LAUTKU sayang

Pari Island: Fasilitas Pulau Pari [2]

Kapal telah merapat, sauh diturunkan.
Wajah-wajah ceria tampak ketika semua penumpang turun dari kapal tujuan Muara Angke-Pulau Pari di hari yang terik itu.
Gemuruh suara bahagia pun tak bisa dihentikan.
Semua sibuk ingin memperoleh bagiannya, membasahi badan dan nyemplung di seputaran Pulau Pari.
Esebelumnya, cari tahu deh apa saja yang perlu diketahui di Pulau Pari.
Yuklaaahh.. 😀
***

Before:

pari-island-clue-angke-menuju-pulau-1/

***

Pulau Pari, September 2013

09.38 WIB

  • Dermaga Pulau Pari

Mataku sontak terbuka, terbangun dari tidur lelap sejak keberangkatan dari Muara Angke pagi tadi.

Ugkhhh… berapa lama aku tertidur? Badan rasanya pegal semua. Kurang tidur karena menemani teman dan aku yang menjadi “nyamuk” diantaranya, sampai rumah lalu packing yang kemalaman, serta telat bangun sehingga membuatku tergopoh-gopoh memacu kendaraan mengejar ketertinggalan kereta, namun tetap gagal dan memutuskan naik motor. Kini, setelah tidur di kapal yang lumayan panas karena udara laut yang hmm… aku kangen laut!

Aku duduk dan melirik Niken yang masih pulas disamping kananku. Cepat kuambil kamera dari ranselku, memasang lensa yang belum dirakit dan mulai mengarahkan kamera ke arahnya. Telat dan Niken bangun! Hishhhh… Ken, kenapa bangun, padahal posisi tadi bagus untuk tulisan Ejie niiiihh 😛

Aaaakkk... lautan! (doc pribadi)
Aaaakkk… lautan!
(doc pribadi)

Karena Niken sudah bangun, kami melek dan berdiri melihat-lihat keluar jendela. Niken mungkin sudah biasa melihatnya jadi tidak seantusias aku yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki disana. Kuhirup udara lautan yang kurindukan. Waaahh… sudah berapa lama ya aku tak mencium bau laut? Sepertinya baru February lalu aku berlayar, tapi kangen ini tak tertahankan lagi. Sangat kangen lautan!

Pulau Pari yang pasirnya putih dengan butiran halus kecil di pantai pasir keringnya dan air laut yang bergradasi hijau tosca ini, merupakan gugusan Kepulauan Seribu. Pulau Pari juga menjadi persinggahan kapal angkutan umum Dinas Perhubungan Dinas DKI Jakarta yang beroperasi Muara Angke-Pari dua kali sehari. Untuk informasi lengkapnya, bisa baca Pulau_Pari,_Kepulauan_Seribu_Selatan,_Kepulauan_Seribu.

Jajaran batu yang terhampar di sepanjang pesisir menuju Pulau Pari. (doc pribadi)
Jajaran batu yang terhampar di sepanjang pesisir menuju Pulau Pari.
(doc pribadi)

“Ken, ini memangnya sudah dekat ya? Kenapa semua pada berdiri?”

“Sepertinya sudah, Jie…. itu pulaunya,” Niken menunjuk jajaran batu dan pulau yang tampak di depan kami. “Sebentar lagi turun, Jie.”

Aku sibuk mengeker lautan dari kameraku, biar jelas. Heheeeh..

Tak lama, kapal yang kami tumpangi merapat. Bukan di dermaga dengan papan plangnya, tapi disisi kiri arah datang. Sepertinya pengunjung Pulau Pari hari itu lumayan padat. Penuh tidak seperti biasanya kata Niken. Memang, kuperhatikan sejak di Muara Angke tadi, untuk berjalan pun sudah susah karena jalanan mampet, penuh dengan lonjakan arus penumpang. Aihh.. jadi ingat liputan ya? Tapi aku bukan sedang meliput perjalanan, jadi ngga ada konfirmasi narasumber deh 😀 .

Sisi lain dermaga dekat tugu ikan pari. (doc pribadi)
Sisi lain dermaga dekat tugu ikan pari.
(doc pribadi)

***

  • Basecamp Rumah RT
Erore dan Ky yang gantian angkta koper mudik :P (doc pribadi)
Erore dan Ky yang gantian angkat koper mudik 😛
(doc pribadi)

Rombongan kami berkumpul di satu titik, barang bawaan dikumpulkan. Wahh, seperti mau pulang kampung. Banyak sekali bawaan rombongan kantor Ky itu. Sepertinya supermarket bagian wardrobe dan logistik pindah disana, xixiiii.. Dan Ky kebagian bawa kopernya. Senada pula warna bajunya, merah!

