Behind d Scene, simple CULLINARY

3S Tektok: Bonus Carica Dieng

“CARICA itu apa?”
Satu pertanyaan norak bagi yang sudah pernah, tahu dan mencicipi carica, makanan manis yang terkenal dari Dieng itu.
Kenyataannya itulah saya.
Orang yang sama sekali belum pernah mencicipi carica.
Bahkan untuk sekadar tahu saja tidak.
Jika bukan karena seorang teman satu tim di Backpacking Race, Tides, memposting foto dan bercerita tentang carica, mungkin Ejie takkan pernah tahu.
#kasihannyaaaaa 😀

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Dieng, Wonosobo
Oktober 13th, 2013

APA ITU CARICA?

Sedikitpun, Ejie belum pernah tahu apa itu carica. Mungkin karena lama tinggal di Sumatera. Istilah atau nama yang berbau ke-Jawa-an, agak asing di telinga Ejie. Setahun belakangan, seorang teman yang hobi pulang-pergi Bandung-Yogya-Dieng, yakni Tides bercerita tentang carica. Penasaran banget Ejie dengan kata tersebut.

“Searching, Jie…. tanya sama mbah google sana tentang carica..” Begitu biasanya teman-teman bilang kalau aku sudah mulai tanya-tanya soal carica. Lagian, mereka sih yang suka memulai. Ngobrolin carica yang Ejie ngga tahu apa itu. Kalau ditanya, pada malas jelasin. Ugkhh!

Hehehee… Ejie ngga terlalu suka mencari kata aneh di google kalau belum mendengar dari orang yang mengucapkannya secara langsung. Akhirnya, ketika ia kembali untuk kesekian kalinya ke Dieng, Tides memotret carica untukku. Ejie baru ngeh artinya. Lalu Ejie mulai mencari tahu apa itu carica. Tentu saja searching di google.

Pepaya gunung ini, bisa dijumpai di dataran tinggi basah, antara ketinggian 1500-3000 mdpl. Di Wonosobo disebut carica. Pepaya gunung ini, pohonnya kecil seperti pohon pepaya yang biasa kita temui. Untuk lengkapnya, bisa baca DISINI.

Kalsium, gula, vitamin A dan C banyak terdapat di carica ini. Hasil olahan buah pepaya inilah yang dijadikan oleh-oleh khas Wonosobo yang disebut carica.

Oalah, ternyata carica itu penganan/manisan yang terbuat dari pepaya kecil. Tetap saja, meskipun sudah tanya mbah google, kalau belum makan langsung ya tetap ngga sedaplah kan? Masih penasaran! Kapan bisa cobain ya? 🙂

***

REQUEST CARICA

Berangkat dari rasa penasaran tersebut, serta kesempatan setelah melakukan perjalanan panjang melalui dua gunung, Sumbing dan Sindoro yang lulus, serta gagal mendaki Gunung Slamet via Bambangan (khusus Ejie saja), Ky, Erore dan Ejie sepakat untuk memberikan kesempatan pada tubuh kami menikmati perjalanan wisata lainnya. Wisata ke Dieng! Yippiiieee….

Pastinya Ejie langsung request mau cicip carica lahhhh…. Apalagi coba?!? Biar Ejie ngga dikatain norak terus-terusan karena ngga tahu sama sekali dengan carica.

“Memangnya Ejie belum pernah makan carica sama sekali ya?” Ky bertanya, Erore melirik. Hahahaaaa… pada aneh sama Ejie kali ya? 😛

“Belum. Mau ya Ky? Pokoknya harus nyicipin! Biar kalau pulang Jakarta, ditanyain carica lagi, Ejie bisa bilang sudah nyobain, jadi ngga malu-maluin, kan?!!” tegasku.

“Iya, ntar banyak kok disana,” ujarnya.

***

GRATIS DUA

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Hari sudah menunjukkan pukul 16.48 WIB. Kami habis bermain dari Watu Pandang di sekitar wisata Dieng dan berjalan kaki ke arah parkir kendaraan. Ky dan Erore segera menuju mushalla untuk shalat Ashar, sedangkan aku masih jalan santai di belakangnya. Lagi off shalat, jadi bisa jalan santai, hhe.. Kulihat mobil Ky yang tengah parkir. Aku meletakkan kameraku di jok belakang mobil dan bermaksud istirahat sembari menunggu mereka selesai shalat.

Mataku memandang ke deretan para penjual oleh-oleh khas Dieng. Tertumbuk pada sebuah kotak bertuliskan carica. Hheee… penasaran! Turun, kuhampiri dan bertanya pada si ibu penjualnya.

“Ibu, ini carica? Apa rasanya?”

“Iya. Eneng belum pernah makan?” si ibu senyum.

“Belum, bu,” polos.

Si ibu pun menjelaskan penganan manis yang terbuat dari pepaya kecil tersebut. Carica ini dikemas dua macam. Satu dalam botol pecah belah serupa selai dan satu lagi tersedia dalam kemasan plastik yang relatif lebih kecil dari botol. Bukan itu saja, ibu pun menunjukkan padaku carica yang masih utuh berupa pepaya kecil.

Kami bercerita banyak tentang carica. Lalu Ky datang dan membeli 2 dus kemasan botol yang berisi 6 botol, pun Erore dan aku yang masing-masing membeli 2 dus lebih kecil kemasan plastik.

Dan karena aku belum pernah mencicipi carica, ibu penjual memberikan gratis 2 buah kemasan kecil untuk dicicipi. Ehh, Ejie dapat gratisan?? He-ehh, plus pepaya kecil yang belum diolah. Waaaaahhhh…. senangnya!

“Eneng cobain rasanya yang belum diolah. Beda sih dengan pepaya biasa yang manis. Soalnya kan ngga pakai gula. Pepaya kecil ini harum, rasanya sedikit asam dan agak sepat gitu, neng. Bawa saja, biar tahu rasanya seperti apa,” ibu menydorkan pepaya tersebut.

“Makasih ibuuuuu…” menerima pepaya pemberiannya dan hap! Segera melahap suapan carica hingga titik terakhir. Wkwkwkkk… norak-norak enak gitu deh Ejie makannya. Nyam-nyaaaaamm.. puas, kenyang, enak, gratis pula. Sungguh rezeki luar biasa perjalanan ke Dieng itu 😉 (jie)

***

Catatan:

Ejie mencicipi buah pepaya gunung yang masih utuh. Rasanya tepat seperti yang ibu penjual katakan. Dagingnya agak keras. Ketika digigit, tidak terpisah dari kulitnya dan meninggalkan serat seperti buah mangga. Warnanya kuning-jingga dengan biji putih kecil-kecil di dalamnya.

***

Iklan

3 tanggapan untuk “3S Tektok: Bonus Carica Dieng”

    1. hai riskiiiii… salam kenal

      hoohho, ejie baru kali itu nyicipin carica.
      dieng ejie jalan2 ngga banyak. soalnya bingung bnyk pilihan di sekitarnya. ngga terlalu suka candi, pdhl diajakin sih. abis kl ke candi cuma numpang poto doangan. next mgkn mau candi deh. heheehe

      tulisan jalan2 dieng belum semua ejie tulis, riski 🙂

      rambut gimbal? iya, nanti ejie main sana lagi. ud pernah liat foto temen jg sih, tp gabisa ikut wkt itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s