Behind d Scene, cerita jiwa, Hitchhiker Indonesia (HHI)

The Wedding: Jago Peta, Buta Peta, dan Rambo [Kisah Sahabat-1]

Maret 2012 merupakan awal perkenalan kami. Event Hitchhiker Indonesia (HHI) lah pemicu perkenalan tersebut. Aku belum tahu kalau mereka bertiga itu, sudah lebih dahulu kenal satu sama lain di event trip mereka ke Karimun Jawa. Kurasa saat itu belum terbit setitik rasa diantara mereka.
Seiring berjalannya waktu, pertemanan, pertemuan dan entah apalagi yang membuat mereka, dua diantara ketiganya, menyatu dalam satu mahligai pilihan mereka. Tetap lengkap, karena sahabat yang tinggal seorang, menjadi saudara, asisten sekaligus pengiring di hari bahagia mereka. Dan aku turut bahagia karena menjadi saksi dari sebuah persahabatan yang belum pernah kutemui.

***

Event HHI goes to Baduy (doc Kachef)
Event HHI goes to Baduy. Sudah adakah??
(doc Kachef)

PING!

Karena Ejie pelupa berat, beberapa info Ejie peroleh dari narasumber langsung yaitu Kawan dan Kavri.
Thank’s to both of you, bro n sist …

***

Jakarta
December 11th, 2013

  • Kawan si Peta Dora dan Target Kerja

Ejie mengenal Wirawan Prasetyo (Wawan) yang biasa dipanggil dengan sebutan Kawan, ketika mengikuti sebuah event traveling dengan modal utama jempol yakni Hitchhiker Indonesia (HHI). Coba baca disini https://ejiebelula.wordpress.com/about/

Orang yang menurut Ejie sangat hafal segala macam peta (gimana sih cara baca peta?), hafal segala tujuan dalam kota Jakarta, hafal segala jurusan angkot, bus, kopaja, metromini (kok bisa?) dan mungkin sebagian kota Jakarta yang diluar wilayah tinggalnya, Depok, ia bisa hafal. Makanya, kalau harus kumpul komunitas dan lokasi sudah ditentukan, selain pada Sean, Rama, atau siapapun yang bisa dijadikan tempat bertanya jalan dan arah, Kawan lah tempat aku bertanya pada akhirnya. Dengan mudah ia memberikan petunjuk padaku. Dengan begitu, aku yang buta peta, bisa selamat hingga tujuan, hheee..

Hei, tapi jangan harap ia akan memberikan clue hingga akhir. Karena selama Ejie kenal Kawan, ngga pernah deh dikasih clue yang benar-benar sampai akhir tujuan. Digantung, disuruh ngelanjutin clue sendiri, disuruh usaha sendiri mendekati titik tujuan akhir, IYA. Intinya, Ejie disuruh menyelesaikan clue sendiri. Kalau sudah begitu, mau tak mau ya tinggal mengandalkan kemampuan, feeling dan insting Ejie saja biar ngga kesasar.
#issshhh…. Kawan pelit clue! 😛

Yang Ejie heran, jika kami dalam suatu event HHI yang menuntut untuk sampai ke tujuan menggunakan peta buta dengan bantuan clue (petunjuk), ia bisa dengan mudahnya sampai ke tujuan jika sedang dalam kondisi mood yang baik. Kenapa peta buta? Soalnya segala sesuatu yang berkaitan dengan event HHI baru akan dishare satu jam sebelum keberangkatan ke lokasi yang dimaksud. Artinya briefing on the spot!

Belakangan, di event HHI tersebut, Kawan adalah salah satu pemberi clue selain om Harr dan Sean. Event HHI akhir tahun ke kawasan wisata Situ Gunung yang disponsori oleh Wonderful Indonesia saat itu terbilang sukses. Dan kalau ada kriteria pemberi clue yang paling nyebelin, Ejie akan memberi nilai 10 untuknya, BULAT! Karena jujur, SEBEL BANGET sama Kawan waktu itu. Cluenya BIKIN SAKIT KEPALA sampai Ejie dapat bonus ATM POCARI SWEAT! Whaaaat?!?? Mana ada ATM itu? Kubekin sampai ke ujung dunia pun takkan menemukannya. Ugkhh!
#DILARANG NGAKAK, Kawan!

