LAUTKU sayang

Krakatau: Bulu Babi Menutup Senja Apik Pulau Umang-umang Lampung (4)

Pulau Umang-umang terletak diantara Pulau Sebesi-Sebuku di Lampung.
Pulau ini tak berpenghuni dengan hamparan pasir putih serta air bening dengan gradasi hijau toscanya.
Di pulau inipun banyak terdapat bebatuan besar.
Tak kalah lagi, sunsetnya yang cantik ketika kami menghabiskan senja disana.
***
(doc Pandu Bocah Petualang)
(doc Pandu Bocah Petualang)

BEFORE:

krakatau-in-my-mind-1/
krakatau-dia-dan-kesabaran-perdana-2/

krakatau-pulau-sebuku-yang-kecil-dan-hati-yang-luas-3/

***

Pulau Umang-umang
Juni 2012

Masih penuh dengan Tim Uwee yang ramai. Penuh tawa, cerita dan tak habis-habisnya kami membasahi diri di pulau kedua persinggahan kami yaitu Pulau Umang-umang. Menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Pulau Sebuku Kecil/besar dan 15 menit dari Pulau Sebesi. Sedangkan perjalanan paling lama dari Dermaga Canti bisa memakan waktu hingga 2 jam.

Dan entah mengapa pula pulau ini disebut Pulau Umang-umang, karena sepanjang penglihatanku, tak tampak sedikitpun umang/keong (hewan bertempurung sebagai rumahnya yang hidup di sekitar pantai) disana. Kalau kerang mah banyak.

(doc Pandu Bocah Petualang)
Tim Uwee (doc Pandu Bocah Petualang)

***

  • UMANG SISI PEPOHONAN

Pulau tak berpenghuni ini mempunyai 2 sisi yang berbeda. Dari tempat perhentian kapal, terlihat sisi dimana terdapat tumbuhan yang selayaknya terdapat di pantai. Pantai dengan pasir yang menurutku adem ketika itu berwarna putih dan basah. Aku sempat bermain disisi tersebut. Menuliskan nama, berfoto dan main di pasir pantai sebelum akhirnya ikutan nyemplung melihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil bersama teman lainnya.
#makasi ya Ndu, foto-fotonyaaaaa πŸ˜€

Snorkeling di Pantai Umang dari sisi dekat pepohonan itu, tidak terlalu dalam. Hanya sekitar 1-2 meter saja. Lumayanlah untuk ukuran aku yang selalu saja merasa penasaran dengan isi laut ciptaanNYA. Sayang, terumbu karangnya tidak terlalu bagus. Mungkin karena dangkalnya tempat aku dan teman-teman bersnorkeling, sehingga yang terlihat oleh mataku, tidak utuhnya beberapa terumbu karang yang ada. Bisa saja tersenggol dan patah terkena fin para pelancong yang bersnorkelingan di sekitarnya. Soalnya sewaktu kami baru saja mendarat di lokasi itu, ada 2-3 rombongan yang berangkat untuk pindah lokasi. Sayang sekaliiiiiiiiii… 😦

Ehh, meski dangkal, banyak ikan-ikan kecil yang lucu lho waktu itu. Mereka berseliweran di depan mataku. Senangnyaaaaaaa… Mau pegang, tetapi ikannya gesit semua. Ya jelas kalah cepatlah tangan dan gerakan kaki Ejie yang terbatas oleh dangkalnya air di tempat Ejie snorkelingan, hheeee.. Saking dangkalnya, Ejie hanya bertumpu pada kedua tangan dan mengapungkan badan saja untuk melihat ke dalam air. Om Abe tuh yang puas keliling kemana-mana dengan kamera underwaternya memeriksa bawah laut.

Hei, ingat satu hal disini yang berkaitan dengan kaki. KERAaaaaaMmm!
#thank to bintang, always be there πŸ˜‰

(doc Q-bo)
Lagi keram?? πŸ˜› (doc Q-bo)

***

  • UMANG SISI BEBATUAN

Masih di pulau yang sama. Menuju sisi lainnya, kita berjalan melewati pembatas berupa batu hitam yang sedikit naik untuk mendapati pantai lainnya yang berpasir putih. Begitu melongokkan kepala, kata orang-orang sih, pantai disisi itu hampir mirip Pulau Belitong.Β  Mungkin karena aku belum pernah menyambangi Belitong, jadi apa yang ada dihadapanku itu sudah sungguh luar biasa indah.

