cerita jiwa

Edisi Menggantungkan Hati, Menggapai Asa

Alhamdulillah tak terkira.
Untuk sebuah tujuan pasti, ada hal yang mungkin selayaknya dikorbankan untuk mendapatkan hal lainnya.
Kali ini Ejie akan menggantungkan hati yang tidak boleh dikatakan setengah hati,
namun kuatkan hati untuk mendapatkan pembelajaran lebih baik lagi.
Travelling pada hitching, gunung, lautan, pantai, kolam, untuk sementara akan Ejie tangguhkan terlebih dahulu.
Skala prioritas, didahulukan.
Baiklah, demi yang terbaik, kita akan bertemu kembali dunia yang Ejie sayangi.
YAKIN!! 🙂
***
Ini dia, menggapai asa masa depan penuh semangat ;) (doc Hikmah)
Ini dia, menggapai asa masa depan penuh semangat 😉
(doc Hikmah)
  • Sebuah Pesan

“Ass! Jie, tanggal 1 besok jadi berangkat ke Palembang. Kito berangkat dari Jakarta jam 6 pagi. Tiket & seluruh akomodasi sudah disiapke galo. Nah, pacak dak hari ini, jam 1 siang kito ketemuan di kantor aku. Buat bahas persiapan ke Palembang. Thanks!

Kamus:

  1. Kito: kita
  2. Disiapke galo: disiapkan semua
  3. Pacak dak: bisa ngga

Pesan singkat itu mampir di handphoneku setelah terlelap 1 jam sebelumnya. Yapp, pukul 01.42 WIB, dinihari tadi. Pesan yang sama pun masuk dalam PM (private message) facebookku. Maklumlah, telponku bermasalah, jadi SANGAT perlu temanku ini mengirimkan pesan pada 2 jalur pribadi dimana kerap aku berada. Dan ia tahu itu 😀 .

Temanku itu kerja di salah satu koran nasional di Jakarta. Ia adalah teman organisasi pelajar tingkat kota dan provinsi serta teman journalis saat aku sekolah sambil bekerja mengikuti hasrat menulis yang menggebu, wartawan pelajar di salah satu koran terkenal daerah, di Sumatera Selatan. Pekerjaan yang akan kami jalani seharusnya dilakukan minggu lalu. Berhubung sesuatu dan lain hal, maka pending. Baru akan terlaksana besok, Rabu (01/05). Insya Allah, Amin Yra.

Pekerjaanku ini akan membawaku untuk berkeliling di beberapa kota. Berkaitan dengan dunia entertainment yang sebelumnya sudah pernah kujalani selama hampir 3 tahun lamanya saat pertama kali berada di Jakarta hingga akhirnya berbagai bidang aku geluti. Akhirnya pun akan menclok kembali pada bidang ini. Hohoohoo…

Rezeki itu datang darimana pun, aku SANGAT PERCAYA itu. Jika mendapatkan 1 rezeki tapi BELUM beruntung, tak mengapa. Allah menggantikannya dengan yang lebih baik lagi menurut-NYA. Amin YRA.

Tentu saja aku senang walaupun mesti berkorban sedikit untuk beberapa hal. Aku siap. Jika hal ini berkelanjutan, tentunya impian akan semakin dekat untuk diraih bukan? Melakukan sesuatu apalagi masih berhubungan dengan minat, kesukaan dan hobi, tentu akan menyenangkan. Dan aku berkata, aku senang!
*senyum untuk kebahagiaan (^o^)

***

Uhuuumm.. saat turunan Gunung Merapi. Menikmatinya sejenak bersama senyum :) Ini adalah hatiku yang kan kusimpan untuk sebuah GUNUNG. (doc pribadi photo by Erore)
Uhuuumm.. saat turunan Gunung Merapi. Menikmatinya sejenak bersama senyum 🙂
Ini adalah hatiku yang kan kusimpan untuk sebuah GUNUNG.
(doc pribadi photo by Erore)
  • Menyimpan Hati, Menyapa Darat dan Udara

Terus, kenapa harus menggantungkan hati? Pada siapa? Dimana? Ehheeehe….. ini hanya pengandaianku saja kok. Bukan benar-benar menggantungkan.