Ejie ingat tahun 2012 lalu, sempat menjadi pekerja lepas, bersamaan dengan diriku yang ketika itu juga baru berhenti kerja karena kondisi perusahaan yang tak memungkinkan.

Kami giat mengikuti berbagai event disana-sini. Memenuhi kekosongan pekerjaan dengan berbagai trip yang berbeda arah. Diantara kekosongan itu, Kawan pun untuk pertama kalinya mendaki gunung yang Subnallah, ia mendahuluiku menyapa Dewi Anjani dengan naik Gunung Rinjani. Wiiiiiiii… ngga nyangka euy!

Di satu kesempatan, kami mengikuti event Backpacking Race yang dimotori oleh Greenpeace yang mengangkat tema Solarizing to Borobudur. Mengingat kami dari komunitas yang sama, Kawan dan Ejie dipecah agar tidak berada dalam 1 tim. Kebetulan pada saat diguncang untuk memilih tujuan, Kawan yang ingin melalui jalur Selatan mendapatkan apa yang diniatkannya. Demikian Ejie, mendapat jalur utara yang diniatkan. Jadilah kami benar-benar pisah tim. Berlomba sambil menulis. Haaa… sebuah cerita dimana kami sama-sama mendapatkan pengalaman lainnya. Ehh, bonus hadiah pula.

Cukup lama kami hanya berkutat di pekerjaan lepas. Diantara kami, Kawan yang menargetkan bahwa tahun 2013 harus mendapat pekerjaan, akhirnya diterima di salah satu perusahaan swasta di bilangan Slipi. Bulan Maret? Kenapa sama seperti bulan jadinya HHI yah? Jodohkah? Naaaah, berkaitan sepertinya dengan kisah jodohnya itu. Hohooooo..

***

  • Target Kedua

Target pertama, dapat kerja, tercapai. Kali ini pada perbincangan selanjutnya, Kawan menyampaikan keinginannya. Dan ini adalah yang kesekian kalinya aku dengar, ucapan yang sama.

“Target selanjutnya, gua pengin nikah, Jie,” tanpa tedeng aling-aling, Ejie nyengir.

“Yakin, Kawan?” godaku dan menambahkan, “Cari lawannya donk. Mosok langsung nikah ngga tahu siapa pendampingnya?”

“Sudah, calonnya sudah ada, Jie,” tandasnya.

“Ejie kenal ngga sama calonnya, Kawan?” masih usil.

“Ahh… ngapain kasih tahu Ejie. Nanti saja kalau sudah pasti,” mulai deh umpetin informasi. Sudah seperti ikut event HHI saja rasanya. Sejak itu, Kawan selalu berbicara tentang keinginannya menikah tanpa memberitahu siapa calonnya itu. Hah, mau main puzzle nih Kawan.  PENASARAN!

“Okeeee… daftar panitia ya, Kawaaaaann,” ujarku. Waktu itu Ejie sih ngga bercanda menyebutkannya. Kenyataannya, kejadian itu benar-benar terjadi. Ejie menjadi salah seorang yang berkesempatan mengikuti tiap proses dari keinginan Kawan ini, hingga akhirnya menjadi tukang photo di kesempatan prewedd nya, lalu terbang ke Pekan Baru menyaksikan pernikahannya.

#cerita selengkapnya tentang photo prewedd dan pernikahan, menyusul ya, teman-teman…

***

  • Katin si Buta Peta
Katin, NUMPANG DONK nya sekarang diganti tulisan apa nih? :D (doc KaAgustina)
Katin, NUMPANG DONK nya sekarang diganti tulisan apa nih? 😀
(doc KaAgustina)

Titin Edriati (Titin) yang biasa kuanggil Katin. Kenal pertama kali di event HHI dengan tujuan Cisarua. Jika bisa dibilang angkatan pertama, kamilah dua diantaranya. Sama-sama baru dan tak tahu apa yang harus dilakukan pada event yang dimotori oleh om Harr dan Sean, pentolan HHI.

