simple CULLINARY, wisata kota

Kentang Empuk Dieng Plateau

Sederhana saja sih, KENTANG.
Seperti halnya kentang-kentang yang kerap kita temuin, kentang Dieng Plateau ini pun sama.
Berwarna kuning.
Sedikit berbeda memang…..
Apa ya?
***
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Dieng, Wonosobo
Oktober 13, 2013

Puas mematut keindahan Telaga Warna dan melihat Gunung Prau dari ketinggian di Watu Pandang, Ky, Erore dan Ejie beralih jalan pulang ke Dieng Plateau. Berjalan kaki santai melewati jalanan menurun dan hap! Sampai di sekitar Dieng Plateau Theatre.

Kedua temanku ini berhenti di depan sebuah tempat jajanan. Seperti warung. Kentang? Mereka membeli cemilan kentang. Apa anehnya? Bukannya kentang dimana-mana itu rasanya sama ya?

“Kenapa jajannya kentang?” tanyaku.

“Cobain, Jie. Kentang disini enak,” Ky menyarankan, Erore gaya. Okeee… foto mereka yang lagi jajan kentang.

Harga 1 porsi jajanan kentang ini Rp 5.000,-. Cukup murah dan standar untuk jajanan ya? Kami beli 2 porsi. Biar kenyang dan ngabisin sisa sih… Bisa polos original atau mau request dengan tambahan bumbu rasa barbeque, keju, jagung bakar, pedas, dan lainnya. Karena warungnya sudah mau tutup, si mba penjual kasih bonus tambahan yang membungkah di jajanan kentang kita ini. Woowww… banyak! Rezeki memang sedang bagus-bagusnya deh waktu jalan-jalan ke Dieng itu. Hhheheeee..

Kentang Dieng Plateau ini memang berbeda. Granola, kentang yang biasanya ditanam oleh masyarakat Dieng selain kentang lainnya. Kentang granola ini, memiliki kadar air yang lebih tinggi. Mungkin karena Dieng merupakan dataran tinggi basah, sehingga kentang tersebut, cocok hidup di dataran demikian. Hasil panen dari kentang granola ini lebih besar dan empuk bila telah dimasak/goreng.

Kentang ini kadar karbohidrat dan gulanya rendah, aman dikonsumsi banyak, namun tetap dalam batas kewajaran lah ya makannyaaaa… Cocok nih buat Ejie yang ngga bisa makan nasi. Tahu begini, Ejie borong kentang aslinya deh di Dieng kemarin 😀
*berat, Jieeee… kebanyakan bawa barang atuuuhh, eERrr~

Satu, tiga, tujuh, sepuluh. What??!? Keterusan makan kentangnya! Waahaha…. soalnya balapan makan sama Ky dan Erore biar ngga kalah gitu deh. Kentangnya endang gurindang nendang euy!

Ada rasa yang berbeda memang saat menggigit potongan kentang Dieng ini. Gemuk, empuk, padat, kenyang! Bahhhh…. PENGIN LAGI!! Kapan kita kesana lagi ya?? (jie)

***

Iklan

10 tanggapan untuk “Kentang Empuk Dieng Plateau”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s