yang terpikir yakni, sampah ringan itu tentu akan nyangkut dimana-mana. Salah satunya sungai. Bisakah anda bayangkan seperti apa sungai yang tercemar oleh sampah-sampah akibat ketidakpedulian kita?

Bukan tidak sadar, tetapi lebih pantas disebut MALAS beranjak membuangnya ke tempat sampah tersedia. Cara paling sederhana yaitu, kantongi saja sampah yang ada padamu. Dan buanglah di tempat semestinya.

Muchlish, koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke 7 mengatakan mengenai kegiatan yang tengah berlangsung di Bogor serta dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor ke 533 tahun, diharapkan bisa mengurangi titik buangan sampah. Seperti di Kelurahan Tanah sereal sudah menutup titik sampah.

“Selain itu, dari kegiatan positif #LMSC7 #SaveCiliwung ini semoga bisa dijadikan inspirasi komunitas lainnya. Pun dengan penambahan ide-ide terkait kebersihan kota. Tidak hanya di Bogor saja, tetapi Indonesia,” tambahnya.

Sungai utama di Indonesia ada 5.000 sungai. Buruknya sampah sekitar sungai menciptakan kualitas kebersihan menjadi rendah. Mengelola sungai bukan seperti mengelola jalan, listrik dll.

“Jadikanlah sungai jadi bagian yang harus dikelola pemerintah,” imbuh Muchlis.

Perbaiki koordinasi tidak hanya di Pemerintahan saja, tetapi dengan semua pihak.

Menurutnya, beton membantu supaya tidak longsor. Sungai itu ekosistem hidΓΉp dan baiknya ada vegetasi bukan bangunan. Tata agar sungai jadi halaman depan. Alokasikan sungai berimbang dengan taman.

Rumah kalau tidak ditempati, tidak menyala, tidak ada kehidupan. Demikian pula dengan sungai. Ketika kebutuhan sungai sangat diperlukan, maka pandangan hidup harmoni akan muncul.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Pesan yang ingin disampaikan:

1. Pastikan tidak adalagi bangunan di pinggir sungai agar tercipta kondisi sungai yang bersih dari sampah.

2. Jadikan Bogor sebagai Kota Taman dengan menjafikan sungai sebagai bagian tak terpisahkan dari bantangan kota.

3. Pemerintah diharapkan komitment dengan tata ruang dan perlindungan DAS.

Hayu urang #Bogor koroyokan bersihkan sampah Ciliwung (jie)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s