Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Tentang Aku yang Berhitchhiking [2]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)

Before:
hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare

Sebenarnya bukan maksudku untuk membuat orang berpikir yang tidak-tidak mengenaiku, khususnya tentang caraku berwisata.
Kalau aku boleh jujur, hitchhike ini baru setahun kok kujalani.
Meski tak tiap saat aku berhitchhiking.
Ada satu rasa yang kerap aku rasakan yaitu PENASARAN!
Hanya hal itulah yang membuatku tetap hidup untuk tetap berpetualang.
Dan aku akan menceritakan tentang aku sebelum berhitchhiking sendiri.
***

  • Buta Peta

Sejujurnya kukatakan dan bukan rahasia lagi di komunitasku mengenai kebutapetaanku ini. Semua teman-teman yang bergabung dari awal di Hitchhiker Indonesia, tahu bahwa aku bukanlah pembaca peta atau orang yang mengerti mengenai peta.

Seringkali dalam pertemuan kami, para hitchhiker yang ingin sesekali kumpul, “memaksa” ribet” (sibuk) bertanya ini itu. Handphoneku yang ketika itu sangat lengkap nomor telephone hitchhiker, pasti kan rajin bergetar. Kenapa? Karena itu adalah jawaban teman-temanku yang biasanya memandu perjalananku menuju tempat pertemuan.

Iya, Ejie si buta peta. Jangan aneh kalau kemanapun di kota Jakarta ini, akan rajin membuat sibuk teman-temanku menjawab atas segala pertanyaaan terutama mengenai jalan, wilayah, kendaraan, apapun! Aku akan selalu merepotkan mereka. Ahahahh…. Maafkan Ejie ya teman-teman sayang 😉

Itu baru dalam kota lho? Bagaimana nanti di luar kota, tanah Jawa Tengah yang bermaksud aku sambangi seorang diri dan berhitchhiking??

Pertanyaan besarkah? Meragukan kemampuanku? Karena aku buta peta? Ngga yakin aku bakal sampai di setiap tujuanku untuk hitching? Boleh kok. Tak apa. Semua yang ada dipikiran teman-teman yang membaca tulisan ini, aku terima dengan sabar saja.

Kata bintang, kesabaran itu baik untuk perjalananku dimanapun. Meski bintang tak pernah mengajari secara langsung, aku dapat memahami tiap pelajaran yang sengaja ia sampaikan padaku. Kesabaran inilah yang membawaku hingga meletupkan rasa hitchhikingku ini.

***

  • Persiapan Logistik

Karena aku tak bisa makanan pokok, nasi, jadilah aku tak terlalu mengkhawatirkan masalah makan. Urusan makan bukan persoalan besar untukku. Boleh makan apapun asalkan jangan nasi, bubur, ketupat, lontong dan teman-temannya yang dari beras itu deh.

Kenapa lagi Ejie?? Waah, kalau cerita mengenai tak bisa makan nasi, lain waktu ya? Intinya aku tak repot makan seperti kebanyakan orang yang kalau tak masuk nasi, akan masuk angin, sakit dan lain-lain.

Alhamdulillah, Allah tetap memberikan kesehatan padaku meski nasi tak menjadi asupan utamaku kini dan nanti.

Jadi aku hanya mempersiapkan logistic berupa roti, biscuit, kue dan minuman selama perjalananku itu. Soalnya mempersiapkan makanan pengganjal perut di awal itu, penting buatku. Daripada kelabakan mencari mini market di tempat yang kita belum tahu daerahnya atau terjebak pada lamanya perjalanan? Nah, persiapkan logistiknya sebaik mungkin. Sesuai kebutuhan perutmu itu, teman-teman.. 😀

***

Ada dia diantara Perlengkapan keperluan hitchingku. (doc pribadi)
Ada dia diantara Perlengkapan keperluan hitchingku.
(doc pribadi)
  • Packing Time

Hmm… ini moment yang aku suka. Saatnya mengepak barang keperluan perjalananku.