Waktu itu, baru sedikit yang datang di pelataran teras Arion Mall, Jakarta. Basa-basi kenalan, sepakat masuk ke dalam salah satu tempat makan yang ada disana bersama. Tapi karena Katin dan temannya Novri  (pun kupanggil dengan sebutan Kavri) lapar, jadilah mereka makan malam dahulu. Ejie dan seorang teman, Endang, yang baru dikenal di lokasi tersebut pun menunggu. Cukup lama dan kami memutuskan untuk masuk ke tempat yang ditentukan. Begitu masuk, ternyata Katin dan Kavri sudah nongkrong disana. Olalaaaa….. kok ngga ngabarin? Padahal sudah tukaran nomor telpon. Beeehhh…. Katin lupa nih! -_-

Tahi lalat di atas bibir kirinya itu adalah pemanis Katin yang lucu. Katin ini orangnya ngga pernah marah. Selalu ceria dan tertawa. Katin punya senyum yang Ejie suka. Ngga susah mengarahkan kalau sedang memotretnya. Lebih seru kalau candid Katin, karena ekspresinya lucu-lucu. Harus pintar curi-curi kesempatan photo, soalnya dia selalu sadar kamera, pffftt~

Ada 1 hal lainnya yang Ejie suka. Karena badannya kecil, kalau sedang mengikuti event HHI,  Katin kalau pakai handuk mouse pink itu, lucu. Ejie suka memanggilnya, Mini Mouse. She looks cute with smile!

Perjalanan pertemanan kami akhirnya lengket hingga saat kami bertemu di hampir tiap event HHI dimana kami pasti mengikutinya bersama. Tidak janjian, tapi mungkin rasa penasaranlah yang membuat kami bertemu dan terus mengikuti setiap event HHI yang ada.

***

  • Tenda 13 Oray Tapa

Event lain yang membuat kami menjadi lebih dekat lagi adalah saat mengikuti 1 event dari Greenpeace, yakni Earth Camp yang diadakan di Perkemahan Oray Tapa, Bandung. Kami tidak saling mengabari, tetapi kami pun kembali bertemu disana. Ahhh…. sepertinya Allah menggariskan kita akan terus bersahabat, Katin.. mungkin melalui perjalanan traveling inilah IA menyatukan kita juga dalam persaudaraan.

Ada 1 kejadian dimana Oray Tapa adalah saksi kami yang terdiri dari Kawan, Katin, Karie dan Ejie berada pada TENDA 13. Seharusnya saat itu ada Kavri juga, tapi Kavri ternyata sudah disandera Arby sang chef di dapur untuk bantuin masak cemilan malam. Kami pun mestinya ada di dapur waktu itu, karena disanalah tugas kami, dapur diluar maksud kami sesungguhnya ingin ikut Earth Camp. Gara-gara om Harr kekurangan pasukan nih, kamilah yang diberdayakan men-chef-kan diri kami, olahan HHI bercampur di dapur Greenpeace. Waahahaaha….

Oh iya, cerita TENDA 13 ini berkaitan dengan tenda perempuan. Karie dan Ejie tidur di tenda 13 ini bersama 1 orang teman baru yang sedang bertandang ke tenda temannya.

Tanpa janji, bertemu tim HHI perusuh penyelamat dapur Greenpeace di Earth Camp, Perkemahan Oray Tapa, Bandung (doc Katin)
Tanpa janji, bertemu tim HHI perusuh penyelamat dapur Greenpeace di Earth Camp, Perkemahan Oray Tapa, Bandung
(doc Katin)

