Hitchhiker Indonesia (HHI), Rp 0,-

Catper Hitchhiker: Jempol Hitching Perdana di Benoa Bali

 Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Journal Hitchhiker: Ajie atau Ejie??
Journal Hitchhiker: Adegan Si Empuk Penyangga Perut
Pasangan Jiwa yang Hilang
Jurnal Hitchhiker: Foto Untuk Komandan Joni [KRI Surabaya 591]

Langit Benoa, Bali, mengantarkan kami pada kebahagiaan berhitchhikingria di sore menjelang pulang ke KRI Surabaya 591(doc Zela, photo by me)
Langit Benoa, Bali, mengantarkan kami pada kebahagiaan berhitchhikingria di sore menjelang pulang ke KRI Surabaya 591
(doc Zela, photo by me)

Taraaaaaa….
Ini adalah pertama kalinya aku mencoba hitching di Bali. Tepatnya di Benoa.
Berdasarkan semangat ndan Hikmah dan keluarga kucing, aku melirik kendaraan yang lalu lalang di depanku.
Baiklah teman-teman, hitching dimulai!
Kemon asah JEMPOL 😀

***

Ini wilayah Benoa. Tapi mulai hitching bukan dari sini. Masih di dalamnya, dekat penyewaan motor (Ejie lupa nama tempatnya)(doc Hikmah)
Ini wilayah Benoa. Tapi mulai hitching bukan dari sini. Masih di dalamnya, dekat penyewaan motor (Ejie lupa nama tempatnya)
(doc Hikmah)

Benoa, Bali
16 Februari 2013
15.37 WITA

  • Otak Gatal Jempol
Keluarga kucing, Kajevan dan Davis(doc Hikmah photo by Arga)
Keluarga kucing, Kajevan dan Davis
(doc Hikmah photo by Arga)

Mungkin terbilang dekat jarak tempuhnya. Untukku yang tak pernah memasuki kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, jarak itu lumayan jauh jika berjalan kaki ke lokasi sandar KRI Surabaya 591. Dari wilayah kami menyewa kendaraan bermotor untuk jalan-jalan kami sejak pagi tadi di seputaran Bali ditemani Dayu, cukup berkeringat juga. Jadi, kalau kami mendapatkan kendaraan hitching, hitung-hitung jalan-jalan gratis lagi deh ke pelabuhan. Hehee…

Mataku mulai mencari-cari kendaraan. Otak gatal dan angkat jempolku mulai ingin beraksi. Rasa penasaran karena belum pernah mencoba hitching (menumpang kendaraan, red) di Bali, membuatku ingin menjajal, bisakah??

“Ayo Kak Ejie, coba donk hitching sesekali buat kita. Lumayan nih daripada jalan kaki ke kapal,” ndan Hikmah, teman sekamarku di kapal ngomporin.

“Beneran pada mau hitching?” aku tergelitik.

“Iyaaaaaa…..” sontak yang di belakang kami menyahut serempak. Tawa pun pecah. Ya ampun itu keluarga kucing memang ngga ada matinya ya? Ngga dimana-mana mereka itu ngga kehabisan bahan cerita dan tawa.

Saat itu ada Zela, Cia, Arga, Kak Jevan dan Davis, 2 orang ABK KRI Surabaya 591 yang kami daulat jalan gabung bersama di Bali mengingat kejadian motor yang mogok ketika teman-teman tanpa aku, berjalan menikmati Bali di malam hari (baca : Tepar).

Wokeehh… demi keluarga kucing  yang juga sama penasaran sepertiku, mari kita mencoba keberuntungan jempolku di Benoa ini. Yuuuukk!

***

  • Bidik Patroli Polisi

Tiga kendaraan lewat, aku cukup mengamati saja sambil tetap berjalan kea rah jalan raya. Belum ada yang sreg di hati dan insting masih mencari.

Ketika pandanganku mengarah pada satu bidikan mobil patrol Polisi 4 WD yang melintas, feelingku memerintahkan, “Jempolin kendaraan itu, Jie!”

Angkat jempol dan sontak teriak, “Bapaaaaakk, ikut donk?!?”

Aku menoleh ke belakang dimana teman-temanku berada, mereka nyengir, soalnya helm motor kepunyaan ABK kapal masih bertengger di kepala Ejie.

“Tet tooooott… hitching kok pakai helm, Kak Ejie?” Cia ngakak. Semuanya deh.

“Biarin, bweeee… yang penting dapat kendaraan pulang kita,” aku menghampiri kendaraan tersebut.

Pak Indra, petugas Polres Benoa yang bersedia berhenti karena Jempol dan teriakan cemprenganku... :D Terima kasih Bapak (doc Zela photo by me)
Pak Indra, petugas Polres Benoa yang bersedia berhenti karena Jempol dan teriakan cemprenganku… 😀 Terima kasih Bapak
(doc Zela photo by me)

“Selamat siang, Pak,” sapaku saat si Bapak membuka kaca jendelanya.

“Siang nak, mau kemana?” tanyanya.

“Ke KRI Surabaya 591 yang sedang sandar di pelabuhan, Pak. Boleh numpang sampai sanakah, Pak? Sama teman-teman,” aku melirik rombongan yang menunggu tak ada yang mendekat. Hiyaaaaa… dasar mereka.. ;p

“Boleh. Silahkan saja,” kata si Bapak ramah.