Mengapa aku mengatakan demikian?

Karena hati yang kumaksud adalah pada keceriaanku dalam berhitchhikingria bersama sahabat semangatku di Hitchhiker Indonesia (HHI), kesayanganku pada keluarga gokil yang demen gunung, ketakjubanku pada lautan yang mengajak kaki, otak dan hatiku mengarungi tak puas-puasnya bersama teman dan keluarga KRI Surabaya 591, kebahagiaanku untuk sebuah pantai dimana senyum selalu ada, dan kesukaanku pada kolam, khususnya kolam UPI dimana aku bisa bermain dan belajar bersama teman-teman tersayangku di Bandung Freediving (BFD).

Eheeemm… juga untuk hati yang akan kutinggalkan disini 😛 .
*buka mata, buka telinga, tutup mulut, aman..

Iya, mungkin untuk beberapa saat lamanya aku takkan bisa menyapa mereka semua. Tapi yakinlah, setiap ucapanku tentang hal di atas, selalu tersimpan dalam hatiku. Menemani setiap langkah cerita baruku.

Kali ini, aku akan bersahabat dengan daratan dan udara, insya Allah. Memberikan warna baru dalam hidupku. Memberikan sebuah proses pembelajaran diri kembali untuk suatu hal yang patut diperjuangkan. Dan ya, proses kesabaran itu tetap akan menjadi yang utama dalam setiap jejak langkahku 😀 .

***

Saat hitchhike bersama KRI Surabaya ke Gili Trawangan, Lombok. Arga di kiri saya, ndan Hikmah di depan saya :D Hitchhiking pun akan saya simpan untuk hati saya. (doc Hikmah)
Saat hitchhike bersama KRI Surabaya ke Gili Trawangan, Lombok. Arga di kiri saya, ndan Hikmah di depan saya 😀
Hitchhiking pun akan saya simpan untuk hati saya.
(doc Hikmah)
  • Perjalanan Rp o,- kah?

Mungkin perjalanan ini akan membawa dan memperluas wawasan Ejie lagi dalam berkelana. Bisa jadi kan? Sebuah petualangan baru dalam hidup bagi daratan dan udara. Bisa menangkap banyak hal untuk kemudian diceritakan kembali bukan? Perjalanan pekerjaan yang akan menjadi kisah travelling and another Rp 0,- ehh…. hahaaaa…
*yakaleee.. boleh donk 😛

Olalaaaa… jika benar ini adanya perjalanan Rp 0,- kembali, semoga Allah memberikanku kesehatan dan semangat dalam menjalaninya.

Mungkin perjalanan ini akan menjadi catatan petualangan baru mengenai daratan dan udara. Mengenai wisata kota, kuliner atau apapun? Bisa jadi kan ya? Semoga harapan itu selalu ada dalam setiap jejakku. Amin YRA.

Mungkin IA mendengar do’a dan ucapanku yang kerap mengatakan,  “Allah, Ejie mau hitching pesawat laaahh… mau nyoba. Tahun lalu kan sudah pernah, tahun ini juga mau hitching pesawat. Mau keliling Indonesia kalau bisa ke luar negeri sekalian. Amin YRA.”

Dan malaikat [pasti] mencatat setiap ucapan [Alhamdulillah baik] yang keluar dari mulut kita [saya deh…] serta Allah, Alhamdulillah mengabulkannya dalam bentuk lain yang juga Ejie inginkan dan selalu ucap dalam pengharapan sebuah do’a, “Mau kerja ya, Allah… untuk masa depan dan impian saya.”

Kemudian pertanyaannya pada diri Ejie sendiri, “Inikah jawabannya?”

***

Pantai pun merupakan hati yang akan kusimpan untuk nantinya bertemu kembali. (doc Hikmah photo by Arga)
Pantai pun merupakan hati yang akan kusimpan untuk nantinya bertemu kembali.
(doc Hikmah photo by Arga)
  • Kalimat Tersurat

Terkadang, ada teman yang PM untuk sekadar bertanya, “Ejie, kalimatmu itu sering tersirat dan tersurat ya? Kenapa ngga dijabarkan secara gamblang saja sih kalau menulis di blog?”