Kami berjalan menuju homestay yang sudah disurvey Erore sebelumnya. Sayangnya, rumah yang diinginkan bersebelahan untuk bapak-ibunya terpencar jauh. Ky dan Erore berkordinasi dengan CP terkait. Ken dan aku mencari kesempatan ke toilet, mencari cemilan dan berganti pakaian renang biar ngga rebutan kamar mandi nanti ketika mau berangkat snorkling.

Oia, 1 rombongan ditempatkan di rumah Pak Agus (RT). Ehh, Ejie agak lupa deh nama bapaknya. Rumahnya terletak agak ke tengah Pulau. Ngga jauh kok dari dermaga. Deretan perumahan yang disewakan disana, rata-rata mempunyai teras. Bagian belakangnya yang bervariasi. Ada yang sudah permanen ditembok, ada pula yang masih berupa anyaman bambu.

Jalanan yang tak terlalu lebar namun cukup untuk bersisian 2 orang. Sebagian di cornblok, sebagian lagi beraspal. Tak jarang juga berpasir.

Our basecamp (doc Erore)
Our basecamp
(doc Erore)

***

  • Fasilitas di Pari

Pari yang kata orang, dulu itu tidak seramai sekarang mungkin benar ya? Sekarang mah apalagi saat Ejie main kesana, sungguh luar biasa ramai. Padat sekali. Mulai dari dermaga hingga ke dalamnya. Wuuuuu… tumplek euy. Ngga pernah sepi sejauh aku melayangkan pandangan mata. Hha…

Di Pulau Pari, fasilitas apapun ada. Tapi jangan harap ada mesin ATM ya? Sebaiknya bawalah uang cash untuk kebutuhan jajanmu disana. Apa saja sih fasilitasnya?

  1. PENGINAPAN dan Paket Lengkap Ingin paket lengkap yang mudahkan travelingmu di Pulau Pari? Banyak kok jasa teman-teman yang open trip. Kita hanya perlu memilih saja mana yang lebih cocok dengan kantong :DOia, Ejie punya informasi nih paket apa saja yang bisa diperoleh jika kita ingin bermalam di Pulau Pari:
    a. Penginapan
    b. 3 kali makan [sarapan, makan siang dan malam]
    c. Penyewaan kapal
    d. Spot snorkling [tergantung pilihan]
    e. Sepeda sepuasnya
    f. Barbekyu

    Untuk paket ini, minimal 10 orang.Ejie cerita deh tentang penginapan disana. Ada 2 tipe, AC dan Non AC. Harganya tentu berbeda. Jujur Ejie ngga terlalu tahu sih berapa harga per penginapan dengan paket lengkap ini. Makanya lebih baik, kalau kesana, bersama teman-teman, jadi bisa sharing cost dan jatuhnya lebih murah. Boleh juga menggunakan jasa. Kalau mau pukul rata, penginapan itu antara Rp 300.000,- sampai Rp 500.000,-

  2. SEPEDA Ehh, disana juga ada sepeda lho? Seru kan? Sepeda-sepeda yang ada disana, jika mengambil paket, bisa dipakai secara gratis. Sesukamu, karena termasuk dalam paket yang kita ambil. Informasi ini Ejie peroleh dari Pak RT.Hal berbeda jika tidak memakai paket, misalnya perorangan. Akan dihitung secara personal saja. Biaya kapal tentunya akan lebih mahal. Belum penginapan dan makannya. Sewa sepeda itu Rp 15.000 per setengah harinya.
  3. MAKAN Untuk makanan, disana tidak usah khawatir. Karena di sepanjang pulau, terdapat banyak warung yang menyediakan jajanan seperti bakso, mie, cemilan dan minuman serta obat-obatan bebas yang kita perlukan. Harganya pun standar, ngga mahal banget.Selain itu, jajanan terbanyak disana adalah otak-otak. Harga per satuannya Rp 2.000,-. Kata Niken yang sempat jajan otak-otak, dulu ngga terlalu ramai penjual otak-otak ini. Masih sedikit dan tidak seperti saat kami kesana. Disamping otak-otak, ada pula siomay, batagor, jajanan SD sate telor, iihhh…. banyak deh. Tinggal pilih saja maunya apa.Ketika semua rombongan makan siang, aku diarahkan Erore makan bakso atau mie ayam di warung depan rumah Pak RT. Aku memilih bakso, karena kepengin makan yang hangat dan berkuah. Harga per porsinya Rp 15.000,- gratis sambal sachet. Terserah malah mau ambil berapa sachet. Sekadarnya saja donk kalau gratisan 😀

