Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Hitchhike By Myself To Jawa Tengah [Prepare]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)

 

Pembicaraan di Penny Lane Caffe, Kemang malam itu bersama nulisbuku.com, semakin membuka mata hatiku.
Banyak jalan menuju kebahagiaan.
Untukku, kebahagiaan menulis tiada tergantikan.
Kebahagiaan yang dicapai setelah melalui proses perjalanan panjang.
Perjalananku pada cara hitchhiking yang akan menjadi catatanku untuk mencapai rasa di hati.
Perjalanan yang akan terus bergulir untuk semua yang mencintai arti dari sebuah perjalanan.
Inilah catatanku, hitchhiking sendiri ke tanah Jawa.
***

  • Hitchhike = Menumpang

Ada yang salah ya dengan caraku mencapai 1 tujuan wisata dengan cara menumpang? Biasa aku sebut istilah kerennya hitchhike. Menurutku ya sah-sah saja menumpang. Kan ngga merugikan orang. Justru menumpang mengurangi kemacetan dengan tidak menambah pertumbuhan kendaraan.

Jika dalam 1 kendaraan (mobil) bisa berisi 3 atau 5 orang di dalamnya, bukankah akan lebih baik? Artinya kita juga ikut berperan dalam mengurangi emisi gas buang yang berpengaruh pada pemanasan global karena tidak berlomba-lomba memenuhi jalanan dengan kendaraan yang isinya minim penumpang.

Disamping itu, dengan menumpang, kita juga bisa belajar berbagi lho?!? Apa saja yang bisa dibagi dengan pengendara? Banyak kok. Berbagi cerita, pengalaman dan informasi, berbagi camilan atau minuman (tergantung pengendara mau menerima atau tidak). Bisa juga kita berbagi dengan bergantian mengendarai kendaraannya jika diperbolehkan oleh si pengendara. Alasan terakhir sih, lihat sikon ya? Unsur kepercayaan akan bermain diposisi tersebut. Heheee..

Kendaraannya? Ya jangan pilih mau yang enak teruslah kalau ingin merasakan sensasinya hitchhike. Kalaupun mendapatkan kendaraan adem dan duduk cantik dengan segala gratisannya yang mengiringi setiap langkahmu sepanjang perjalanan juga ngga masalah kok. Itulah rezekimu. Terpenting adalah apakah selama perjalanan tersebut kita menikmati petualangan tersebut? Hal itulah yang akan menjadi pertanyaannya.

Kendaraan seperti apa saja yang biasanya akan berhenti di depan kita? Coba Ejie tanya, biasanya, melihat kendaraan apa saja? Iya, itu seperti yang ada dipikiranmu sekarang. Kendaraan-kendaraan itulah yang bersedia mengangkutku hingga akhir  perjalananku ini.

Penasaran ya? 😀

***

Green box daypack, mengiringi langkah hitchhikingku ke tanah Jawa Tengah. (doc pribadi)
Green box daypack, mengiringi langkah hitchhikingku ke tanah Jawa Tengah.
(doc pribadi)
  • Atur Langkah

Tekadku sudah bulat untuk melakukan perjalanan itu sendiri. Persiapan kulakukan sebisaku dengan googling beberapa tempat wisata yang akan menjadi tujuan persinggahanku nanti. Terpenting dari semua itu adalah hafalanku tentang nama-nama daerah plus catatan maps yang aku simpan dari beberapa tanya yang kulayangkan pada informan sejatiku, Bintang.

Bintang lagi? Iya, hanya kepadanyalah aku mengirimkan posisiku berada melalui foto-foto yang kusharing via whatsapp tanpa menyebutkan detil keberadaanku. Juga pada salah seorang temanku, Wawan yang tak memperbolehkanku berhitchhiking sendiri, karena di komunitasku, Hitchhiker Indonesia (HHI), memang tak ada hitchhiking sendiri. Apalagi perempuan.

DSC_0272
Sahabat hitchhiker yang menentang petualangan penasaranku dengan hitchhiking by my self, sekaligus mensupportku walau tak rela karena kebandelanku, Kawan (Wawan) -kanan- dengan istrinya, Katin (Titin) -kiri-. Merekalah yang selalu ada bersamaku hingga kini. (doc Mba Na Agustina Dwi Retnaningtyas)

Hehee… perjalanan ini merupakan bentuk penasaran dan kebandelanku saat itu. Padahal aku barusan mengikuti Backpacking Race deh. Mungkin baru sekitar 2 minggu aku pulang ke rumah. Tetap saja, keinginan hitchhiking sendiri tak bisa kutahan.

Selain itu, aku menanyakan pada temanku, Bayu yang hafal Jawa mengenai jalur mana yang sebaiknya kuambil. Lewat selatan atau utara? Ia menyaranku agar lewat utara. Niatku yang sangat ingin mencoba utara bersambut dengan saran temanku itu.

