simple CULLINARY

Bonus 3S: Semangkuk Padat Mie Ongklok dan Sate Wonosobo

Makanan lagi?
Hahaa… Kalau jalan-jalannya sudah, yang dicari selanjutnya adalah makanan yang belum pernah tercicip oleh lidah Ejie.
Entah itu asing, belum pernah mendengar namanya, belum pernah mencoba, apalagi masuk ke perut.
Buat Ejie, makanan itu WAJIB dicicipin!
Dan kali ini, Ejie mau cerita MIE ONGKLOK.
Yes, i’m MIESOCHOLIC!
Let’s goooooo..

***

Before:

https://ejiebelula.wordpress.com/2014/01/13/3s-tektok-bonus-carica-dieng/
https://ejiebelula.wordpress.com/2014/01/14/kentang-empuk-dieng-plateau/

***

Dieng, Wonosobo
Oktober 13th, 2013

Norak carica-dieng/, Ejie sudah. Rada nyesel sih belinya 2 kotak doangan. Soalnya jadi kepikiran sama orang kantor yang ngga masuk dalam hitungan Ejie. Kan cuma ingat buat bawa pulang saja, bawain oleh-oleh buat orang di rumah. Ishhh… kurang sih, tapi apa mau dikata, sudah lewat!

Giliran norak selanjutnya yang Ejie kepengin. Mie ongklok!

Sama juga sih ceritanya dengan carica yang belum pernah, mie ongklok pun demikian. Hiiihh.. nasibmu Jie, bagus banget bisa jalan-jalan ke Dieng dan dapat semua makanan yang hanya di dengar di telinga saja. Incaran berikutnya, harus dapatlah saya makannyaaaaa 😀

“Ayo, Jie, kita pulang,” komando komandan.

“Aaaaakk… mau makan mie ongklok, Kyyyyyy..” tercekat, takut pulang ngga nyicipin kuliner yan satu itu.

“Sudah malam, Jie. Nantilah kalau sambil jalan ada mie ongklok itu, kita berhenti dan makan ya?” Ky sedikit meredam inginku.

Ishhhhh… malas kali lah Ejie dengarnya. Ejie kan mau nyobain mie itu, Ky. Mosok Ejie ngga punya ceritanya? Huwaaaaaaaaaa 😥 Tapi ya harus nurutlah Ejie. Waktu untuk mengejar jalan pulang memang sudah tidak memungkinkan kami untuk berlam-lama di jalan. Besok sudah Idul Adha. Bapak dan Ibu Ky sudah bolak-balik telpon menanyakan keberadaan kami yang tak kunjun sampai di Cilacap. Hmmm.. sepertinya harus menahan encesan liurku atas penasaran terhadap mie tersebut.

“Ences, lidah, tengorokan dan perut, sabar ya? Mungkin belum rezeki kita buat mencicipi si ongklok itu. Baru dikasih niat saja, tapi kesampaiannya nanti..” aku menghibur diri.

Malas… Ejie ngantuk sajalah biar tidur, lupa dan tahu-tahu sudah berada di depan pagar rumah Ky di Cilacap, mungkin lebih baik daripada hanya berkhayal makanan itu.

PLUKK, tidur!

***

“Jie, Ejie, bangun, Jie…. sampai kita. Ayo turun…” suara komandan. Malas Ejie ngga makan mie ongklok. Ngga mau turun sebenarnya kalau saja Ky tidak melanjutkan omongannya.

“Katanya mau mie ongklok. Tuh, ada mie ongklok, Jieeee….”

Apaa?? Beneran mie ongkloknya ada? Sigap, melek dan duduk.

“Benaran kita makan nih Ky? Mie ongklok yang Ejie mau?” ngga yakin, belum lihat.

“Turun makanya. Itu mie nya. Baca tuh. Ayo turun, biar mobilnya diparkir dulu,” ajaknya.

Okeeee… mari turun.

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Hahahaa… ngga puas sih kalau ngga sibuk jepret sana jepret sini. Jadilah banyak aku memotret tempat makan kami itu.

