wisata kota

Braga, The Old Town of Bandung

Boleh norak yang ngga kesampaian kan?
Ini dia ceritanya Ejie tentang Braga yang baru pertama kali Ejie datangi.
Ngga norak-norak banget sih, soalnya sudah lewat tengah malam sampai sana.
Ejie pun tak bisa explore apa yang ada disana.
Hanya sekadar melihat-lihat dan bertemu teman-teman Backpacker Bandung saja disana.
Agak ngiler dan kemungkinan berencana untuk kembali lagi kesana.
KAPAN, ya?? 😀

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Ejie belum pernah tuh ke Jalan Braga di Bandung. Kata Ramdan, Berta dan Yudhis, disana tempat nongkrongnya anak muda kota kembang tersebut. Pertama kali untukku datang ke Jalan Braga, ya pada saat hitchhiking ke Bandung (19/01) dan menemui teman-teman backpacker yang sudah menunggu kami disana. Kalau kuperhatikan, banyak sekali komunitas yang jalan dan nongkrong disana. Beberapa diantaranya adalah komunitas fotografer, beberapa model dan mungkin komunitas-komunitas lain yang ada di kota tersebut.

Aku jadi teringat Kota Tua di sudut Jakarta pada pemberhentian transjakarta akhir di Stasiun Kota. Kota Tua yang beberapa kali kusambangi bersama teman Hitchhiker Indonesia (HHI), teman Sailing ketika Sail Morotai dan Pelantara ya? Atau setelah acara anak-anak asuh dari Kabund Ibeth dan Kadon yang pernah kuiikuti. Begitulah. Pernah juga kesana sendirian, iseng jalan-jalan saja.

Braga ini kurang lebih begitu. Bangunannya terlihat menua dengan tetap mempertahankan bentuk bangunan lamanya. Khas bangunan yang bercat putih, model yang simpel, berkotak-kotak, terlihat dari luarnya. Hampir semua bangunan dipertahankan keasliannya.

Sejarah Jalan Braga bisa cek di http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Braga.

Ini sedikit cerita BRAGA, http://www.bandungview.info/2014/01/braga-culinary-night-car-free-night.html

Berjalan disisian bangunannya, meski malam, tak mengurangi keramaian yang tercipta dari riuh-rendahnya suara pengunjung yang tumpah disana. Waktu menunjukkan pukul 00.30 WIB, tetap saja Jalan Braga tak sepi. Lalu-lalang pejalan kaki para penikmat udara malam terus terlihat. Aktifitas para penikmat kuliner Jalan Braga pun masih tampak di sudut-sudut rumah makan yang masih buka. Beberapa malah tampak dalam penglihatanku, suasana cafe yang cozy, dipenuhi dengan tawa lepas pengunjung yang duduk kongkow bersama teman-temannya.

Menurut informasi teman-teman Backpacker Bandung, setiap weekend, Kota Bandung di wilayah Jalan Braga selalu ada event Braga Cullinary Night yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2014 lalu. Sayang, Ramdan dan aku tiba di tempat itu sudah lewat tengah malam, sehingga tidak sempat mencicipi aneka makanan khas Bandung yang tersedia.

Kalau ingat makanan khas, aku bisa memastikan, pasti ada saja makanan-makanan asing yang belum pernah terdengar olehku. Penasaran pastinya!

Lain kali, pasti kaki ini akan melangkah kembali ke Braga Cullinary Night di Bandung. Lain kali juga, lidah ini pasti akan mencicipi segala aneka makanan khas yang belum singgah di lidah dan menetap di perutku ini. Next time, i’ll be back, Braga! 😉 (jie)

***

Janji temu dengan backpacker Bandung (doc pribadi)
Janji temu dengan backpacker Bandung
(doc pribadi)
Iklan

13 tanggapan untuk “Braga, The Old Town of Bandung”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s