    Nah, kalau kita pakai jasa penduduk yang tercantum dalam paket yang ada, tentunya bagi penikmat NASI, tidak perlu repot lagi kan mencari makanan pengisi perut itu. Tinggal duduk manis, menunggu jam makan saja, semua menu akan tersaji lengkap ala makan di rumah. Plus kerupuk, kriuukk… kriiiuuuuukk…

  4. Paket Kapal dan SNORKLING Aihhh… inilah yang paling ditunggu dari semuanya ya? Seperti yang Ejie bilang, jika ikut paket, jatuhnya lebih murah. Kalau perorang, bisa dihitung Rp 300.000 per orang. Ini hasil perbincangan Ejie disana, lho?? Sementara sewa alat snorkling Rp 30.000,-  [kalau Ejie ngga salah juga deh, heheheee]

Wiii… kalau dipikir-pikir, besar juga pengeluaran untuk sekali trip ke Pulau Pari? Nah, ngga usah bingung atuh kalau mau liburan. Packing saja, ikuti kata hatimu untuk terus menelusuri indahnya dunia yang penuh dengan warna-warni alam ini.

Seperti Ejie, Alhamdulillah, keberuntungan selalu ada di dekat saya yang sudah ke Pari penuh senyuman dan hati yang menatap langit penuh bintang malam itu. Sudah puas juga nangis nyemplung di laut buang hentakan rasa.

Fasilitas sepeda yang tersedia di Pulau Pari. (doc pribadi)
Fasilitas sepeda yang tersedia di Pulau Pari.
(doc pribadi)

***

  • Notes Buat Kabunda Ibeth

Catatan ini khusus Ejie peruntukkan bagi Kabunda Ibeth, Betty Suryaningsih yang bertanya harga tiket kapal Muara Angke-Pulau Pari.

Sebenarnya, Ejie pun kurang tahu, Kabund. Soalnya, Ejie bilang sama Bintang yang bonceng Ejie waktu itu, rezeki selalu saja datang entah darimana. Demikian pun saat Ejie ke Pari. Ejie tetap persiapkan segala keperluan logistik sendiri dan keuangan uang kapal, karena kata Ky Merah, Ejie share kapal. Lainnya Ejie ngga tahu.

Yang Ejie lakukan saat itu, Ejie ambil foto dari sisi yang berbeda, ngga terlalu memperlihatkan kepada apa yang mereka kerjakan saat itu, karena itulah yang akan menjadi dokumentasi untuk pekerjaan mereka, tetapi Ejie mengambil gambar dari sudut pandang Ejie. Sisi Ejie sebagai penikmat jalan-jalan, Kabund.
#ingat kalimat Bintang.. 🙂

Ejie pun bantuin anak-anak teman kantornya Ky snorkling dan berenang di lautan. Ajarin mereka yang masih takut, temanin mereka lihat terumbu karang meski hanya dari balik kacamata maskernya. Ejie turun ke laut, nyemplung foto-fotoin mereka dari dalam lautnya. Gantian sama Ken yang sudah bertugas di spot pertama. Cerita lengkapnya, Ejie share di edisi selanjutnya [3] ya Ibeth?

Kabund, kalau mau kesana pun boleh kok ikutan sama teman Ejie ini. Bisa dihubungi langsung CP nya. Ejie share.

***

  • Contak Person

Berikut adalah nomor kontak yang bisa dihubungi kalau teman-teman pada mau jalan ke Pulau:

Ky 0856-5966-3986
Erore 0853-1929-5252 
Niken 0852-9444-5399
***
  • Special thank’s to
  1. Ricky Merah yang sudah ajakin Ejie ngelaut. Makasih bolehin Ejie nangis di laut ya Ky?
  2. Ken yang cerita banyak tentang laut dan kamera. Juga cerita tentang IA dan DIA.
  3. Erore yang ajakin Ejie makan bakso karena Ejie tak bisa makan nasi dan akhirnya mau nyemplung juga di spot terakhir.
  4. Weno yang siap dengan perintah dan teman Ejie berphoto.

Makasih ya teman-temanku…. Ejie sayang kalian 😉 Kapan kita melaut bareng lagi?? (jie)

***

Spot pantai yang Ejie suka! Ada BINTANG disana! :D (doc pribadi)
Spot pantai yang Ejie suka! Ada BINTANG disana! 😀
(doc pribadi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s