cerita jiwa

Untuk Sebutir Janji

Selalu menanti (doc pribadi)
Selalu menanti
(doc pribadi)

Lorong-lorong itu mulai sunyi
Senja merapat
Menyapa malam nan cerah

Langkah kaki yang mulai jarang
Membuat kesepian itu kian terasa
Tak ada jejak

Di halte itu
Aku tetap menunggu
Seperti yang kau janjikan

Satu, dua
Jejak kaki mulai menepi
Suara-suara pun perlahan berkurang

Hiruk-pikuk kendaraan yang kerap ramai
Beranjak lengang
Tak seperti biasanya

Aku masih disini menanti
Duduk terkantuk menatap tiap jalanan dihadapanku
Mencari sosokmu di tiap sudutnya

Ahhhh…
Tak jua ada
Sampai kapankah?

Hingga jeda yang kuberikan
Kau tak menampakkan dirimu
Bayang kesabaranmu pun tak sedikitpun muncul

Bus terakhir
Dan aku melangkahkan kaki menginjaknya
Meninggalkan harap atas kehadiran dan sebuah janji

#bintang yang terlelap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s