Uncategorized

Benny si Jinak dari Rumah Ciliwung

Kalau Titin bakalan eneg dengar tentangnya.
Kalau Donna  bakalan geret kamu ke KUA untuk yang mengusilinya karena ada dia.
Kalau Purin bisa nangis duduk dan mogok jalan melihatnya, perlu dipeluk deh Purin baru mau jalan 😀
Kalau aku???
Ini ceritaku mengenai dia yang baru ku kenal tapi aku suka.

***

Saat HUT WWF di TIM, Cikini akhir tahun 2012 (doc pribadi)
Saat HUT WWF di TIM, Cikini akhir tahun 2012
(doc pribadi)
  • Geli Bukan Takut

Mungkin karena kulitnya yang berkilat memantulkan sinar sehingga laiknya seorang perempuan dengan kulit terawat, cantik dan bersih, mengesankan licin. Terbayang berjalan di leher dan tanganku. Waaahhh….. GELI!!

Lho, kok sampai ke leher dan tangan? Apa ini?

Aku berkenalan dengannya di booth ulang tahun ke-50 WWF, Taman Ismail Marzuki, Cikini. Di hari terakhir, aku diajakin Mamah Gigith bermain ke booth Ciliwung Institut.

Jatuh cinta??
Waaaaa…. terlalu cepat itu mah. Temanan dulu, kenalan dulu, disayang dulu, elusan dulu, ehh… kok??? Hahahahaa…… Ya sudahlah, yuuukk.. baca. 😛

***

Geli itu membuat keadaan menjadi berisik sesudahnya dan tak bisa dicegah. Ketawa, teriak, diledekin adalah hal biasa bagiku. Sudah kebal sama semua itu. Tempaan ledekan teman-teman hitchhiking yang acapkali kuperoleh atau dari teman-teman gunungku, tak pernah mengecilkan hatiku. Jadi, biasa saja kalau dimana-mana beberapa ledekan itu mampir.

Hhehe….. ini tentang si licin tadi. Mereka meletakkannya di area leherku. Beruntung aku mengenakan jaket pink yang menutupi leher sehingga aku tak was-was saat ia beringsut disana. Tapi begitu terasa jalan gontainya di leher, sontak aku berisik.

“Geliiiiiiiiii…….”

Bhaahaahhaaaa….. tertawa di sekelilingku yang melihat ulahku tak dapat ditahan. Aku juga tertawa, geli.

“Ngga apa-apa, Jie. Santai saja. Dia baik kok. Sudah jinak,” Githa menenangkan.

Kulirik, iya juga sih. Dia beringsut tenang, tak terburu-buru membuatku pun anteng.

“Ejieeeeeeee…. Dipegang donk? Iniiiii… ngga gigit kok dia,” Githa memulai gencarannya.

Lupa!
Aku tetap merasa geli, mulai mencari jaket yang tak terkancing untuk alas memegang. Tak tahan sama licinnya.

“Bentar Mah Gith (panggilan utk Githa, red). Ejie megangnya dialas saja. Geli Ejieeee,” sahutku mempersiapkan diri.

Ishhhh….. kututup sebelah mataku dan mengintip dengan satu mata lainnya. Kyaaaaaaa….. dia jalan-jalan di tanganku!

“Mamah Gigiiiiiiitthh….. Geli niiiiii.”

Teman-teman dari Rumah Ciliwung sebagai si pemilik Benny, tambah heboh tertawa.

“Aneh Ejie, bukannya takut dia mah…….  Tapi geli karena belum pernah megang ya, Jie?” salah seorang penjinak Benny bertanya.

Tak bisa mengganggukkan kepalaku karena Benny disekitarku, hanya mesem kecut menandakan “Iyaaaaaaaaa……”

Etapi, lama-kelamaan, aku mulai nyaman dengan Benny. Kulepaskan jaket yang menempel pada genggamanku dan kupegang Benny, langsung!

Hwuaaaaaaa…… pengalamam mengalahkan rasa takut terhadap hewan? Mungkin ini adalah salah satunya 😀 . Karena, aku bermasalah pada hewan. Not freak, but lil afraid 😛 .

“Harus tenang, Jie. elus saja dia. Ngga apa kok,” kembali si empunya menyarankan.

***

Masih geli mencoba memegang Benny, alas pakai jaket :D (doc Githa)
Masih geli mencoba memegang Benny, alas pakai jaket 😀
(doc Githa)

Ternyata benar kata Mamah Gigith, Benny baik kok. Jinak pula. Aku akhirnya berani loh pegang dia langsung tanpa dialas lagi. Ketagihan! Hhaahah

Kulitnya walaupun licin, tapi tidak berlendir seperti dalam bayanganku selama ini. Hanya jika dielus, memang terasa sisiknya, tapi tidak kasar kok 🙂 . Wiiiiii…. Benny menjulur-julurkan lidah bercabangnya sambil jalan-jalan.

Bennyyyyyyyyyy……. Pengen gendong kamu lagi deh!

Benny? Iya, si ular jinak itu namanya Benny. Ular lurik hitam coklat putih yang dirawat sejak kecil oleh pemiliknya dan pemberian dari temannya itu, datang beringsut kembali dalam genggaman telapak tanganku.

Elus….. eluuuuuuuuusss Bennyyyy 😀 (jie)

***

Bersama Mamah Gigith dan Benny (doc Githa)
Bersama Mamah Gigith dan Benny di booth Ciliwung Institute
(doc Githa)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s