Hitchhiker Indonesia (HHI), wisata kota

Singapore: Pajangan Kartu Pos Kaperah

Aku terdiam di pinggiran kaca bening salah satu butik yang berisikan pernak-pernik lucu itu.
Lama kupandangi salah satu benda yang membuatku ragu antara ingin masuk dan tidak.
Benda tersebut mengingatkanku pada seorang teman di Indonesia yang jauh sebelum keberangkatanku ini, duluan memesan asesories buat kamarnya.
Namun aku lebih tertarik pada benda dihadapanku ini.
Tapiiiiii……
***
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Merlion, Singapore
October 28th, 2013

“Ejieeeee…. ayoklah kita jalan kemana lagi ini? Lurus atau ke kiri?” Jomena teman Subaruku memanggil menanyakan arah. Aku masih tak bergeming. Mataku memperhatikan apa yang ada dibalik kaca itu satu-persatu.

Iya, di siang terik itu, kami menyusuri sekitaran Esplanade ke arah Patung Singa Merlion. Mengabadikan gambar bersama, bercerita dan tertawa. Aku ikut mereka karena tak ada seorangpun yang tinggal di hotel Elizabeth, tempat kami menginap. Semua keluar dan berjalan-jalan. Niat semulaku yang ingin menulis untuk empat surat kabar pun belum terpenuhi –hingga kini-, pfft….

Selesai dari Merlion, teman-temanku yang haus jalan-jalan di Singapore ini, mulai gerah untuk melanjutkan perjalanan kembali. Tadinya kami 10 orang, namun 1 tinggal di tempat makan karena kelaparan.

“Lewat mana lagi kita?” salah seorang bertanya.

“Jalan tadi saja,” ada yang menjawab, aku tak melihat siapa. Mataku sibuk memperhatikan satu hal yang menarik minatku dari kejauhan. Hmmm…. masuk dalam list incaranku. Ehh, aku dengar juga tuh yang mau lewat jalan tadi lagi. Cepat kutanggapi.

“Jangan. Kita ambil jalan dibawah jembatan saja. Lebih dingin, bersih dan ada kios-kios kecilnya juga loh… Ejie pernah lewat sana waktu diajak teman-teman Subaru 2010 lalu. Biar bisa lihat yang lain kaaaaaann,” saranku.

“Okeeeee…. Kalau jalan beda, kan bisa lihat pemandangan yang lain ya?” itu Jomena si raja narsis.

“Woooo…. Pasti Jom biar bisa foto di banyak tempat deh. Narsis niiiiih, hahhaah…” aku nyeletuk disambut tawa lainnya. Jomena memang senang sekali mengabadikan gambar dimanapun ia berada. Padahal 2012 lalu, ia pun mengikuti event serupa, Subaru Challenge The Asian Face Off, salah seorang kandidat utusan Indonesia. Entah waktu itu ia berhasil jalan-jalan atau tidak. Heheheeee

Kami berjalan di bawah jembatan tersebut. Disisi kiri jalan itulah kemudian aku terdiam. Mataku berputar-putar melihatnya. Ragu melihat pintu masuk di kiri gedung. Entah apa nama gedung megah itu. Aku masih mengamati dari luar.

“Masuk atau ngga ya?” bathinku meragu.

“Ejieeeeeeee…..” panggilan itu lagi.

Belum selesai aku menjawab, Al, satu diantara mereka pun berkomentar, “Lihat apa sih, Jie? Buruan ditungguin,” ia mendorong badanku.

“Ejie mau masuk kesana, Al…. Mau beliin buat teman Ejie nih. Dia koleksi kartu pos,” jawabku agak menolak dorongannya. Aku tak mau beringsut dari kaca itu.

“Beli doang? Mahal kali, Jie…. beli begitu kok di tempat bagus,” Al tetap mendorongku.

“Ya ngga sih, dia senangnya kalau dikirim via kantor pos atau apalah yang ada perangkonya gitu, Al. Yuklah temanin Ejie ke dalam sana,” pintaku.

“Mau cari kantor pos dimana, Jie? Ini kan bukan Indonesia yang kita hafal,” katanya.

Kali ini yang lain pun berkomentar, “Mahal. Jalan, Jieeee….”

Waaaaaaaa….. kalah aku. Ihh, aku manyun euy ditarikin jalan oleh mereka. Kepalaku masih menatap bilik kaca dengan kartu pos yang tertata rapi di baliknya, tak rela.

Kaperah, maafin aku yaaaa….” nunduk.

***

Karena aku tak jadi beli apa yang aku inginkan untuk Kaperah, jadilah aku membelikan barang lainnya yang hehee…. kira-kira dia mau ngga ya? Bukan dari hobi mengumpulkan kartu posnya, bukan pula dari keinginan yang pernah diucapkannya via jejaring sosial, tetapi ini lebih kepada asesories perempuan dan aku memang sengaja membelikan untuk teman-teman komunitasku bergenre perempuan. Ehh, Ejie ngga pilih kasih kok soal genre, cuma kalau lelaki, bingung mau dibelikan APA ya??? 😛

Hihiihhhhihi…. karena kami belum sempat bertemu dengan para perempuan itu -walaupun pernah namun karena mendadak bertemu, aku tak membawanya- di waktu yang cocok. Jadi, di kesempatan yang mungkin bisa kami tentukan nanti -tak tahu kapan-, aku akan membawakannya untuk mereka, para perempuan rempong.

***

SME Tower, Jakarta, Indonesia
November 28, 2013

Weiiii…

Ceritanya belum selesai, Kaperah 😛 .. dan ini gegara lihat postingannya tadi soal nilai tukar SGD. Jadi teringat tulisan simpanan kan Ejie. Ahh… lihat di printscreen ini sajalah ya? Biar lebih jelas kan? Wwkwkwkkk

Doski tak ingin ceritaku ini sebenarnya, tapi dia lebih menginginkan patjal baluuuuu…. aahahahahahkk..
*guling-guling sakit perut

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Kaperah, Kaperah…

Bahasa sastranya yang aku suka meski sesekali aku puyeng
Sikap cueknya yang kadang bikin keki
Patjal gelapnya si kiss-kiss Karie di jejaring sosial
Kalau ketemu untuk makan bareng, ngga peduli yang lain datang telat atau ngga, yang penting doski sudah kenyang, PULANG… ckckkk
Sudah pernah lihat ekspresinya kala mengunyah ayam belum?
Atau pernahkah melihatnya rebutan sayap ayam?
Dan ketika ia memanggil bebeps Sean atau si kokoh tjinta Wonbin nya juga dedek sayang sendal jepit Hartip?? Uwoooo..
Atau jalan nyebelin saat hitching pertamanya yang tak memperbolehkanku dan Dhita yang kebelet pipis karena menurutnya tujuan sudah dekat padahal ebuseng! Nyatanya, euleuh-euleuh….. jauhnya minta amploooooopp…. 😀

Naahhhh, sana ajak dia jalan-jalan suka hati. Pasti ngga akan menolak, asal tahan saja sama sikap cuek dan laparnya itu. Etapi kalau di ngegalau gagu itu ya, ajakin makan mie yang segede GABAN. Enak, dapat tonjokan tjinta darinya. Bruakakkakaaa… 😉

Oia, mau do’a in Kaperah biar disegerakan dapat patjal balu. Amiiiiiiiiiiiiinnn…  Yakin hanya butuh patjal saja ya Kaperah?? (jie)

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s