(doc Pandu Bocah Petualang)
(doc Pandu Bocah Petualang)

Hamparan air yang menyapa pelan di pinggiran bibir pantai mengenai kaki kami yang berjalan menghampiri lainnya. Bening, putih, hijau. Masih ingin berendam sih sebenarnya, tapi mengingat kaki yang sebelumnya sudah memberikan peringatan, kuurungkan niat tadi. Ambil aman dengan menikmati apa yang disuguhkan di depanku saja.

Pasir di pantai sisi ini pun sama, terkesan lembab dan bersih. Jika memendapkan kaki kedalamnya, pasir lembab akan membentuk jejak kaki atau coretan-coretan kita. Turun dari pembatas batu, pasir bergradasi kuning dengan kerikilnya lalu mengarah putih menyatu dengan air laut yang bening, membuat mata segar memandangnya.

Sepertinya, rombongan sebelum kami sempat photo session di pantai tersebut. Karena beberapa tangkapan kamera Q-bo memperlihatkan kostum ala Korea yang mereka kenakan.

Photo session rombongan lain (doc Q-bo)
Photo session rombongan lain
(doc Q-bo)

Menanti jingga yang membuat speechless, memandang siluet di kejauhan, bercanda bersama, menghabiskan senja yang cantik, membuat aku tak habis menatap langit penuh syukur.

Begitu suara-suara memanggil agar kami harus segera menyudahi pemandangan apik senja itu, menjelang jalan ke kapal, aku sedikit merendamkan badan ke air di dekat kapal. Dan olala, kejadian yang juga tak bisa terlupakan, ketika ia menemaniku membasahi badan, kakinya tertusuk bulu babi yang ada di sekitar kapal. Aaaaakk… Maafkan, maafkan, maafkan Ejie, ya, mas? 😦
#can’t forget

***

Jika tertusuk bulu babi:

  1. Jangan panik.
  2. Cari buah yang asam misalnya jeruk nipis, belimbing sayur, lemon etc atau air cuka (penduduk memberi salah satu buah tersebut pada mas).
  3. Lumuri dengan perasan buah atau siram dengan air cuka bagian yang tertusuk.
  4. Lakukan dengan rutin tiap 4 jamΒ  sekali (seingat Ejie) hingga bekas tusukannya tidak kelihatan lagi. Pun jika telah sampai di kota tempat tinggalmu.

Waktu si mas tertusuk, memang agak was-was karena itu adalah pertama kali kena bulu babi. Tanya-tanya pada bapak guide yang membawa kapal kami, si bapak bilang, “Jangan khawatir.”

Begitu tiba di Pulau Sebesi, ibu di penginapan kami yang mencarikan buah untuk mengobati kaki mas. Alhamdulillah hingga sekarang tidak ada masalah pada kakinya mas. Sekali lagi, maafin Ejie ya mas? Mas selalu menjaga saya, tapi Ejie ngga tanggap dengan bulu babi kala itu.. feeling guilty 😦 (jie)

***

Iklan

17 tanggapan untuk “Krakatau: Bulu Babi Menutup Senja Apik Pulau Umang-umang Lampung (4)”

  1. umang2 juga memiliki arti kecil dan cantik, ada beberapa pulau di selat sunda yg bernama umang, jadi umang adalah pulau kecil yg cantik…so bulu babi di indonesia mayoritas berwarna hitam..nah jenis yg ini tidak berbahaya racunnya tidak keras, klo-pun tertusuk diamkan saja, durinya akan hancur dengan sendirinya tapi klo bisa dicabut..dan jika terasa nyeri pertolongan pertama untuk menetralisir racunnya dgn air seni, karena air seni mengandung amoniak yg dapat menetralkan racun dgn kadar rendah…

    1. salam kenal jg sandi….
      tengs udah blogwalking ya sandi. fotonya temen ejie, karena wkt kesana ejie sm sekali cuma kepengin nyemplung doangan sama penasaran krakatau πŸ™‚

      *okeee.. nulis

  2. Uwooooww…sebagai domisili Lampung aku merasa tertampar, malah belum pernah ke Pantai Umang x)

    btw, salam kenal ya, template blog kita sama πŸ˜€

    1. haloooooo luckty
      heheeee… tengs yah blogwalking dimari πŸ™‚
      namanya jg jalan2 kan? kadang di wilayah tinggal kita pun missed ya? me too….

      salam kenal jugaaaaa

      template bingung, pen ganti gt, tetep aja nyarinya yg item2 gini πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s