“Asiiiikkk.. terima kasih ya, Pak,” sembari memberi kode pada teman-temanku untuk naik.

Tiba-tiba Zela menyelak, “Eitsss… Kak Ejie depan saja. Temanin Bapaknya ngobrol. Jangan di belakang,” Zela segera memerintahku.

“Ejie mau di belakang ramai-ramai bareng kalian,” aku meminta.

“Depan Kak Ejie!” ndan Hikmah tegas, dan aku menurut.

Omigosh!
Tak di Jawa, tak dimanapun aku hitching, selalu ditempatkan teman-temanku sebagai pusat pembicara dengan pengendara. Haisshh.. apa karena kecerewetanku inikah? Fiuuufh~

Oke tak apa, yang penting teman-teman senang, aku pun riang karena bisa pecah telur hitching di Bali. Asooooooyy… 🙂

***

Ejie sangat KEPO apa yang terjadi pada kalian di bak belakang sana teman-teman? hikss... mau gabung :((doc Zela photo by me)
Ejie sangat KEPO apa yang terjadi pada kalian di bak belakang sana teman-teman? hikss… mau gabung 😦
(doc Zela photo by me)
  • Kepo dan Serunya di Bak

Duduk di depan, sementara teman-teman heboh di belakang sedikit manyun buatku. Pengen bisa ketawa bareng sama mereka. Kepo juga sama apa saja yang buat mereka tertawa di belakang sana.
(Ejie rindu kaliaaaaaaaaannn teman-teman 😦 saat menuliskan cerita ini)

Ngobrol dengan Pak Indra yang bertugas di Polres Benoa, Bali seru juga. Aku sedikit bercerita tentang komunitasku ini, Hitchhiker Indonesia (HHI). Pak Indra mendengarkan dengan telaten, sesekali bertanya padaku mengenai HHI.

Kata Pak Indra, ia mengangkut kami karena melihat rombongan kami yang ramai dan menurutnya bukan penduduk asli Bali. Ia juga tahu akan kapal yang bersandar di pelabuhan dan kegiatan yang sedang berlangsung dengan isi Pramuka di dalam kapal tersebut. Selain itu ia mendengar saat aku berteriak ikut tadi. Hhahaa… jadi malu euy saya… T_T

“Lagian kan searah dengan perjalanan saya yang mau kesana,” jelasnya.

“Ooo begitu ya, Pak. Maaf Ejie tadi teriak, Pak,” aku meminta maaf.

“Tidak apa-apa,” senyum tapi kaku. Pembawaan sedang bertugas kali ya?

“Pak, Ejie mau izin foto teman-teman di belakang dari dalam kaca sini, boleh ya?” pintaku.

“Boleh. Silahkan saja,” ia mengizinkan.

Beberapa jepretan mulai mengarah pada keluarga kucing yang duduk seru di belakang. Hhaha… mereka tertawa senang dengan ekspresi lucu. Aku yang melihat mereka dari dalam juga senang.

Sampai di pintu pagar masuk pelabuhan, bertemu Rika dan ikut juga duduk DI DEPAN???

Olalaaa…. Empel-empelan (sempit, red) duduk di pangku Ejie. Si Bapak hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat tingkah Rika dan ngomong perlahan, “Duduk di kursi belakang kan kosong, kenapa malah sempit-sempitan di depan?”

Aku hanya tersenyum, “Maaf ini teman saya, Pak,” sedikit tak enak.

***

  • Hitching Tangga KRI

"Yeayy!

Sampai persis di tangga naik ke kapal, horeeee….

Kami mengucapkan terima kasih pada Pak Indra. Tak lupa memotret dirinya juga kendaraan yang akan segera pergi karena sedang bertugas.

Senangnya bisa hitching di Bali walaupun dalam jarak dekat. Terlebih lagi senang rasanya bisa membuat teman-teman tertawa.

“Kak Ejie, makasih yah ngga jalan kaki jauh,” Cia si cantik berucap.

Okeeee…… case closed. Wherever I go, whatever I do, I’m happy with my friends..
*senyum sayang untuk semuanya 🙂 (jie)

***

Bahagianya mereka di bak belakang(doc Hikmah)
Bahagianya mereka di bak belakang
(doc Hikmah)
Ayoooo KEPO-in terus dengan foto dan melihat mereka tertawa bahagia :D(doc Zela photo by me)
Ayoooo KEPO-in terus dengan foto dan melihat mereka tertawa bahagia 😀
(doc Zela photo by me)
Zela bersama Pak Indra. turun gesit biar foto bareng(doc Zela photo by Hikmah)
Zela bersama Pak Indra. turun gesit biar foto bareng
(doc Zela photo by Hikmah)
Gayanya bantuin dorong motor Kajevan ini yang lagi naikin ke KRI Surabaya 591. Hhaha(doc Zela, photo by Hikmah)
Gayanya bantuin dorong motor Kajevan ini yang lagi naikin ke KRI Surabaya 591. Hhaha
(doc Hikmah)
Tetap ceria ya, padahal sdah keliling kemana-mana di Bali versi bikers ngebut dan pulang hitching. Ckckkc..(doc Hikmah)
Tetap ceria ya, padahal sudah keliling kemana-mana di Bali versi bikers ngebut dan pulang hitching. Ckckkc..
(doc Hikmah)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s