Ejie rasa, tidak semua hal dapat dijabarkan langsung. Menjaga perasaan, privasi seseorang atau kelompok itu perlu kan? Jadi menurut  penilaian Ejie, menyampaikan tulisan dengan cara Ejie, mungkin cukup baik. Karena tak akan menyinggung sebuah nama, kelompok, institusi, atau apapun. Lain halnya jika Ejie menulis untuk keperluan pekerjaan, menulis berita misalnya. Wartawan? Naaaahh.. itu akan terbuka dan beda ceritanya. Xixixixii

Okeeeee… apapun yang Ejie jalani  saat ini, nanti atau esok, tentunya ingin yang terbaik dan bermanfaat bagi pribadi, orang tersayang dan siapapun di sekitar Ejie. So, hanya minta, DO’A kan Ejie untuk sebuah langkah dan cerita baruku lagi ya teman-teman…..
*mari tersenyum 🙂

Pesan Ejie:

  1. Bersemangatlah dalam hidup meski banyak kerikil bertaburan di hadapan.
  2. Cerialah dalam memandang hidup, karena takkan ada kemudahan yang diperoleh untuk sebuah kesuksesan.
  3. Selalu berterimakasihlah pada yang sering menyepelekan atau mengerjai anda pada setiap kesempatan, karena hanya ada kesenangan dibaliknya atau mungkin kebaikan tersirat yang entah kapan akan kita peroleh.
  4. Ucapkanlah yang baik dari hati anda, insya Allah malaikat mencatatnya dan Allah mengabulkan setiap do’a-do’a mu.
  5. Percaya dirilah pada kemampuan tersembunyi pada diri bahwa kita mampu melakukan yang terbaik.
  6. Ayoooo…. senyum, ceria dan semangat ya teman-teman.. 😉

JIA YOU, Ejie!! (jie)

#bintang yang sabar, mau do’a baiknya yang selalu ada di setiap langkah Ejie, ya? 🙂

***

Bermain sambil belajar freediving bersama teman-teman di Bandung Freediving di kolam renang UPI, Bandung. Kesana pun aku hitching. Kolam pun masuk dalam box hati saya. (doc Jeffry BFD)
Bermain sambil belajar freediving bersama teman-teman di Bandung Freediving di kolam renang UPI, Bandung. Kesana pun aku hitching.
Kolam pun masuk dalam box hati saya.
(doc Jeffry BFD)
Iklan

4 tanggapan untuk “Edisi Menggantungkan Hati, Menggapai Asa”

  1. nice kaka.. ^_^. ka ejie mau kemana lgi nih.. pensiun smentara dari dunia perhitchingan ya.. tapi klo mmbaca lbognya sih mau jalan2 lagi dlm jangka waktu yang lama ya?? asikk dapet jalan2 skaligus dapet pemasukan.. aamiin kaka.. sukses ya ^_^

    1. xixixiiixi…

      alhamdulillah..
      gantung sementara utk dunia yg ejie suka, kajamieeeee……
      Amin YRA masih dikasih Allah kesempatan dan keberuntungan deh kajamie. semoga berkah buat saya 🙂

      gantung hati utk nyari sabar yg susah bgt, ehh
      *clingak-clinguk, sstttt

  2. Wah asyik bisa dapat pekerjaan yang selaras sama hobby. Selamat ya Jie! Semoga sukses. Aku setuju dengan apa yang Ejie tulis, tidak semua bisa didapat secara sekaligus. Mungkin memang ada yang harus ditinggalkan sementara, tetapi siapa tahu apa yang menurut perkiraan kita harus ditinggalkan pada kenyataannya nanti bisa dijalani juga. Eniwei, sekali lagi selamat, jangan lupa sama teman-teman di sini, banyak yang nunggu cerita Ejie lho, termasuk aku 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s