Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-, simple CULLINARY

Bonus Rp 0,- Kuliner Pekalongan: Bakso Kepala Sapi [6]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Kulineran ya? Sebenarnya biasa saja kok makanan yang satu ini.
Jujur, belum pernah juga mencicipnya walau makanan ini bukanlah makanan yang susah ditemui.
Karena setiap orang pasti menyukainya.
BAKSO! Iyaaap,
Ecy dan Rio mengajakku mencicipi bakso ini.

Seperti apa rasanya?
Yuuukk…. cicip melalui tulisan Ejie saja ya temans… heheeh
***

Before:

hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare/
tentang-aku-yang-berhitchhiking-2/

hitchhike-jakarta-cirebon-rekor-terlama-hitching-3/
hitchhike-cirebon-malang-ujian-kedua-4/
bonus-hitchhike-pekalongan-museum-dan-taman-batik-5/
bonus-hitchhike-pekalongan-pantai-ujung-negoro-kulon-batang-6/

***

Cicip BKS (doc by Rio)
Cicip BKS
(doc by Rio)

Pekalongan, 29 November 2012

NOTES:

Sebelum lanjut baca, Ejie cuma mau bilang, lupa nama jalan tempat kami makan BKS (Bakso Kepala Sapi) di Pekalongan ini. Sebagian foto-foto rusak di flashdisk kena virus. Padahal Ejie sudah foto dengan jelas gambar lokasinya. Maaf ya temans 😀

***

Sepulang berjalan-jalan keliling Pekalongan malam itu/, Ecy dan Rio mengajakku makan. Makan apa? Bakso! Kok bakso, bukannya makanan khas Pekalongan ya, Jie? itu kan biasa saja. Dimana-mana juga ada.

Etdahhh.. Coba dulu, baru komen deh. Menurut Ecy dan Rio, bakso ini sedap dan kebersihannya terjaga. Namanya Bakso Kepala Sapi. Makan bakso ini, ngga perlu pakai kecap dan saos seperti yang sering aku makan. Karena disitulah letak kesedapannya. Bumbu dalam kuah bakso itu berasa.
*upppsss….. ences ejie 😀

Walau begitu, tempat itu tetap menyediakan kecap dan saos jika terbiasa makan dengan tambahan perasa lainnya kok. Ngga dilarang.

***

Begitu turun mobil, aku dihadapkan pada sebuah banggunan yang tampak seperti gedung lama. Bukan ruko atau mall. Bangunan ini, lebih kepada rumah lama yang dimodifikasi sebagai tempat makan.

Dari luar, catnya biasa saja. Berwarna putih denga aplikasi hitam di detil dindingnya. Memasuki ruang dalam, dindingnya berwarna cerah dengan bercat hijau daun pisang dan kursi disisi kanan-kirinya. Tidak terlalu ramai. Pas untuk keluarga yang tidak terlalu suka kebisingan. Yuk, cari tempat duduk.

***

Waktu itu, Ejie disuruh pilih mau bakso isian apa saja. Pilihannya variasi. Ada bakso halus, kasar, jumbo, goreng, serta tahu bakso, dan siomay basah.  Karena Ejie cuma suka pakai bihun/sohun, jadilah pesanan Ejie tak ada mie kuningnya. Oia, yang bikin Ejie penasaran itu, rasa bakso gorengnya. Ejie pesan satu saja dulu, cukup. Kalau mau lagi kan tinggal tambah, ya kan?

Satu lagi, di Bakso Kepala Sapi ini, memang tidak disediakan mie kuning juga tampaknya. Karena dalam daftar menu, Ejie tidak lihat ada tulisan mie kuning. Hmmm… pas banget dengan selera Ejie nih. Okeeee…. pesan.

Here's the order, my first BKS. (doc by Rio)
Here’s the order, my first BKS.
(doc by Rio)

Pesanan Ejie datang. Aroma bumbu kuah baksonya, harum. Ada bakso, tahu bakso dan siomay. Ehh, tak lupa bakso goreng! Ugkhhhh…. tak sabar!

Hiruuuuppp….. slruuphh… slruupph, SEDAP.

Gigiiiiiiiiittt baksonyaaa… nyam-nyam.. krauk-krauuuuuukk….
*kok bunyi kerupuk? hahaaa

Ejie suka siomay dan bakso gorengnya. Enak. Etapi, itu bakso goreng, kenapa Ejie keingatan sama pempek adaan (pempek bulat kecil) ya? Rasanya hampir mirip, tapi beda.

Jelas beda donk. Bakso kan dari daging dan campuran kepala sapi disini, kalau pempek mah dari ikan, Ejieeeeee…. heheheeee…. bolehlah dimiripin sedikit. Ini pasti karena Ejie kepengin banget deh makan pempek (kapan bisa makan pempek Palembang lagi?).

Baiklah, bakso ini Ejie kasih poin 7 karena bakso gorengnya yang sedap. Kepengin nambah, tapi porsinya sudah bikin Ejie kenyang. Jadi, saatnya pulang deh untuk persiapan esok ke pantai bareng Ecy. Asiiiiiikkk…. jalan-jalan pantai lagiiiii…..

Yuk ahh, pulang.. (jie)

***

Thank’s to:

  1. Ecy dan Rio yang sudah mengajak Ejie kuliner sedap di bakso kepala sapi —-> Rp 0,-
  2. BKS (Bakso Kepala Sapi), kenapa Ejie ngga pernah cicip ini sebelumnya? 😀

***

Okeee.... kenyang! :D (doc by Rio)
Okeee…. kenyang! 😀
(doc by Rio)
(doc Erick Samuel)
(doc Erick Samuel)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s