Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Bonus Hitchhike Pekalongan: Museum dan Taman Batik [5]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)

Hitchhike penuh bonus, demikian aku menyebutnya.
Kenapa hayo?!?
Soalnya ini adalah awal dimana aku benar-benar merasakan petualangan hati dalam ketersendirian yang aku ciptakan demi meluapkan rasa.
Sendiri namun tak sendiri.
Wisata kota ya Ejie? Gratis juga? Pakai JEMPOL kah, Ejie?
Iiiiiii…. baca saja deh yaaaaaa….. aahhahha
***
Kata Rio, "Ejie foto sendiri tuh di background Museum Batik.... buat tanda sudah di Pekalongan." Thank's Rio.. (doc by Rio)
Kata Rio, “Ejie foto sendiri tuh di background Museum Batik…. buat tanda sudah di Pekalongan.”
Thank’s Rio..
(doc by Rio)

Before:
hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare/
tentang-aku-yang-berhitchhiking-2/
hitchhike-jakarta-cirebon-rekor-terlama-hitching-3/
hitchhike-cirebon-malang-ujian-kedua-4/

***

Pekalongan, 29 November 2013

Malam itu, Ecy, Rio suaminya dan Rania mengajak Ejie berjalan-jalan ke sekitar Pekalongan yang tidak terlalu luas menurut pandanganku. Mungkin karena terbiasa dengan kota Jakarta yang hingar-bingar, membuat Pekalongan yang hanya dengan beberapa kali putar saja, aku mulai sedikit mengingat jalan-jalannya.
*yakin ingat ya, Jie? kan pelupa parah… 😛

Mereka menerangkan beberapa tempat padaku. Seingatku, itu merupakan malam istrahat keduaku setelah kemarin tiba di Pekalongan. Aku cukup mengerti kedatanganku di hari kerja, dimana mereka tentu saja sibuk bekerja. Aku tak mengapa, karena memang tidak ingin merepotkan mereka juga. Selain itu, ada anak-anak Ecy yang juga menemaniku bercerita sepulangnya dari sekolah.

***

  • Keluarga Ecy

Anak pertama Ecy, kelas 3 SD. Kami memanggilnya abang. Wajah kebule-bulean seperti Ecy yang dulu akrab dipanggil Ecy bule. Ia ceria dan aktif.  Sangat suka dengan lagu-lagu beraliran rock, metal dan upbeat, cocok denganku. Jadilah aku memperoleh suggest lagu-lagu baru yang tak kupunya sebelumnya. Hha…

Ini salah satu lagu yang diberikan abang padaku —->

Lagu keren, penuh semangat dan aku suka!! Yeaaaayy……

Abang mengisi lagu-lagu tersebut di MP3 ku. Katanya sih, buat teman perjalananku bertualang. Ehh, untuk meminta lagu-lagu itu, ia izin dulu pada ayahnya. Abang kecil yang gaul, asik ahhh … 😀

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Hal serupa berlaku pada abang yang menyenangi lagu-lagu rock dari ayahnya, Rio. Kata Ecy, sejak dalam kandungan, abang sering mendengar lagu tersebut karena suaminya sering memutarnya. Rio juga jago main alat music. Pasangan ayah anak ini punya sekumpulan lagu-lagu seru yang tersusun rapi dalam folder-folder di computer kamar abang yang kutempati.

Anak kedua mereka, tidak terlalu atraktif dan juga tidak banyak mengobrol denganku. Sedikit anteng dibanding sang abang yang supel. Lebih sibuk pada dunianya sendiri, dunia anak-anak.

Sementara Rania sang adik, lebih memposisikan diri sebagai bungsu. Agak malu berinteraksi dengan orang yang baru dikenalnya. Wajar kok. Aku kan baru sekali ketemu Rania. Heehe…  Mereka bertiga terlihat kompak sih sepenglihatanku disana. Dan dari masing-masing berkenalan, aku bisa melihat, mereka adalah anak-anak cerdas di masanya kelak. Amin YRA.

***

Museum Batik Pekalongan yang sudah tutup. (doc by Rio)
Museum Batik Pekalongan yang sudah tutup.
(doc by Rio)
  • Wisata Kota

Pekalongan ini, kotanya lumayan gerah ya? Mungkin karena rumah Ecy dekat dengan pantai di sekitarnya. Kata Ecy, tidak jauh dari rumahnya itu, ada sebuah pantai yang dapat kukunjungi. Seharusnya siang tadi aku menyempatkan diri untuk berkeliling sejenak di kota ini. Tapi mencatat detil perjalananku, mengumpulkan dan mengolah foto, juga mengembalikan tenaga lebih utama daripada hal lainnya. Seharian itu, aku sibuk mengutak-atik tulisan dan catatanku di depan komputer.

Disamping pantai, penyebab Pekalongan agak panas, bisa jadi karena dilalui oleh kendaraan-kendaraan luar kota seperti truk, pick up dan lain-lain. Kota ini memang seperti perlintasan jalan raya, karena merupakan kota yang dilalui oleh hampir sebagian besar kendaraan yang akan menuju ke Jawa Tengah.

