simple CULLINARY

Onde-onde Kacang Variasi

Kue bulat ini adalah jajanan favorit ketika aku kecil. Sekali lagi, peran mama dalam mengenalkanku akan camilan tradisional Indonesia sangat besar. Kesukaan terhadap makanan ringan memang bermula dari pandainya mama dalam mengolah berbagai bahan makanan menjadi camilan yang kerap ada di rumahku. Mungkin hal ini menjadi dasar segala makanan tradisional selalu kucicipi. Kalau kue ini, bagaimana?

(doc pribadi)
(doc pribadi)

***

Belakangan, aku sering melihat kue bulat itu dalam sebuah etalase kue di dekat jalan depan perumahan dimana aku tinggal. 3-5 kali aku melewatkannya. Bukan apa-apa, hujan selalu saja mengurungkan niatku untuk membeli kue tersebut. Aku penasaran, karena kue bulat itu terpisah-pisah dalam nampan kue berbeda. Kenapa?

Ketika kutanyakan pada penjualnya, ia menjelaskan berbagai macam rasa yang ada di dalamnya. Itulah sebabnya kue itu dibedakan nampannya.

***

Kue berisi kacang hijau itu, sangat terkenal di masa kecilku. Bentuknya bulat dengan hiasan wijen di luarnya, berwarna kecoklatan. Onde-onde namanya. Kue ini banyak dijumpai jika kita ke pasar tradisional. Tapi kalau sekarang mah sudah keren. Kue onde-onde juga bisa diperoleh di pusat pertokoan atau mall.

Disamping tepung ketan hitam, ada pula onde-onde yang terbuat dari tepung terigu.

Bahan dasar utama onde-onde terdiri dari:

  1. Tepung ketan
  2. Tepung beras
  3. Santan
  4. Gula
  5. Air
  6. (sedikit) garam
  7. Bubuk vanila
  8. Wijen (sebagai taburan)

Katanya sih, kue ini berasal dari Tiongkok yang disebut ludeui. Kemudian dibawa pendatang hingga ke daratan Asia. Di Indonesia, onde-onde ini berasal dari Mojokerto.

Kue yang terbuat dari tepung ketan ini, kini banyak varian rasanya. Selain kacang hijau, isinya pun ada yang ketan hitam, coklat, keju, moka, pisang coklat atau keju susu. Banyak, kan?

Onde-onde isi coklat (doc pribadi)
Onde-onde isi coklat
(doc pribadi)

Umm… Tentang onde-onde etalase depan perumahanku itu, aku membeli 3 varian rasa, yakni coklat, keju susu, mokasu (moka keju susu).

Sama seperti onde-onde lainnya, ketika digigit kulit luarnya, akan sedikit menempel satu sama lainnya karena ada campuran tepung ketan di dalamnya. Aroma harum vanilanya tercium. Paling suka rasa mokasu. Rasa antara manis moka, susu dan asin keju berbaur secara balance. Legit, namun tidaklah eneg di tenggorokan. Enak dan pas. Karena suka, jadi keterusan beli kalau misalnya pulang cepat dari kerja. Oia, harganya cukup Rp 3.500,- saja per pieces. (jie)

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s