Kami yang selesai memasak untuk peserta camp, selesai mandi (seingat Ejie) main ke tenda 13 dengan maksud beristirahat sejenak. Pas melewati tenda Kawan, iseng sih panggil dan mengajaknya main ke tenda sembari menunggu panggilan Arby. Rupanya itulah awal terjebaknya kami di dalam tenda. Kenapa? Di tenda ini kami bermain dare or truth. Karena takut dikerjain, jadilah kami semua pada akhirnya mengambil pilihan TRUTH. Truth ini membawa kami pada sebuah kisah kejujuran terdalam pada diri kami. Masing-masing menceritakan apa yang sesungguhnya ada pada diri kami. Hmmm… kalian yang sudah pernah bermain ini, pasti mengerti kan seperti apa itu. Mungkin bisa saja mengarang untuk menghindari permainan, karena itu hanyalah sebuah permainan biasa. Tapi kami, 4 orang yang berada dalam tenda 13, bermain benar, menyatakan sejujur-jujurnya kisah per orang. Dan inilah salah satu langkah kedekatan kami selanjutnya.

Dikatakan saling butuh, bisa jadi. Dikatakan dekat, iya. Ejie merasa beruntung sih punya mereka setelah tenda 13 itu, karena jadi bebas menceritakan rasa di hati. Jadi bebas melepaskan penatnya otak dan apapun yang mengganjal.

***

  • Katin Marah?

Katin ngga pernah marah? Hahaahaaaa… salah dink Ejie. Katin pernah marah juga sama Ejie. Gara-garanya, Ejie malas makan berapa hari ya waktu masih kerja di BSD, sampai Ejie sakit kalau ngga salah.

Agak lupa bagaimana ceritanya itu. Marah sampai Katin mengancam akan blokir Ejie dari pertemanan di salah satu jejaring sosial dan ngga akan mau ketemu Ejie lagi kalau ngga juga makan. Hiiiii….. sempat ngeri juga karena Katin benar-benar melaksanakan niatnya dan buat Ejie kelimpungan, bingung. Waktu itu, Ejie sampai minta tolong sama Kawan dan Mas Fruu deh (seingat Ejie) buat baikin Katin. Ejie pun akhirnya menyerah, makan (bukan nasi) demi Katin ngga marah lagi.

Ngga lagi deh bikin Katin marah. Syerem! 😀

Dan pada Katin, Ejie bisa sedikit lebih bebas bertanya, bercerita dan bersedih tanpa diketahui lainnya.

***

  • Kavri si Rambo

Perawakannya mungil, berambut panjang, berkacamata minus dan tomboy. Langkah kaki kecilnya cepat juga. Gesit bertindak, kalau berbicara, suaranya lumayan kencang. Meski tomboy, Ejie menemukannya lebih terlihat “perempuan” daripada saya! Juga suka dengan warna pink. Ahaaaayyy…. Ejie kalah telak dengan highheels yang dipakainya! 😉

Novriyanti Putri Fisya atau Kavri. Dia ini sahabatnya Katin. Lebih dulu mengenal Katin pada perjalanan travelingnya ke Karimun Jawa, Pulau Komodo dan ngga tahu apalagi. Kavri juga teman kuliah satu angkatan Katin.

Kata Kavri, dulu waktu ospek baru masuk kampus, Katin sempat nangis karena dikerjain seniornya. Kavri waktu itu belum kenal dan ngga terlalu peduli dengan apa yang terjadi, hingga tiba di satu masa, Kavri pun mengenal Katin karena harus traveling. Dan untuk membackup Kavri dari mamanya, Katinlah yang dijadikan sebagai tamengnya. Wiiiiihhh… Kavri, ckckckkkkk… sistem simbiosis mutualisme berjalan nih. Ketergantungan? Mungkin juga sih. Soalnya, dimana ada Katin, disitu ada Kavri. Mereka seperti sudah menjadi kembar tidak identik yang selalu berdekatan. Saling membutuhkan.

Kavri ini, tomboy. Dia hobi adventure yang macho. Ada cerita yang masih Ejie penasaran mengenai Kavri. Kalau disebut Rambo, dia suka manyun.

“Jangan panggil gua RAMBO, teeeeeeennnn,” itu panggilan Kavri buat Katin (“Teten”).

Cerita rambo ini pun Ejie peroleh saat kami berdua sibuk mengedit dan memindahkan foto-foto pernikahan sahabat kami.