Berbekal alasanku mau mencoba di jalur yang menurut sebagian orang rawan, sulit mencari kendaraan dan sering macet itu, dan pesan-pesan yang disampaikan Bayu, aku menjalankan niatku.

Alasan lain memilih jalur utara pun, kemungkinan jika aku bisa melewati Kabupaten Batang, ingin sekali mampir ke Roban, daerah Pak Salim bermukim. Aku masih penasaran dengan karang preketek yang berada di lautannya dan menjadi isu karena akan dibangunnya sebuah PLTU di daerah tersebut yang mengorbankan karang preketek tersebut. Harapanku, bisa nyemplung kesana dan menyapa teman-teman di Roban yang pernah menerima aku serta temanku saat Backpacking Race lalu.

***

  • Pemetaan Wilayah

Di dunia nyata itu, berkat tali pertemanan yang banyak dan kusambung silaturahimnya di dunia maya, aku memperoleh banyak link untuk urusan berteman.

Hal ini aku pergunakan untuk bekal perjalananku selama berpetualang sendirian ke tanah Jawa, khususnya mengarah ke Jawa Tengah.

Yapp, aku memetakan beberapa daerah yang akan menjadi daerah kunjunganku. Tentunya takkan kulewati setiap jengkal wisata jika ada dalam garis jejakku nanti.

Aku menyapa teman-temanku tersebut di salah satu social media, mencatat nomor telephonenya dan menanyakan keberadaannya di tanggal aku akan mampir.

Jujur, yang kuutamakan adalah tempat bermalam atau sekadar melepas lelah. Kalau bisa ya sekalian bisa numpang cuci pakaian, karena aku tidak bermaksud membawa pakaian lemariku agar tak perlu mencuci. Woooo….. pindahan memangnya ya? 😛

Aku juga menanyakan tempat wisata apa saja yang bisa kukunjungi nantinya. Aku pun searching di google beberapa lokasi wisata, kuliner yang aku belum pernah mencicipi, dan lainnya yang mengundang penasaranku.

***

  • Melangkah dari Zona Nyaman

Hari yang kunanti semakin dekat, euphoria penasaranku semakin meningkat. Berpetualang dengan hitchhike sendirian, keluar dari zona nyaman komunitas dengan mengandalkan diriku sendiri.

Aku takkan pernah meragukan kemampuanku bahwa aku bisa menjalani semua kesakitan yang pernah ada. Aku yakin bahwa aku takkan pernah sendiri meski kenyataannya, itulah yang terjadi padaku. Tapi menjalani petualangan ini sendiri? Yakin, aku kan mencapai kebahagiaan itu.

Proses yang mungkin akan dipandang sebelah mata oleh orang lain yang melihatku sebagai ajang nekad, pamer atau pembuktian diri?? Entahlah…. Nyatanya, tak sedikit yang menyatakan hal itu padaku. Mungkin juga karena aku melakoninya dengan jalan yang tidak seperti biasanya, hitchhike! Makanya, aku mengambil langkah untuk tak menceritakan niatku pada siapapun tentang perjalanan hitchhiking sendirian itu. Keep my mouth, mungkin lebih baik untukku saat itu.

Menurut mereka, banyak jalan berwisata. Diantaranya, backpacker. Kebanyakan traveler mengambil jalan itu untuk berwisata. Hanya aku yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda, mungkin. Penasaran mengalahkan semua kekhawatiran itu. Tak gentar, aku harus mencobanya! 😀 Biar aku bisa berpetualang lagi di hari lain dengan hitchhike, ehh…..
*ketagihan ya?? hha..

Orang hanya selalu berpendapat miring. Hanya bisa mencibir tanpa peduli untuk apa aku berbuat demikian dan mengatakan apa yang kulakukan is out of their mind, namun aku melakukannya.

Sebuah perjalanan yang akhirnya terus membuatku tersenyum karena keindahan alam yang merasuki jiwaku, membuatku berterimakasih panjang dalam sujud syukurku kepada-NYA. Sebuah proses akan jiwaku yang sendiri, membuatku mengatakan bahwa sendiri itu tak perlu sedih, namun banyak pembelajaran yang aku peroleh dalam petualanganku berhitchhike itu.

Aku berburu semua keperluanku untuk berpetualang dengan penuh rasa. Aku dan kendali atas jiwa petualanganku, memulai sebuah perjalanan dengan penuh optimisme dan keyakinan yang kuat. Niat baik, do’a, orang-orang yang menyayangiku dan Allah takkan membiarkan langkahku sendiri disaat itu.

Yihaaaaaaa….
Sambut hari dengan bahagia, dunia…. 😉 (jie)

***

bersambung ya 😀

(doc Erick Samuel)
(doc Erick Samuel)

Iklan

6 tanggapan untuk “Hitchhike By Myself To Jawa Tengah [Prepare]”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s