cerita jiwa

Bila Sendiri Tanpa Jawaban

Kesendirian.
Sendiri dalam keramaian, sendiri dalam diam, sendiri dalam angan, sendiri dalam rasa, sendiri dalam kesendirian atau sendiri dalam kebahagiaan?
Mumet!
***
Looking 4 u, out there (doc pribadi)
Looking 4 u, out there
(doc pribadi)

Gedung Duren, Jakarta
December 13th, 2013

Berbicara tentang kesendirian, jadi ingat apa yang pernah kutanyakan padanya mengenai kesendirian.

“Mau cerita banyak. Boleh ngga?” aku melontarkan pertanyaan.

“Cerita saja, Jie,” itu kalau ia sedang ada waktu. Aku yang saat itu tengah berada pada titik dimana aku ingin menanyakan sesuatu yang “terpaksa” aku hadapi karena menemukan sesuatu yang aku tak tahu jawabnya.

“Tiap orang itu pasti akan sendiri ya? Maksudnya benar-benar akan dalam KESENDIRIAN nantinya?”

Pertanyaan itu tidak langsung dijawab. Mungkin ia sibuk. Memang begitu adanya. Ia yang selalu saja penuh kesibukannya. Dimana untuk bertanya, aku selalu meminta izinnya karena ingin bercerita. Menunggu tak tahu berapa lama, jawaban tentang kesendirian pun kuterima.

“Bahkan orang bahagia pun akan mengalami kesendirian, Jie,” jawaban yang membuatku tak bisa meneruskan pertanyaan yang tadinya banyak di otakku.

Diam di tempat. Aku tak bisa maju lagi untuk bertanya lebih lanjut. Aku tak punya alasan untuk menyampaikan pertanyaan lagi meski aku ingin. Jawabannya mematikanku. Sekian. Aku tak bisa menghubungkannya dengan apa yang kutemukan pada kenyataan hidup mengenai hal tersebut. Tuntas sudah pertanyaan itu. Dibabat dengan jawaban yang tidak ada lagi peluang lainnya.

Dan sekarang?

Aku kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama. Pertanyaan yang aku tak bisa menjawabnya. Pertanyaan yang ingin kutanyakan padanya mengapa, kenapa, ada alasan lain dan blaaa… blaaaaaa?? Aku ingin bertanya, sangat. Tapi tak tahu cara menyampaikannya.

Jika tak bisa menjawabnya, mungkin pertanyaan itu akan terus berkembang disini. Memenuhi setiap rongga nafasku.

Kesendirian itu, mungkin akan memaksa atau menjeratku nanti. Di waktu yang aku tak bisa menolaknya. Di waktu yang hanya ada aku akan berada didalamnya. Berjuang mempertahankan diriku atas rasa yang menyeruak. Bertahan pada sebuah latihan untukku pada sebuah arti kesendirian.

2 hari lagi. Waktunya tinggal 2 hari terhitung kini.

Tanpa pesan, tanpa ada yang memberitahuku. Kejutan itu sungguh memilukan. Dan aku tetap tak tahu jawabannya.. (jie)

#dan tak ingin berada pada kesendirian itu jika engkau menemaniku… JIKA

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s