cerita jiwa

Ratusan Hari Menyepi

Menandakanmu disana (doc pribadi)
Menandakanmu disana
(doc pribadi)

Bulan yang sama
Tahun berbeda
Seperti apa kesepian?

Ketika terhenti hingga ratusan hari
Menantimu dalam hitungan detik
Terasa lamakah?

Tak tahu apa
Hingga degubku meneriakkanmu
Berseru berkali-kali

Bila jari terhitung 10
Bagaimana dengan rindu?
Adakah yang bisa melukiskan kilatan hatiku padanya

Bila rinai hujan membasahi jalanan hati
Bagaimana mengecapnya dalam rasa?
Adakah jatuhannya membuatmu limbung tak terkira

Bila laju kendaraan mampu mengejar
Mengendalikan dengan proses alaminya
Sanggupkah terus bertahan?

Bersabar untuk satu tak tersentuh
Dalam semburat untaian nada seirama
Jengah tersipu menanti

Rentetan hari
Berjajar bulan
Hampir genap di bulan yang sama

Sabar
Hanya itu yang berlaku
Cukup memanjatkan pada-NYA
Untuk hati penuh BINTANG

#bila hatimu melihatku menunggumu..

Iklan

10 tanggapan untuk “Ratusan Hari Menyepi”

      1. he-ehh…

        pengen bgt cerita hati, ehh
        #peluk noe

        pertanyaan:
        ejie pny temen yg mirip sprt noe. bedanya dia belum nikah. tp sangat sayang anak. dia ngurusin anak2 marjinal.

        penampilan dan caranya, ejie ngeliat noe, begitu mirip tp tak sama.

        dan ejie pun demikian, agak susah bercerita pdnya meski ingin. tp dia menangkap apa yg ingin ejie katakan, noe. sepertinya noe pun demikian.

        #Allah memberikan teman2 baik pada ejie, noe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s