Kami makan bukan di tempat terkenal yang pasti sudah banyak reviewnya di blog-blog lain. Tempat yang kami singgahi ini sederhana saja. Aku juga tidak mempermasalahkan harus mie ongklok terkenal. Tempatnya tenang, tidak riuh ini justru terasa lebih nikmat dan santai.

Cat yang berwarna biru pada gerobak mie ongkloknya dengan spanduk besar yang tertulis jelas nama mie nya. Tempat yang sederhana berdinding putih. Lebih mirip sebuah rumah sih. Bersih. Ngga hanya mie saja disana. Tersedia juga sate pendamping mienya, minuman hangat dan dingin, juga kerupuk! Horeeeee…. ada kerupuk, Ejie kangen kerupuk nih! Comot (ambil) 1 bungkus sebagai teman makan mie.

Ky memesankan mie untuk kami berempat.

“Pakai sate ngga, Jie?” Erore yang sudah pernah makan mie ongklok bertanya.

“Ngga tahu, Erore. Ejie belum pernah. Erore saja yang pesanin. Ejie nurut kok makannya.”

Makanan kami dipersiapkan. Sembari menunggu, aku asik memotret, mengcandid mereka, para lelaki dari balik kaca gerobak mie. Aku menikmati langit malam itu. Terang kejinggaan. Cantik dengan bulan yang tersembul malu-malu mengintip aku mungkin yang sudah tak sabar ingin segera merasakan seperti apa sih mie ongklok itu?

Ketika mereka (penjual) yang meracik mie tersebut ada di balik kaca itu, aku pun penasaran ikut melihat apa saja sih yangg dilakukan pada mie itu?

“Aku boleh lihat ngga mas ngeraciknya? Boleh difoto ngga? Apa saja sih mas isiannya?” cerewet. Biarin. Kan penasaran 😛

Si mas menjawab pertanyaanku dan pertanyaan selanjutnya. Terus, tak putus.

Bahan dan isian mie ongklok:

  1. Mie kuning basah
  2. Kol putih
  3. Irisan daging sapi rebus
  4. Air kaldu sapi
  5. Lada (merica)
  6. Tepung kanji yang dicairkan
  7. Bawang putih & merah
  8. Bawang goreng
  9. Daun kucai
  10. Kecap
  11. Gula jawab
  12. Ebi

Aku menyaksikan semua olahan siap hidang itu di depan mataku. Bagaimana cara memasak, meracik dan menyajikannya.

Katanya, mie ini dinamakan ongklok karena terbuat dari bambu yang digunakan untuk merebus daun kol yang direbus. Direbusnya dengan cara diongklok-ongklok (dicelup) dalam rebusan air mendidih. Tak perlu terlalu layu sayurannya, justru dengan setengah matang dan krenyes garing itulah yang membuat mie ongklok lebih sedap.

Daun kucai yang disertakan pun tak kalah penting. Disebutkan bahwa daun kucai ini sangat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Setelahnya, mie ongklok akan disiram larutan tepung kanji yang telah dicampur air. Sebagai penutup, ditaburkan bawang goreng, gula jawa dan ebi juga lada. Harum dan lapar!

***

Adeuh, adeuuuhhh… ngga sabar Ejie mencicipi mie ongklok racikan si mas. Pesanan kami datang, begitupun dengan sate yang sudah dipanggang. Wuihhhh… gemuk, padat, besar dan terlihat sangat mengenyangkan porsi semangku mie ongklok dan sate penuh ini. Encesku yang sudah tak bisa ditahan, membuatku mulai menyendokkan makanan ini ke dalam mulut norakku yang berteriak-teriak memanggilnya.

“Cepat Jie, cepaaaaattt…. suapin mienya, gigit satenyaaaaaaaa…..” ckckkkkkk, NORAK! (jie)

***

Harga per porsi:

Mie ongklok        : Rp 10.000,-

Sate gemuk         : Rp 15.000,-

Tempe/tahu        : Rp        500,-

Kerupuk                : Rp      2.000,-

***

#tulisan ini ejie buat untuk bintang yang hari ini liburan kesana, salam Ejie buat si ongklok yaa… ahh, SEPI!

Iklan

9 tanggapan untuk “Bonus 3S: Semangkuk Padat Mie Ongklok dan Sate Wonosobo”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s