Menurut pengakuan Kavri, waktu kuliah, ia ikut kegiatan kampus, salah satunya yaitu wall climbing. Kalau sedang ngga ada kelas, biasanya Kavri sering latihan dan pernah diusilin seniornya dengan digantung selama 3 jam lebih. Waktu itu rambutnya dipotong pendek dan terlihat ala rambo. Sejak itulah ia sering dipanggil rambo oleh teman-temannya.  Atau terkadang, Jenggo. Woo???!

Walau terlihat tomboy, Kavri adalah teman yang baik. Ia –menurut penglihatanku- selalu menjaga Katin jika traveling kemanapun. Saling menjaga sih tepatnya. Katin juga sudah dianggap saudara oleh keluarga Kavri.

Kavri…. Kavriiii…..
Kamu itu memang pelengkap diantaranya. Penghubung secara tak sengaja diantaranya. Bisa juga menjadi benang diantara keduanya yang mereka butuhkan. Bukan, bukan sebagai penyulit, tetapi sebagai pemanis kelengkapan yang turut “ada” karena kehadiran kamu yang tulus sebagai sahabat bagi mereka.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

***

Persahabatan itu memang indah ya? Tidak perlu memilih waktu dan kondisi yang tepat untuk mencarinya, ia akan datang dengan sendirinya, mencari apa yang jiwa inginkan. Bahwa kelebihan akan menjadi pelengkap bagi kekurangan lainnya. Mencari jiwa-jiwa penghubung yang sarat akan makna tersembunyi yang belum tentu kita akan menemukannya pada orang yang tepat. Menjadi lebih pantas dipandang, jika kita bisa bersinergi antara satu dengan lainnya. Menjadikannya lebih dari sekadar indah untuk dirasakan.

Jadi, persahabatan yang baik, mungkin tak selamanya dimulai dari sesuatu yang baik pula kan? Berbagai kisah bisa menjadi jembatan penyerta cerita. Kini, persahabatan itu jauh mendapatkan tempat diatas segalanya, dimana Kawan dan Katin bersatu dalam persahabatan yang lebih kekal, tulus, serta diridhoi, Insya Allah. Dan semoga Kavri, tetap menjadi bagian keluarga dari cerita-cerita bahagia mereka kedepan. Lalu Ejie…. eheeemm Ejie mau bisa terus mencatat setiap kejadian bahagia yang ada dalam setiap do’a-do’a ku kepada mereka bertiga. Kawan, Katin dan Kavri. Aku sayang kalian, KELUARGA! 🙂 (jie)

#cerita selanjutnya, ditunggu saja yaaaaa…. 😉

***

Jambore Anak 2012. Mereka sudah bersama dan tak ada satupun yang tahu, sedangkan Ejie TERPAKSA BUANG KUNCI KE LAUT, eRRrr~ (doc Katin)
Jambore Sahabat Anak 2013. Mereka sudah bersama dan tak ada satupun yang tahu, sedangkan Ejie TERPAKSA BUANG KUNCI KE LAUT, eRRrr~
(doc Katin)
Iklan

4 tanggapan untuk “The Wedding: Jago Peta, Buta Peta, dan Rambo [Kisah Sahabat-1]”

  1. kak eje…vri bukan si rambo…r**** dan j***** itu oor kak…
    informasi tambahan, foto yg pake baju orange diambil d jambore sajabat anak agustus 2013…
    kita juga sayang kak ejie…keluarga 😀

    1. hai haii kavriiiiii

      iya kavri. namanya juga bumbu tulisan pan, biar seruuuuuww eheehe…. PEACE kavriii 🙂

      btw, tengs yah ud blogwalking kesini

      info baju orange, okee ejie edit lagiii, makasi kavri

    1. haiiii haii..
      makasi udah baca tulisan ejie

      semua pasti sayang mereka, karena karakter mereka emg ngangenin.

      yg 1 ngeselin, 1 lagi lucu kek anak2 tp kl ejie lg sedih trs minta saran bs dibikin mewek, 1 lagi si gesit yg bikin ejie kalah telak dlm hal dandan cewek. 😀

      ini chou kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s