Alasan lain aku tidak sempat berjalan-jalan siang tadi, aku pun baru beristirahat pukul 05 dinihari setelah shubuh tadi, mengobrol melepas kangen dengan Ecy karena sudah lama tak bertemu. Itu juga tidak nyenyak, mengingat aku harus segera menuliskan perjalananku. Hmm… lain kali, jika aku berhitchhike ke kota ini, mampir ke pantai yang disebut Ecy, menjadi kewajiban bagiku kali ya? Kan jadi penasaran kalau melewatkan 1 kesempatan 😀 .

Pekalongan malam hari tampak cerah dan terbilang segar dengan angin sepoi-sepoinya. Banyak lampu-lampu dari becak hias berwarna-warni dari satu sudut kota dimana terlihat lumayan ramai dengan pengunjung di sekitar taman yang kami singgahi. Rio mengajak kami berkeliling dan kemudian berhenti untuk mengambil foto aku dan Ecy, teman lama yang tidak pernah bertemu.

Oia, kami ke salah satu taman yang ada huruf batiknya lho. Ejie lupa apa nama taman itu. Tapi Ejie ingat kalau taman itu ada di depan Museum Batik Pekalongan yang berdiri sejak tahun 1972. Sayang, Museum Batik Pekalongan itu sudah tutup, jadi aku tidak bisa melihat-lihat di dalamnya. Wah… rasanya 2 kali rugi nih hari itu di Pekalongan. Ehheeh….
*jangan sedih, Jie… nanti main kesana lagi biar ngga penasaran!

Baiklah, untuk mengurangi kekecewaanku, berbekal kameranya, Rio menjepret kami dari berbagai arah di Museum Batik Pekalongan. Dari sana, kami pindah ke Taman Batik di depannya dan berfoto kembali. Sepertinya Rio tahu bahwa aku harus meninggalkan jejak di kota Pekalongan sebagai bahan tulisanku. Terima kasih ya Rio… 🙂

Taman BATIK yang tengah direnovasi. (doc by Rio)
Taman BATIK yang tengah direnovasi.
(doc by Rio)

Taman Batik itu sedang dalam perbaikan. Kata Rio, biasanya disana terang kalau malam hari, karena lampu-lampu akan menyinari huruf BATIK tersebut. Batik itu sendiri berarti Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif. Hhhiiihi… Ejie nyontek disini  lho.

Ehh, diseputaran Museum Batik dan Taman Batik itu, ada juga Batik TV. Ejie kurang tahu sih, apakah memang disana tempatnya stasiun televisi lokal Pekalongan? Eheeemm…. Pokoknya Ejie sudah ninggalin jejak deh di kota Pekalongan itu.

(doc by Rio)
(doc by Rio)

Cekreeeeekkk…… gayaaaaaa… 😉 (jie)

***

Thank’s to:

  1. Ecy dan Rio, makasiy ya untuk menerima Ejie disana.
  2. Ketiga anak-anak cerdas, thank’s for being my friends at noon.

***

NOTES:
Foto-fotonya menyusul ya? Ejie masih puyeng…. hehheeeh

Foto-foto, LUNAS ya temans.. 😀

(doc Erick Samuel)
(doc Erick Samuel)
Iklan

12 tanggapan untuk “Bonus Hitchhike Pekalongan: Museum dan Taman Batik [5]”

    1. ejie lupa nama pantainya.
      nanti ejie tanyakan pada ecy ya chris…
      ejie kehilangan nomer2 kontak HP, jadi cuma bisa nyapa dia di FB aja. ntar ejie kabarin chris lagi deh.

      makasi ya chris baca tulisan ejie.mau kritik dan sarannya donk, chris….

      1. Buat aku, tulisan perjalanan yang bagus itu ya yang apa adanya, gampang dicerna dan dibacanya enak. Eh itu menurut aku lho ya Jie. Gak tahu kalau menurut orang lain.

      2. hihiii…. gt ya chris?
        apa ejie ada sedikit seperti penilaian chris ya? 🙂

        kl utk yg ahli, journey ejie kurang utk di tulisan yg dicurigai ini. hehehe
        beda orang, beda pendapat, beda rasa ya chris?

        makasi yah selalu baca tulisan ejie..
        #langit rikues ejie mana donk?

      3. Nah itu dia Jie, aku kan bukan ahli, jadi kata aku sih ok aja 🙂
        Btw, terus terang aku gak selalu baca tulisan Ejie koq, meskipun selalu aku usahakan untuk membacanya. Maklum kadang-kadang pas Ejie posting pas aku lagi gak buka kompie, tahu-tahu ketinggalan deh. Makanya kadang-kadang bacanya sekaligus beberapa postingan.
        Trus soal pesanan Ejie, sabar ya Jie. Ada sih, tapi mungkin baru akan aku posting awal bulan depan buat sekalian menutup rangkaian postingan soal Lombok ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s