Aku mulai memilih dan memilah, apa saja yang kuperlukan ketika masa hitchhikingku tiba. Oiya, karena berencana untuk naik gunung, maka kebutuhan yang vital dalam mendaki, kumasukkan dalam listku.

Waks?!? Hitching dan naik gunung? Ngga salah tuh, Jie?

Ngga kok. Sudah niatku mau hitchhiking dan ngegunung. Hahahaa…. Ini memang masuk dalam salah satu rencana yang ada dalam otakku.

Wiihhh, perjalanan gila! Bisakah Ejie hitching lalu ngegunung? Itu kan capek, Jie? Butuh istirahat banyak lho Ejie kalau benar mau pakai acara naik gunung pula?

Yaaaa…. Namanya juga niat. Untuk itulah perlunya niat baik di awal sebelum memulai perjalanan kemanapun. Niat baik akan memperlancar perjalanan kita selama berpetualang. Ayo donk, OPTIMIS, teman 😉

Baiklah, aku membuat catatan perlengkapan yang akan masuk dalam daypack hijau kotakku itu.

Diantaranya:

  • Baju lengan panjang mudah kering
  • Baju lengan pendek serap keringat
  • Celana panjang
  • Pakaian dalam
  • Jaket penghangat
  • Jas hujan
  • Gaiter
  • Sarung tangan
  • Kaus kaki
  • Kupluk, topi
  • Masker
  • Syal
  • Handuk
  • Perlengkapan mandi kemasan mini
  • Obat-obatan pribadi
  • Peralatan makan multifungsi
  • Senter
  • Kacamata
  • Payung
  • Botol minum
  • Sleeping bag

*karena matrasku ada pada teman, aku tak membawanya saat itu.

Oke, beres mengepak barang-barang keperluanku. Semua barang tersebut, aku kondisikan sedemikian rupa agar keperluanku tak terlalu banyak saat aku harus hitchhiking sendirian.

Aku menata dan mengepak daypackku, mencoba memanggulnya agar tidak berat di punggung dan tentu saja aku memerlukan keleluasaan bergerak untuk hitchhikingku nanti. Selain itu aku harus memikirkan posisi duduk saat aku menumpang kendaraan di perjalananku itu.

Hha… aku lumayan tercengang mengingat persiapanku itu. Aku yang sebelumnya tak pernah memikirkan sedetil apa aku harus bertindak saat hitchhiking, kali itu, aku benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan mendetil. Wahh, ternyata kesendirian itu membuatku lebih mempersiapkannya dengan matang ya?
*ledek diri sendiri yang tak pernah memikirkan ini sebelumnya. Bweeeeeeeeee….

***

  • Budgeting

Perjalanan tanpa memikirkan anggaran itu, rasanya tak bisa juga ya? Tapi jujur, perjalananku ini, sama sekali tak kupikirkan dengan jelas mengenai anggarannya.

Lho, kok begitu?

Alasannya:

  1. Aku tak repot memikirkan nasi.
  2. Jajanku tak banyak, paling seputar roti, biscuit dan air minum.
  3. Aku tak suka belanja pernak-pernik yang hanya akan memberatkan daypackku saja.
  4. Makanan kecil seperti kue tradisional, justru lebih mengenyangkanku, dan itu masuk dalam list hunting kulinerku nanti.
  5. Transportasi aman, akan NOL Rupiah hingga ke Yogyakarta, kota tujuan terakhirku itu. Kalau bisa malah pulang ke Jakarta pun   NOL Rupiah juga.

Baiklah, persiapan fisik dan mentalku selesai. Kurasa menanti hari jadi melaksanakan niatku akan semakin membuatku bersemangat.

Mari berpetualang, Ejie……. 😉 (jie)

***

bersambung lagi ahh…. 😀

(doc Erick Samuel)
(doc Erick Samuel)
Iklan

6 tanggapan untuk “Tentang Aku yang Berhitchhiking [2]”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s